JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Negeri » A Journey to The Scene of TRANSFORMERS 1: Zekreet Film City

A Journey to The Scene of TRANSFORMERS 1: Zekreet Film City


Zekreet Film City dilihat dari atas

Pagi itu 4 Mei 2011 cuaca sangat bersahabat. Suhu udara mulai berangsur hangat dari bulan-bulan sebelumnya yang berhawa dingin di Qatar. Sehabis sarapan pagi di restoran milik perusahaan tempat kami bekerja, kami berlima segera berkemas dengan tanpa bekal yang cukup. Sampai sekedar air mineral pun tak kami bawa. Pikir kami, ahh sebentar ini!

Pagi itu, kami berencana menuju satu tempat yang banyak orang bilang Film City. Lebih tepatnya, tempat yang akan kami explore ini dinamai Zekreet Film City [ZFC]. Walaupun ada sebagian lagi yang menamainya The Lost City.

Kami sebagai pekerja migran yang tinggal di Dukhan, kebetulan hanya berjarak sekitar 30KM dari ZFC, rasanya terpanggil juga untuk menengoknya. Masa  kalah sama orang-orang yang tinggal jauh dari ZFC. Orang-orang yang dari Doha, Alkhor, Wakrah dan Messaied bahkan sudah banyak yang beranjang sana ke ZFC.

Tempat ini merupakan salah satu tempat tujuan para wisatawan baik lokal maupun internasional di Qatar. Konon bahwa tempat ini pernah dijadikan tempat syuting Film Hollywood yang sangat terkenal, TRANSFORMERS seri pertama. Berawal dari sinilah kemudian banyak orang menyebut tempat ini dengan sebutan Zekreet Fim City, karena memang tempat ini hanya berjarak sekitar 20KM dari kampung Zekreet.

Diantara kami berlima ini belum pernah ada yang tahu dimana ZFC berada. Tanpa informasi yang jelas, tanpa data koordinat, tanpa petunjuk jelas, kami nekad berangkat. Kami hanya bermodalkan informasi bahwa dari Kampung Zekreet lama belok kanan dan lurus saja. Nanti ketemu!

Ahh gampang! Nanti sambil jalan aja! Itulah yang ada dalam pikiran kami waktu itu.

Mengendarai kendaraan roda empat dengan 4 wheel drive nya, kami mampir ke Dukhan Petrol Station untuk mengisi bahan bakar. Tak lebih 50 liter, tangki bahan bakar sudah penuh terisi, karena memang pemilik mobilnya selalu rajin mengisi bahan bakarnya.

Bahan bakar penuh, aman sudah pikir kami. Dengan kecepatan tak lebih dari 120KM/ jam, kendaraan melaju menuju Zekreet Bridge. Sambil diringi obrolan santai dan diselingi canda tawa, kendaraan dengan brand LC warna putih tanpa terasa telah berada dekat dengan Zekreet Bridge.

Kendaraan terus melaju yang kemudian belok ke kiri. Tak jauh dari Zekreet Bridge nampak 2 bangunan besar. Disisi kanan jalan adalah Zekreet Arabic School. Sebuah sekolah milik pemerintah Qatar, kalau di Indonesia ya disebut SD Negeri. Kemudian disisi kiri jalan nampak bangunan yang besar dan kelihatan megah. Ya, Rumah Sakit Dukhan yang baru. Rumah Sakit yang baru saja beroperasi sejak bulan April lalu. Sejak bulan lalu, RS ini memberikan pelayanan rawat jalannya saja. Untuk layanan rawat inap dan fasilitas penunjang lainnya akan dibuka di akhir tahun ini atau selambat-lambatnya awal tahun 2012.

Fotografer nya lagi nggaya dulu 🙂

Dengan persiapan yang kurang lengkap, hanya berbekal kamera tanpa dibekali minuman dan makanan, si LC terus melaju menuju sebuah kampong lama Zekreet. Memasuki kampung ini, kami melihat ada beberapa bangunan yang nampak jarang ditempati. Tapi dari kejauhan juga, terlihat ada beberapa orang yang sedang lalu lalang. Sesampai di kampong ini, kami bingung. Ke arah mana lagi nih! Kami pun akhirnya bertanya ke salah satu penggembala unta. Kami bermaksud bertanya mengenai detail lokasi ZFC. Namun sayang, ternyata mereka nggak bisa bahasa inggris, apalagi bahasa arab. Mendengar logatnya, mereka kalo gak orang india, Bangladesh, srilanka atau Nepal. Gak tahu lah, kami pun gak sempat nanya dari mana mereka. Bagaimana mau nanya, mereka aja gak bisa bahasa inggris. Mau ditanya pake bahasa Indonesia, dah tentu makin gak ngerti kan!? Hehhee..

Berbekal informasi yang semakin gak jelas, kami putuskan bersama untuk balik arah dan berbelok kiri, karena terlihat jalanan yang bukan asphalt nampak mengeras. Nampak bekas ban-ban kendaraan yang baru saja lewat.

Tak jauh kami berbelok kiri, nampak percabangan jalan. Kami pun tambah bingung. Setelah berdiskusi singkat, kami putuskan ambil jalan yang ke kanan. Jalanan tak berasphalt itu kami telusuri dengan kecepatan yang super pelan. Semakin jauh semakin gak ketemu ZFC nya. Jangan-jangan salah jalan nih!

Nampang dibalik Perbukitan Zekreet

Dari kejauhan yang terlihat hanya perbukitan-perbukitan kecil. Walaupun hanya bukit2 yang tak begitu tinggi, tapi unik lho! Naluri cinta alam saya bangkit. Saya pun mengusulkan ke teman-teman untuk mampir saja kesana sambil dinikmati pemandangannya. Pemandangan gurun tentunya. Bukan pemandangan hehijauan layaknya di Indonesia.

Aksi jeprat-jepret pun tak dilewati begitu saja. Kami saling bergantian ambil gambar dengan 2 kamera yang ada. 1 kamera punya kang hamdi dengan DSLR nya, sementara punya saya yang hanya kamera poket.

Yah hari makin siang. Makin panas aja. Kami pun segera meninggalkan tempat ini dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ZFC. Tak berselang lama kendaraan kami melaju ke arah balik tadi, terlihat ada sebuah mobil yang melaju agak kencang. Kami pun segera mengikuti arah laju mobil itu. Setelah beberapa KM, kami pun akhirnya ketinggalan. Dan sendiri lagi!

Dengan modal super Pede, LC putih terus melaju menelusuri jalanan yang biasa dilalui kendaraan. Kami sempat melihat ada satu komplek yang dipagari, lumayan panjang. Bebatuan gurun yang dipagari, semacam hutan lindung nya Indonesia. Karena disini adanya gurun, sebut saja ini sebagai Gurun lindung atau Desert Conservation.

Dukhaners Berpose di Zekreet Desert

Sambil kendaraan melaju, sinyal Hape masih sangat kuat. Wah saatnya memanfaatkan teknologi. Saya pun segera menelpon teman yang pernah ke ZFC. Dengan bantuan seorang teman, sebut aja namanya Ghoz tapi bukan Ghost hantu ya, hehehe. Akhirnya kami dapatkan data koordinat ZFC. Untuk menambah data pelengkap, saya juga menelpon teman kerja asli Filipina, yang juga pernah ke ZFC. Dia memberikan arahan agar terus aja menelusuri jalanan sampai menemukan sign board Borooq Coast Guard, lurus terus menelusuri pinggiran gurun sampai menemukan Qtel Tower yang menjulang tinggi.

Hampir sejam berlalu, akhirnya kami menemukan menara telkomnya Qatar [Qtel] yang disampaikan teman saya sebelumnya. Tapi ternyata, dekat lokasi Tower tersebut kami belum juga menemukan ZFC. Kami beranikan diri menuju sebuah pos penjaga pantai “Borooq Coast Guard“. Sebelum sampai ke kantor, sebuah mobil coast guard dengan 2 orang didalamnya bergerak menuju ke arah dimana mobil kami berhenti. Kami pun tak segan bertanya keberadaan lokasi ZFC dengan bahasa arab kami yang terbata-bata, bahasa arab super pas pas an. Pas butuh pas bisa! hehe:)

Mengintai musuh di Mystery Village

Berbekal informasi dari petugas penjaga pantai itu, kami berbalik arah menuju lokasi yang ditunjukkan. Setelah 2 Km kita lewati, belum ketemu juga ZFC ini. Alhamdulillah ditengah perjalanan mencari, kami ketemu lagi dengan satu penjaga pantai yang lain, yang lagi patroli. Dengan kemampuan bahasa arab terbatas, kami tanyakan ke petugas ini. Dan dengan jelasnya, dia memberikan tempat yang sudah sejak tadi kami akan tuju. Petugas ini bilang ada dua tempat, satu dibalik bukit itu yang lebih dikenal dengan Mystery Village dan satunya lagi berjarak sekitar 1-2 KM dari lokasi yang pertama, yang disebut sebagai ZFC atau Film City. Dengan mengucap ‘Syukran‘  sebagai ucapan terima kasih dan kami pun melambaikan tangan ke pak penjaga pantai ini sambil berucap ‘assalamu’alaikum’. Tanpa tunggu lama kami pun segera meluncur ke TKP. 🙂

Zekreet Mystery Village

Sekitar lima menit kemudian akhirnya sampailah ke tempat yang kita tuju, Mystery Village. Biasa, foto foto lagi! Dari yang sendirian, berdua, berbarengan dan bergaya di depan mobil. Dari menelusuri setiap pojok lembah, menaiki perbukitan yang tak begitu tinggi, dan bergaya ria di balik tumpukan bebatuan gurun yang disusun seperti pos-pos pengintaian.

Setelah beberapa menit ke salah satu lokasi syuting Transformers ini, kami pun segera meninggalkan tempat ini untuk menuju ke ZFC. Sesampai di sana, tiba-tiba datang seorang penjaga tempat ini, seorang Sudani yang katanya bernama Muhammad. Dia mempersilahkan kami ke dalam. Namun sebelum masuk, dengan isyarat bahwa dia meminta kami memberikan uang sekedarnya. Akhirnya kami koleksi sekedar uang dan dikasihkan ke Muhammad.

Kami dipersilahkan masuk ke ZFC, dan dia menyuguhkan teh hangat ala arab “sulaimani“. Dia begitu welcome. Dan dia mengambilkan kita foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan di sebuah teras dengan bangku-bangku seadanya. Nampak sebuah lampu tua dan satu majalah kumal berbahasa inggris tergeletak di meja. Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati sulaimani, kami lanjutkan mengambil foto sana sini, mengelilingi keseluruhan bangunan. Setelah mengambil air wudhu dari tangki air yang ada didekat pintu gerbang, kami pun menyempatkan sholat dhuha di musholla kecil di dalam bangunan utama ZFC ini.

Menikmati Sulaimani di Film City

Tak terasa 1 jam lebih kami nikmati bekas lokasi syuting film Transformers 1 ini. Kami putuskan untuk segera kembali ke Dukhan, karena hari pun makin siang dan makin panas. Jalan pulang yang kami tempuh berbeda dengan jalan saat berangkat. LC putih dengan laju perlahan menelusuri gurun pasir yang nyaris tanpa pepohonan. Kanan kiri hanya nampak gurun pasir dan bebatuan gurun. Yang jelas bahwa dibalik setiap penciptaan Yang Maha Besar itu pasti ada maksud dan hikmahnya.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan [QS Al Baqarah: 164]

Having Fun di Zekreet Film City

Inilah bagian perjalanan kami yang pertama dalam usaha untuk mengeskplor Qatar. Sampai jumpa lagi!

Info Coordinates ZFC [diambil dari blog Wahyu in Qatar]

– Zekreet exit: 25 26’24.7″N 50 59’12.6″E

– Zekreet Mosque 25 29’07.41″N 50 50’48.22″E

– Film City: 25 34’41.61″N 50 50’46.65″E

– Mystery Village: 25 35’11.67″N 50 50’10.29″E

atau bisa dibuka di Wikimapia

Official Trailer of Transformer 1 bisa diklik DISINI!

Dukhan, 27 Mei 2011 14.45 PM

Sugeng Bralink for JQ

riyadi.sugeng@gmail.com

Advertisements

3 Comments

  1. kang_hamdi says:

    nice journey bro…., will be part of our experiment…,experience…explore…and enjoy…..:D

    • Yes! We have to enjoy our life in this world through exploring the beauty of the world.
      Enroll & Enjoy the excitement and share with others!
      Keep following Jelajah Qatar: Enroll|Explore|Enjoy 🙂

  2. I couldn’t resist commenting. Exceptionally well written!

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: