JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Motivasi » Apa pentingnya Rule of Three?

Apa pentingnya Rule of Three?


With My Kids

The “rule of three” is a principle in writing that suggests that things that come in threes are inherently funnier, more satisfying, or more effective than other numbers of things. The reader/audience of this form of text is also more likely to consume information if it is written in groups of threes1. Rule of three adalah prinsip tertulis yang menunjukkan bahwa hal-hal yang datang dalam tiga hal menjadi lucu, lebih memuaskan, atau lebih efektif daripada nomor lainnya. Para pembaca/penonton dari bentuk teks juga lebih mungkin untuk mengkonsumsi informasi jika ditulis dalam aturan kelompok tiga.

Biar lebih mudah dibacanya, saya akan gunakan Rule of Three. Bagi para penulis professional pastinya sudah kenal banget dengan istilah rule of three ini. Dalam kaidah penulisan sebuah artikel lazimnya mengenal 3 unsur yaitu pembukaan, isi, dan kesimpulan/penutup.

Di Indonesia sendiri banyak digunakan istilah-istilah yang berdasar pada 3 hal. Tri merupakan ejaan dari bahasa inggris ‘Three’, tetapi juga merupakan bahasa yang diadopsi dari bahasa sansekerta yang maknanya Tiga. Kata ‘Tri’ banyak digunakan diberbagai istilah di Indonesia.

Yang menyukai kegiatan pramuka tentu masih ingat dengan Trisatya; Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila, Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat dan Menepati Dasadarma.  Dalam dunia kampus ada istilah Tridarma Perguruan Tinggi; pendidikan, penelitian dan pengabdian. Bagi anda yang menyukai dunia safety dikenal istilah Fire Triangle; heat, fuel dan oxygen.

3 angka sering digunakan dalam berbagai kegiatan perlombaan. Sebut saja lomba lari, sang pemegang bendera start akan mengucapkan satu, dua, tiga! Lalu mulailah para pelari berlari sekencang-kencangnya untuk memenangkan perlombaan. Sebuah perlombaan pasti akan dimulai dari jumlah peserta lomba yang banyak. Dengan melewati babak demi babak, jumlah peserta yang awalnya banyak maka akan semakin menyusut jumlahnya ketika semakin mendekati babak final.

Pada babak kualifikasi, para peserta lomba harus mampu menunjukkan yang terbaik agar bisa meraih posisi pertama, kedua dan ketiga. Kita bisa ambil contoh, lomba karya tulis ilmiah, lomba baca quran, lomba fotografi, lomba olimpiade sains, olimpiade matematika, lomba cerdas cermat dan lomba-lomba lainnya. Puluhan bahkan ratusan peserta di babak awal harus rela tersisih oleh ketiga pemenang di babak puncak. Ketiga pemenang yang berhasil akan mendapatkan penghargaan atau medali emas, perak dan perunggu. Dalam beberapa perlombaan dikenal istilah juara harapan 1, 2 dan 3. Tapi, lagi-lagi rule of three dipakai.

Mengapa rule of three? Bukan maksud kita mengkultuskan angka tiga. Tapi angka tiga menjadi jumlah yang tidak banyak dan tidak sedikit. Jumlah tiga menjadi angka yang gampang diingat oleh siapapun. Khususnya oleh pembaca artikel atau para penghafal tips-tips motivasi, tips-tips sukses. Maka dari itu rule of three bisa menjadi satu alternatif untuk menarik minat pembaca setiap tulisan atau calon customer dari pesan-pesan promosi yang kita sampaikan. Dengan tiga hal ini akan menjadikan sesuatu yang mudah diingat dan harapannya mudah untuk diamalkan.

Dukhan, 26 Desember 2011

Sugeng Bralink for JQ

riyadi.sugeng@gmail.com

Referensi:

1. http://www.wikipedia.org

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: