JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Negeri » Save The Earth: Say No to Plastics!

Save The Earth: Say No to Plastics!


Save the Earth: Say No To Plastics! | photo by fightplastic.com

Saya teringat jaman dulu ketika saya masih mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar di tahun 80an. Sepulang sekolah, terkadang ibunda tercinta meminta saya membeli lothek (makanan yang berisi sayuran dan dibumbui kacang) untuk sekedar camilan atau melengkapi menu makan siang. Makanan atau jajanan yang satu ini hampir semuanya berwarna hijau, ada daun singkong, daun cakla cikli, daun kangkung, daun gendhot, tauge, daun bayam, bunga kecombrang yang merah warnanya dan sayur-sayuran lainnya. Banyak dari sayur-sayuran ini yang bisa kita petik di kebun samping rumah, ya namanya aja di pedesaan. Setelah semuanya siap, si Mbok warung akan membungkusnya dengan daun pisang atau daun waru. Kalau diperhatikan dari isi dan pembungkusnya, semuanya merupakan benda-benda yang bio-degradable atau mudah dicerna atau dihancurkan oleh tanah. Nggak seperti sekarang! Apa-apa dibungkus dengan plastik!

Plastik adalah sintetis atau polymer buatan manusia, mirip dengan resin natural yang banyak ditemukan di pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kamus Webster’s mendefinisikan polymer sebagai sekumpulan organic komplek yang diproduksi oleh polymerization, bisa dibentuk, extruded, dicetak ke berbagai bentuk dan lapisan, atau dibentuk menjadi filament-filamen (seperti benang) dan kemudian digunakan sebagai serat-serat tekstil. Pada tahun 1862, sejarah mencatat nama Alexander Parkes menjadi orang pertama yang menemukan plastik buatan manusia pada acara Great International Exhibition di London, Inggris [http://plastics.americanchemistry.com]. Yang selanjutnya dari tahun ke tahun dikembangkan oleh para ilmuwan hingga terciptalah berbagai macam plastic seperti sekarang ini yang banyak beredar di pasaran.

Rasanya pada jaman sekarang ini kita tidak lepas dari yang namanya plastik. Hampir tiap hari kita belanja, sudah pasti dan tak bisa dihindarkan dengan yang namanya pembungkus plastik. Kalau boleh memilih sebenarnya akan lebih bagus menggunakan pembungkus non plastik, pembungkus yang ramah lingkungan.

Isu pemanasan global terus menggema dari waktu ke waktu. Bencana alam pun sering sekali terjadi akhir-akhir ini. Banjir, gunung meletus, Tsunami, gempa bumi, angin topan, kekeringan, tanah longsor dan bencana-bencana alam lainnya. Hal ini sering dikaitkan dengan efek rumah kaca yang ditimbulkan akibat adanya global warming. Material plastic yang non bio-degradable, menjadi salah satu produk yang juga menjadi penyumbang global warming, disamping produk-produk penghasil karbon yang kian memperparah lapisan atmosfir kita.

Seperti saya sendiri yang tinggal dalam komplek perumahan di Indonesia, setiap pagi penjual sayur berkeliling memasarkan dagangannya. Dengan alasan kepraktisan, semua belanjaan selalu dan pasti dibungkus dengan plastik. Dari yang berukuran kecil sampai yang besar. Dan saya perhatikan, plastik-plastik itu semuanya baru. Dari satu pedagang ini saja sudah ratusan plastik yang dia pakai. Kalau kita kalikan dengan jutaan pedagang lainnya dalam sehari, termasuk para pelaku bisnis kelas kakap seperti Mall dan hypermarket, betapa banyaknya plastik yang digunakan dan beredar dalam seharinya.

Plastik yang nampak cantik dengan segala asesorisnya, ketika sudah nyampai rumah, ujung-ujungnya ya masuk ke tempat sampah. Kalau nggak, paling-paling teronggok di pojokkan rumah kita. Semakin hari, semakin menumpuk plastic-plastik ini. Bisakah kita berperan menyelamatkan bumi kaitannya dengan penggunaan plastik? Jawabnya, Bisa!

Seperti saya yang sekarang ini sedang bekerja dan tinggal di Timur Tengah, menjadi tidak mungkin untuk membungkus makanan dengan daun pisang. Lha wong tanahnya aja gurun pasir. Maka penggunaan plastic di wilayah ini menjadi pemandangan yang lazim. Dari groseri (warung-warung kecil), supermarket, hypermarket dan mall mall, semuanya menggunakan plastic sebagai pembungkus belanjaan. Gimana peranan kita untuk menyelamatkan bumi?

Say No to Plastics! Masing-masing dari kita bisa berperan kok. Cara pertama, ketika kita hendak belanja ke supermarket atau ke mall, siapkan recycle bag atau tas belanjaan yang bisa dipakai berulang kali. Dengan recycle bag, maka kita tidak perlu menggunakan plastic-plastik dari mall atau warung. Semua barang belanjaan bisa kita masukkan ke tas kita. Maka tak satupun plastik yang kita bawa pulang dari Mall.

Cara kedua, kita tetap menggunakan plastik, tapi jumlahnya dikurangi. Misalnya begini, ketika kita belanja sejumlah barang, biasanya petugas di bagian kasir akan memisahkan barang belanjaan kita ke sejumlah plastik. Mereka memisahkan barang-barang yang bisa dimakan (makanan dan minuman) dan tidak bisa dimakan (seperti pembersih lantai, sabun, samphoo dan lainnya). Dipisahkan memang betul, tapi terkadang mereka menggunakan plastik yang banyak sekali. Mungkin sebenarnya cukup memakai 2 buah plastic pembungkus, tapi terkadang petugas ini akan memasukkannya ke dalam 5 plastik pembungkus. Jadi peran kita disini, bilang aja ke kasirnya, 2 plastik aja lah, jangan banyak-banyak plastic. Lha wong ujung-ujungnya plastic yang cantik-cantik itu juga akan dibuang ke tempat sampah.

Cara ketiga, jangan langsung buang plastic-plastik yang menumpuk di rumah kita. Tumpukan plastic yang ada di rumah kita, mari kita tata rapikan dan bisa kita gunakan lagi untuk membungkus barang-barang yang ada dirumah atau untuk belanja lagi. Ada satu cara agar plastic-plastik dirumah kita tidak menggunung. Caranya dengan melipatnya menjadi segitiga. Caranya, lipat plastic menjadi selebar 5 cm, kemudian bentuk lipatan segitiga, dilipat terus sampai ke ujung plastik. Dan jadilah plastic ini terlipat menjadi segitiga yang kecil ukurannya. Plastik-plastik yang tadinya mungkin menggunung hingga 1 meter tingginya, dengan dilipat segitiga bisa menjadi setinggi 30 centimeter saja. Silahkan mencoba sekarang untuk berpartisipasi menyelamatkan bumi kita!

Contoh plastik-plastik yang dilipat segitiga, hemat tempat!

Mari kita turut serta menyelamatkan bumi dari dalam diri dan rumah kita. Allah SWT berfirman, Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [QS Ar Ruum 41].

Semoga dengan peran serta kita untuk mengurangi penggunaan plastic bisa memberikan sumbangsih demi menyelamatkan bumi dan bisa memperpanjang umur bumi. Dan bisa kita wariskan ke anak cucu generasi mendatang. Sebelum belanja, bawalah recycle bag atau plastic-plastik bekas, dan rapikan plastic-plastik dirumah kita dengan melipatnya menjadi segitiga dan kecil ukurannya.

Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli. Save the Earth: Say no to Plastics!

Ummbab, 22 Desember 2011

Sugeng Bralink for JQ

riyadi.sugeng@gmail.com

Advertisements

4 Comments

  1. kang_hamdi says:

    I am the first to read this post ..!!

  2. citra yakub says:

    cara saya banget tuh nge lipat plastik nya heheheh……………

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: