JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Olahraga » Walau Berselimut Kabut, Akhirnya Bisa Nonton Final Qatar ExxonMobil Open 2012

Walau Berselimut Kabut, Akhirnya Bisa Nonton Final Qatar ExxonMobil Open 2012


Tsonga is The Champion of Qatar ExxonMobil Open 2012 | foto by vtn.vn

Ajang tenis Qatar Open merupakan agenda tahunan di Qatar. Negeri ini menjadi tuan rumah bagi dimulainya turnamen tenis ATP World Tour. Qatar Open juga dikenal dengan Qatar ExxonMobil Open karena disponsori oleh perusahaan kenamaan USA, ExxonMobil. Turnamen Tenis Qatar Open tahun ini menjadi sangat special karena memasuki usia ke-20. Happy 20th Anniversary Qatar Open!

Suhu udara sore itu, 7 Januari 2012 semakin dingin. Berkisar antara 18-19 derajat celcius dengan hembusan angin yang tidak begitu kencang, menambah suasana menjadi semakin dingin. Setelah mencoba mendapatkan tiket masuk minggu lalu dengan bantuan seorang teman di Doha, akhirnya saya dan ketiga teman satu perusahaan pun gagal mendapatkan tiketnya. Tapi karena niat sudah bulat untuk menjadi saksi ajang spektakuler ini, kami pun akhirnya memutuskan tetap berangkat ke Khalifa International Tennis & Squash Complex, tempat digelarnya ajang tenis ini.

Adzan maghrib berkumandang ketika kami melewati Roundabout Bani Hajer, Al Rayyan. Kami pun segera berbelok menuju Al Wajba Petrol Station untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Menuju sebuah masjid yang berada di pojok SPBU ini, kami pun melaksanakan shalat maghrib berjamaah.

Jarum jam menunjuk ke angka 17.30 waktu Doha sesampainya kami di Khalifa Tennis Complex. Terlihat puluhan orang sedang mengantri di Ticket Box. Kami yang tak bermodalkan tiket hanya bisa berharap semoga ada orang yang gak jadi nonton dan menjual tiketnya. Sempat kita temui beberapa orang yang memang mau menjual tiketnya, tapi tak semulus yang kami harapkan. Kita maunya 4 tiket di kelas menengah [middle class] dengan harga tiket @100 QAR [Qatari Riyal, 1 QAR setara 2500 Rupiah], tapi yang ada hanya 2 tiket middle class dan 2 lainnya lowest class seharga @65 QAR. Bingung juga kami dibuatnya. Beberapa saat kemudian, ada yang nawari lagi 4 tiket @65 QAR yang artinya di kelas terendah atau nontonnya di tribun paling atas. “Wah gak usah lah! kejauhan dari pemain tenisnya” kata saya.

ticket box

Tak lama setelah itu ada yang nawari tiket middle class dengan harga lebih mahal dari harga yang dipatok, dia minta 4 tiket @200 QAR. Mahal Kali! Kami pun putuskan gak usah beli lah, mahal amat. Dasar mau cari untung, pikir kita.

Jarum jam pun melewati angka 18.00 malam, upacara pembukaan ajang final tenis pun mulai terdengar sayup-sayup. Tak lama setelah itu, terlihat beberapa orang berseragam dengan membawa alat music keluar dari tennis stadium. Yah, mereka para penabuh alat music yang biasanya mengiringi lagu kebangsaan Qatar. Wah bentar lagi tenisnya dimulai nih! Kata saya.

mejeng sebelum masuk tennis complex

Bolak balik kita saling berdiskusi. Sempat kepikiran, jangan-jangan gak jadi deh kita nonton tenisnya. Setelah menunggu beberapa lama, gak ada lagi yang njual tiket, kami pun putuskan pergi ke acara pameran perdagangan [trade fair] yang sedang berlangsung di Qatar Exhibition Center. Kami berinisiatif untuk mengambil foto di depan pintu gerbang Qatar Exxon Mobil Open 2012. Ya minimal ada kenang-kenangan lah. Biasa, narsis dulu! Hehehe.

Kalau rezeki memang gak akan kemana. Ketika kami melewati depan counter penjualan tiket, kami berpapasan dengan seseorang yang memegang tiket. Temen saya nanyain, “Hey bai [bai, panggilan akrab teman atau friend dalam bahasa hindi], do you want to sale your tickets?” Seorang  berwajah india ini pun bilang “yes, I want to sale my tickets!” Teman saya nyambung nanya lagi ‘how many tickets do you have?  India bilang, “I have 4 tickets, normally one ticket is 100 QAR but I want to sale 50 QAR only!”. Tak nunggu lama lagi, temen saya langsung memegang ke-4 tiket itu, “I want to buy it!”, sambungnya. Dengan sigap segera saya keluarkan uang 200 QAR dari saku jaket. Alhamdulillah, akhirnya bisa dapetin tiket dan bisa nonton final Qatar Open 2012!

Bermodal 4 tiket ditangan, kami berempat segera meluncur ke tribun middle class blok C. Setelah melalui pemeriksaan Xray di pintu masuk, dengan langkah sedikit terburu-buru dan hati yang happy kami langsung menuju pintu gerbang blok C. Pas sekali! Sesampainya kami di kursi tribun middle class, pertandingan dimulai. Gael Monfils VS Jo-Wilfred Tsonga. Ya, this is All France Final. Memang kedua2nya wong perancis. Sebenarnya kami kurang ngefans dengan kedua finalis. Karena kedua jagoan kami [Federer dan Nadal] sudah kandas di babak semi final, mau gak mau kami pun harus menikmati pertandingan final malam ini. No other choices!

nampang dulu sebelum pulang

Nampak kabut semakin tebal dan turun menyelimuti Tennis Stadium. Suhu udara di Score Bord  tertulis 19 derajat celcius. Pertandingan makin seru. Sesekali semua penonton terdiam ketika pemain tenis memulai permainan. Sesekali juga tepuk tangan dan teriakan membahana ketika 1 poin diraih. Itulah tenis, kalau pemain mulai membuat serve, maka semua penonton harus diam. Tak hanya itu, penonton yang baru datang pun gak bisa langsung duduk kalau perebutan 1 poin masih berlangsung.

lagi ngurus cat 'Qatar' yang licin

Pertandingan malam final itu sempat tertunda beberapa menit. Kabut yang semakin tebal membuat lapangan licin. Monfils mengajukan protes kepada wasit soal licinnya lantai lapangan khususnya di area tepat dibelakang garis servis [di tulisan Qatar]. Tulisan ‘Qatar’ ini memang menggunakan cat warna putih, dan mungkin menjadi sangat licin dengan adanya kabut yang turun. Tak berapa lama beberapa orang dengan peralatan yang komplit segera ‘membuat kasar’ cat itu. Terlihat mereka menggosoknya dengan sikat agar tak terlalu licin saat tertutup kabut.

Ajang ATP World Tour dengan total hadiah 1,024,000 US$ pun berlanjut walau berselimut kabut. Tepuk tangan pun membahana ketika pertandingan final dimulai kembali. Tak butuh waktu lama, akhirnya Tsonga yang berada di posisi ke-6 dunia mampu memenangkan pertandingan. Pemain yang biasa dipanggil Jo mengalahkan Gael dengan skor 7-5 dan 6-3.

laser show

Ketika kabut semakin tebal dan suhu udara turun menjadi 17 derajat celcius, acara penutupan pun segera digelar. Lampu stadium tiba-tiba dimatikan. 24 orang berseragam putih dengan sepatu putih menggotong gulungan kain putih. Dengan sigap, ke-24 orang tadi menggelar kain putih itu menutupi seluruh lapangan tenis.

Music bernuansa arab mengiringi laser show malam itu. Fantastic dan Spektakuler! Biasanya yang namanya laser show hanya ada di acara penutupan olahraga multi sport, seperti olimpiade, asian games, arab games ataupun event-event olahraga besar lainnya. Tapi malam itu sangat special. Laser show sangat indah sekali. Kabut yang smakin tebal pun smakin mempercantik suasana stadium.

Acara malam itu ditutup dengan acara ceremonial. Qatar tennis federation [QTF] mengundang para juara Qatar open sejak 1993-2012. Nasser Ghanim Al Khelaifi, Presiden QTF memberikan appreciation throphy kepada para juara Qatar tennis open sejak 1993, salah satu diantaranya adalah Roger Federer yang pernah menjadi juara tiga kali di Qatar Open.  Acara ditutup dengan penyerahan golden eagle trophy dan hadiah utama 177,000 US$ kepada Jo-Wilfred Tsonga sebagai The Champion of Qatar ExxonMobil Open 2012. Congratz for Tsonga!

Dukhan, 9 Januari 2012

Sugeng Riyadi for JQ

riyadi.sugeng@gmail.com

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: