JELAJAH QATAR

Home » 2012 » February

Monthly Archives: February 2012

Wisata Kuliner Indonesia di Qatar: Central Restaurant

Central Restaurant Qatar

Walaupun sudah jauh di negeri orang, kangen kampung halaman menjadi hal yang terelakkan. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di negeri Qatar, satu dari sekian banyak pertanyaan yang menggelayut di hati adalah ada nggak ya restoran Indonesia di Qatar?

Tulisan seputar wisata masakan atau kuliner Indonesia di Qatar edisi perdana ini akan menjelajah makananan Indonesia dari sebuah restoran Indonesia yang selalu rame dikunjungi penikmat kuliner. Sebuah restoran makanan Indonesia yang berlokasi tak jauh dari Doha International Airport. Memang lokasinya dekat airport, tapi bagi yang nggak tahu lika-liku jalanan ibukota akan sulit menemukannya.

Central Restaurant, demikianlah nama restoran Indonesia ini. Kalau di-bahasa indonesiakan menjadi restoran sentral atau restoran pusat. Memang tepat sekali namanya karena memang restoran ini berada di tengah kota Doha dan berada di tengah kepadatan pemukiman di kawasan dekat bandara.

Bicara soal menu, central restaurant menyajikan masakan berasa Indonesia asli. Menu makanan selalu disajikan dalam kondisi hangat. Pokoknya menu masakannya membikin susah untuk menahan air liur.

Pilihan Menu Central Resto

Ada banyak sekali pilihan menu masakan. Diawali dari menu utama wong Indonesia, nasi. Nasi yang disajikan sengaja dipilih nasi yang mempunyai kemiripan dengan nasi Indonesia. Untuk bisa mendapatkan nasi berasa Indonesia, gampang saja. Beli saja nasi impor dari Thailand.

Memang kenapa dengan nasi-nasi yang biasa dikonsumsi orang arab? Kebanyakan orang-orang di timur tengah, biasa mengkonsumsi yang namanya nasi basmati. Nasi yang cenderung pera [bahasa jawa, artinya keras], sangat cocok dibuat nasi goreng.

Tentu saja makan menjadi tak lengkap kalau hanya makan nasi doang. Menu-menu pendampingpun berjajar memberikan banyak macam pilihan bagi para pengunjung restoran ini. Ada beraneka macam sayuran. Ada sayur oseng kangkung, oseng kacang panjang, oseng buncis, sayur terong, kering tempe, sayur lodeh, sayur asem, sop ayam, rendang daging, tahu oseng, ikan goreng, ayam goreng, ikan asam manis, dan berbagai pilihan sayuran lainnya. Tak ketinggalan ada juga bakwan dan tempe goreng. Yang tak kalah menarik adalah sambal hijau yang cukup pedas dan membangkitkan selera makan.

Menu Central Resto

Para pengunjung resto yang super sibuk di jam makan siang ini, juga bisa memesan minuman khas Indonesia, Es Teh Manis. Bagi yang tak suka dingin, tinggal pesan saja the hangat, mau yang manis atau yang tawar saja. Minuman bening ala botol, tersedia buanyak baik yang dingin atau biasa-biasa saja. Tentu saja air mineral produknya bangsa arab. Nggak ada lah yang namanya Aqua dan sejenisnya di Qatar.

Untuk tarif sekali makan per orang, anda cukup merogoh kocek sekitar 20 sampai 30 qatar riyal. Kalau dibanding dengan restoran india memang cenderung mahal. Tapi menjadi tidak mahal ketika kita sudah merasakan nikmatnya aroma dan cita rasa masakan Indonesia. Memang kalau bisa lebih murah atau sama murahnya dengan harga masakan di restoran India, pasti banyak orang akan susah untuk menolaknya.

Untuk menuju lokasi restaurant yang berada di Saeed bin Al Aas Street ini, sebenarnya mudah saja bagi yang sudah pernah kesana. Bagi yang belum pernah, akan saya coba tuliskan petunjuk menuju ke resto central. Jika anda mengendarai mobil dari arah keberangkatan doha international airport, anda cukup lurus menuju ke Toyota Traffic Signal. Dari situ teruskan laju kendaraan dan berbelok kanan pada belokan pertama menuju sebuah tanah lapang. Ketemu pertigaan kecil, anda berbelok kiri sampai ketemu roundabout. Kemudian belokkan laju kendaraan ke arah kanan sampai ketemu roundabout berikutnya dan berbelok kiri sampai pertigaan berikutnya. Nah disitulah restoran sentral berada. Dengan tulisan berwarna putih dan berlatar belakang merah.

Restoran ini buka setiap hari setiap jam 09 pagi dan akan tutup jam 03 sore. Kalau mau kesini, mesti lebih awal. Siapa yang datang lebih awal akan mempunyai banyak pilihan menu. Nomer telponnya 4437-1699.

Bagi anda yang mempunyai GPS atau membutuhkan info koordinat resto central, catat data ini 25.27948 N, 51.54757 E.

Resto central map

Mengenai tempat parkir memang agak susah. Maklum lah namanya juga berada di lokasi pemukiman super padat. Pintar-pintarlah mencari tempat parkir dan selamat menikmati kuliner asli Indonesia di negeri Qatar.

Dukhan, 26 Februari 2012

Sugeng Riyadi [Bralink] for Jelajah Qatar
Enroll | Explore | Enjoy

Nulis Artikel Kok Sulit Ya?

article writing skills by INT & MEC-Q

Banyak sekali nama-nama besar yang dikenal melalui karya tulisannya. Bagi kaum muslim tentu mengenal Imam Syafi’i, Imam Nawawi, Ibnu Katsir, Imam Bukhori dan Imam Muslim. Mereka sangat dikenal di kalangan umat islam karena karya-karya besarnya yang mereka tuangkan dalam bentuk tulisan. Banyak sekali kitab yang mereka hasilkan.  Nama-nama mereka pun terukir dan dikenang sepanjang zaman.

Kemampuan menulis bagi sebagian orang dianggap mudah dan bahkan mungkin sangat mudah. Tapi banyak diantara kita mengganggap bahwa menulis itu susah.    Mungkin kita masih ingat dengan pelajaran bahasa Indonesia. Ketika musim liburan sekolah tiba, maka Sang Guru Bahasa Indonesia akan memberikan PR [pekerjaan rumah]. Selesai liburan sekolah, setiap siswa biasanya diberi tugas untuk membuat karangan yang berisi kegiatan selama liburan. Saya waktu itu termasuk salah satu dari sekian banyak siswa yang paling nggak bisa dengan namanya karang-mengarang. Andaikan jadi itu karangan, banyak sekali kata-kata, kemudian, lalu, terus, dan kata-kata penghubung lainnya yang sering kali terjadi pengulangan yang nggak perlu.

Bagaimana mungkin menyelesaikan sebuah artikel yang bagus, menulis satu kalimat saja terkadang nggak jadi-jadi. Ditulis, dibaca, dihapus, ditulis lagi, dibaca lagi,dihapus lagi… kok jelek ya?. Akhirnya terkadang berhenti menulis. Nulis artikel kok sulit ya!

article writing skills by INT & MEC-Q

Pagi ini memasuki hari Selasa minggu kedua di bulan Februari tahun 2012. Angin bertiup sepoi-sepoi. Langit sangat cerah dibalut warna biru mudanya. Sang Mentari pun sudah tak malu lagi tuk menampakkan batang hidunya di ufuk timur. Di Qatar, hari ini merupakan hari libur nasional bertepatan dengan perayaan Hari Olahraga Nasional [National Sport day] yang pertama kali sepanjang sejarah negeri ini.

Selepas sholat subuh, mandi dan sarapan pagi, saya segera bergegas menuju ke Doha. Saya harus menempuh jarak 80 KM dari sebuah kota yang saya tinggali saat ini. Akan ada 2 aktifitas yang akan mengisi National Sport Day hari ini. Saya menamai hari ini sebagai hari olahraga jasmani dan rohani. Sebelum mengolahragakan jasmani, terlebih dahulu saya akan mengolahragakan rohani dengan mengikuti sebuah workshop yang diselenggarakan oleh Indonesian Nursing Trainers bekerja sama dengan Mutawa English Club, Qatar. Dan untuk mengolahragakan jasmani, saya berencana mengikuti Mini Marathon sejauh 3 KM di Aspire Park  yang diselenggarakan oleh Qatar National Bank.

Jam delapan pagi lewat empat puluh lima menit waktu Qatar, acara workshop yang bertitel “Article Writing Skills” pun segera dimulai. Pak Syaifoel Hardy sebagai pembicara utama pagi ini sudah bersiap di depan audience yang berjumlah 10 orang.

Beberapa alat perekam sudah siap mendokumentasikan kegiatan pagi ini. Seorang berkebangsaan india dengan mengenakan seragam warna merah bertuliskan Indonesian Nursing Trainers sudah bediri dan siap mengabadikan workshop ini dengan video cam-nya. Saya pun tak ketinggalan menaruh audio recorder  tepat disamping proyektor yang menyorotkan makalan presentasi article writing skills ini.

Workshop untuk mendalami dunia tulis menulis ini diawali dengan mengumpulkan secarik kertas yang berisi 8 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sengaja disusun untuk mengetahui motivasi dalam mempertajam potensi menulis. Pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan tujuan hidup ini berisi: Banyak melakukan amal baik, Mendapatkan uang, perolehan nama baik, memperoleh teman dan saudara yg banyak, m, memiliki daya analisa yg tinggi, menjadi professional muslim yang handal, menjadi orang yang berilmu dan diakui dan popularitas. Sebagian besar peserta workshop menyetujui bahwa kedelapan poin tersebut menjadi tujuan hidup mereka Melalui menulis, kedelapan poin  tujuan hidup itu bisa kita capai. Dengan penyampaian yang cerdas dan contoh-contoh yang gampang dicerna, pencerahan tentang tips-tips menjadi penulis artikel pagi ini menjadi sangat menarik.

Dari workshop menulis yang boleh dibilang sangat singkat ini mampu melahirkan ide-ide menulis. Berikut ini ide-ide tema tulisan yang tercetus dari peserta workshop pagi ini:

1. Fenomena Masyarakat Tradisional [tema ini dinilai bersifat terlalu umum, tema ini perlu dispesifikkan]

2. Petualangan [terlalu umum juga, perlu menyoroti hal yang lebih spesifik, Pak Syaifoel memberikan contoh tentang petualangan dengan tema 20 Hari dengan pendeta India]

3. Iri dengan orang kaya [sebuah tema yang bagus dan focus]

4. Kehidupan yang gelamor

5. Ketekunan dan kesabaran

6. Kehidupan islam di Eropa [perlu dispesifikkan ke suatu Negara biar tidak terlalu luas membahasnya]

7. Suasana pendidikan di pesantren [perlu dikupas lebih focus, misalnya dengan mengupas pendidikan keagamaannya atau sosialnya.

8. Indahnya menjadi pengasuh di Yapika/yayasan pendidikan insan karim.

9. Indahnya pantai Corniche di Tepian Teluk Persia

10. Agama dan Budaya dalam pandangan adab modern dan tradisional [tema ini bisa dijadikan sebuah buku, karena temanya sangat luas].

Workshop yang cenderung singkat namun sangat padat dengan tips-tips praktis untuk memulai menulis artikel. Pak Syaifoel yang juga CEO Indonesian Nursing Trainers menekankan kembali bahwa sebagai pemula, cukuplah memulai menulis dengan panjang 300 kata saja. Nggak perlu banyak-banyak dulu.

Jadi setelah mengikuti workshop article writing skills ini, saya dan teman-teman mutawa mendapatkan banyak pencerahan. Kalau boleh dibilang tidak ada kamus sulit dalam menulis artikel. Yang paling penting adalah tuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran kedalam sebuah tulisan. Tuangkan saja laksana air yang mengalir. Kalau sudah selesai menulis, baca kembali tulisan. Perbaiki kembali kalimat-kalimat yang mungkin anda anggap belum enak dibaca. Bisa juga kita minta tolong teman untuk membaca tulisan kita dan mintalah pendapat, kritik dan saran dari mereka. Langkah ketiga, anda bisa meminta tolong kepada seseorang yang sudah biasa menulis atau kepada penulis professional untuk mengkritisi atau memberi masukan.

 

Dukhan, 19 Februari 2012

Sugeng Riyadi [Bralink] for Jelajah Qatar

 

Valentine Day No, Sport Day Yes!

14 Februari, bagi sebagian orang dirayakan sebagai hari kasih sayang atau yang biasa mereka namai dengan Valentine Day. Dalam hal ini ada perbedaan pendapat. Ada yang setuju untuk dirayakan, tapi ada juga yang menolak. Ditengah perbedaan pendapat ini, Qatar sebagai negara modern namun masih menjaga asas keislaman memilih untuk tidak memperingatinya secara khusus.  Pemerintah Qatar mempunyai perayaan nasional yang lain dari yang lain, apa yang mereka rayakan? Ya, Hari Olahraga Nasional atau National Sport Day.

Mulai tahun 2012, tiap hari selasa kedua bulan Februari diperingati menjadi Qatar National Sport Day atau hari olahraga nasional di Qatar. Hal ini berdasarkan Dekrit Deputy Emir dan Heir Apparent [Putra Pangeran], Shaikh Tamim bin Hamad Al Thani. Emiri Decree [Dekrit Emir] No.80 tahun 2011 yang dikeluarkan tanggal 6 Desember 2011.

Munculnya dekrit ini menjadi dasar peringatan olahraga seluruh Qatar. Dekrit ini merupakan inisiatif dari Sang Putra Pangeran, Shaikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Bagi sebagian orang, tanggal 14 Februari diperingati menjadi Valentine Day. Tapi tahun ini valentine day seolah hilang dan sirna oleh kemeriahan peringatan hari olahraga nasional di Qatar. Berbagai perlombaan olahraga diadakan. Dari tingkat wilayah sampai tingkat nasional.

QNB Mini Marathon at Aspire Park

Koran harian di Qatar, Gulf Times dan Peninsula Qatar pun tak ketinggalan turut memberitakan Qatar National Sport Day menjadi headlines. Seluruh kementerian Negara, Badan-badan milik pemerintah dan pihak swasta menyelenggarakan berbagai acara olahraga di hari ini. Hal ini selaras dengan pesan yang disampaikan oleh Qatar Olympic Committee, “ Celebrating the National Sports Day reveals the importance of sport as a significant factor to help domestic institutions achieving their goals by creating a healthy community at both physical and psychological levels.” Pemerintah Qatar dalam hal ini diwakili oleh Komite Olahraga-nya, mempunyai tujuan mulia agar penduduknya menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani melalui berbagai kegiatan olahraga.

Berbagai macam kegiatan pun diadakan untuk memeriahkan perayaan nasional ini. Ada bola voli, walkathon, marathon, memancing, tenis meja, lari, sepak bola, basket, cricket, sepeda, penyuluhan kesehatan dan berbagai kegiatan anak-anak. Jadi tua muda, keluarga ataupun bujangan, semua tumpah ruah ke ruang publik. Saya pun tak ketinggalan turut meramaikan perayaan ini dengan mengikuti lomba Mini Marathon 3KM yang disponsori oleh QNB. Lomba marathon jarak pendek ini bertempat di sebuah taman publik di tengah kota, Aspire Park.

Jumlah pesertanya pun ribuan orang. Pria wanita, tua muda, dewasa anak-anak, kulit hitam maupun putih, yang hidungnya mancung maupun yang pesek. Semua melebur menjadi satu merayakan Hari Olahraga Nasional. Tak ketinggalan para peserta mendapatkan souvenir berupa kaos, topi, botol minuman dan juga sertifikat partisipasi. Pokoknya rame dan menyehatkan.

Qatar yang akan menjadi tuan rumah piala dunia 2022, sangat konsen dengan berbagai kegiatan olahraga. Dalam kalender tahunan nya, berbagai olahraga tingkat internasional diselenggarakan disini. Diawali tiap tahun nya dengan penyelenggaraan Qatar Tennis Open. Dilanjut dengan MotoGP di bulan ketiga atau keempat. Pertandingan persahabatan sepak bola, juga sering digelar. Tim-tim besar seperti Brazil, England, Bayern Munich, Argentina juga pernah bertandang ke Qatar.

Qatar benar-benar menjadikan olahraga menjadi ajang yang spektakuler. Olahraga dijadikan sarana untuk mengenalkan Qatar itu sendiri kepada dunia. Mengenalkan negeri yang notabene sangat kecil dibanding dengan luasnya Indonesia. Tapi Qatar mampu bersaing di dunia internasional, Qatar mampu menjadi penengah di berbagai konflik yang terjadi akhir-akhir ini. Melalui momen Qatar national sports day, Qatar ingin agar penduduk negeri nya baik yang lokal maupun expatriates menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani.

Happy Qatar National Sports Day 2012.

Dukhan, 14 Februari 2012.

Sugeng Riyadi [Bralink]

Museum of Islamic Art Doha-Qatar: Jembatan Sejarah Menuju Masa Depan

         

This slideshow requires JavaScript.

 “The desert sun plays a fundamental role, transforming the architecture into a play of light and shadows.” Itulah sebait quote dari seorang arsitek besar yang berada dibalik sukses sebuah rancang bangun museum islam yang sangat luar biasa, Museum of Islamic Art. Museum yang menelan biaya 300 juta US$ Dollar merupakan rumah bagi 1000 lebih artefak peninggalan sejarah islam dari berbagai penjuru bumi. Secara resmi, museum ini dibuka oleh Emir Qatar Shaikh Hamad bin Khalifa Al Thani pada 22 November 2008.

Museum of Islamic Art Qatar | foto by Sugeng Riyadi

Museum of Islamic Art atau biasa disingkat MIA, diarsiteki seorang berdarah China American yang bernama Leoh Min Pei. Arsitek yang berusia lanjut ini biasa dikenal dengan sebutan I.M.Pei.

Karya besarnya ini terinspirasi sebuah bangunan tempat wudhu di komplek masjid Ahmed Ibn Tulun di Kairo, Mesir. Bangunan ini merefleksikan sebuah ekspresi bangunan geometri kubus. Benar-benar sebuah bangunan yang sangat elegan dan menghadap langsung terik mentari diatas perairan persia.

Ahmad-ibn-Tulun-mosque-in-Old-Cairo | foto by iamegypt.com

Bangunan baru yang menampung benda-benda purbakala dan bersejarah dalam dunia islam ini, dikelilingi oleh taman seluas 20 hektar, menutupi area seluas 35.500 M2, dengan tambahan 2.700 M2 yang berfungsi sebagai Education Wings [sayap pendidikan].

Dilihat secara eliptik, eksterior bangunan ini terdiri dari 5 lantai. Seluas 3.800 M2  merupakan ruang galeri, halaman, dan ruang terbuka. Fasilitas dalam museum ini termasuk 200 kursi auditorium, sebuah restaurant bintang lima, sebuah fountain café, tempat sholat [masjid] untuk kaum pria dan wanita, gift dan bookshop. Interior dan pencahayaan didesain oleh Jean-Michelle Wilmotte dan semakin memperckantik suasana bagian dalam museum. Suasana pencahayaan didalam ruang galeri museum memang sengaja diredupkan untuk mendapatkan kesan bersejarah dan hening.

Dibalik kemegahan museum ini ada nama Sabiha Al Khemir [pria kelahiran 1959] yang berkebangsaan Tunisia. Pria ini adalah seorang writer, illustrator dan pemerhati di dunia seni islam [Islamic art]. Idenya yang brilliant telah terwujud menjadi sebuah bangunan tempat belajar dan juga perpustakaan keislaman ini.

Palm Trees line up in front of MIA

Bangunan ini hanya berjarak 60 meter dari tepian pantai Corniche Doha. MIA berdiri kokoh di atas tanah reklamasi yang berada di Persian gulf [teluk Persia]. Di depan bangunan utama terdapat sekitar 200 pohon kurma yang berjajar rapi disisi kanan kiri sebuah jalan utama menuju MIA. Tepat diujung barisan pohon korma tadi terdapat sebuah kolam kecil yang ditengahnya terdapat air mancur yang memperindah komplek museum ini. Tak jauh dari MIA juga terdapat MIA Park yang baru dibuka untuk public sejak 6 Januari 2012.

Museum of Islamic Art Qatar

Tak seperti layaknya museum-museum lainnya di Negara lain, untuk memasuki museum ini tidak dipungut biaya alias Gratis alias Free. Anda cukup menyerahkan kartu identitas dan anda akan mendapatkan tiket masuk. Untuk alasan keamanan museum, museum ini juga dijaga oleh security yang standby di setiap lantai dan ruangan museum.

Sesaat setelah mendapatkan tiket masuk, anda harus merelakan diri untuk diperiksa oleh scanning machine. Memastikan tidak ada benda-benda tajam atau benda-benda yang bisa membahayakan museum atau pengunjung lainnya.

Bila anda ingin mendapatkan travel guide yang berbentuk gadget yang dilengkapi headset, anda cukup menghubungi pihak information atau multimedia guide. Maka anda akan mendapatkan alat informatif ini dan telah siap berkeliling memutari interior museum. Tapi jangan naik dulu ya, lewatkan sejenak untuk memandang langsung ke arah pantai atau teluk Persia. Melalui dinding kaca di Main Hall,anda bisa menikmati keindahan teluk Persia yang membalut kemegahan kota Doha.

Museum of Islamic Art 1st Floor | http://www.mia.org.qa

Museum of Islamic Art 2nd Floor | http://www.mia.org.qa

Museum of Islamic Art 3rd Floor | http://www.mia.org.qa

Terdapat tiga lantai yang bisa anda kunjungi yang berisi sebagai berikut:

Lantai 1: Information desk, auditorium, multimedia guide, ticket counter, elevators, stairs, prayer hall, cloak room, coffee shop, gift & bookshop.

Lantai 2: The figure in art, Calligraphy, Introduction gallery, pattern, science, stairs dan elevators

Lantai 3: Early Islamic art [7th  – 12th century], Iran & Central Asia [12th – 14th Century], Egyp & Syria [12th – 13th Century], Egypt & Syria [14th – 15th Century], Iran & Central Asia [15th & 16th Century], Iran [16th – 19th Century], India & Turkey [16th – 18th Century], stairs dan elevators.

Opening Hours of MIA | http://www.mia.org.qa

Untuk bisa mengunjungi museum ini, anda harus melihat jadwal kunjungan berikut ini:

Hari Minggu, Senin dan Rabu: 10.30 s.d. 17.30 waktu Doha

Hari Selasa: Libur/tutup

Hari Kamis dan Sabtu: 12.00 s.d. 20.00 waktu Doha

Hari Jum’at: 14.00 s.d. 20.00 waktu Doha

Museum ini hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan dengan kendaraan dari Doha International Airport, bilamana lalu lintas lancar. Anda bisa juga menggunakan kendaraan pribadi atau dengan taksi. Taksi Karwa menjadi satu-satunya pilihan taksi resmi di Qatar. Bila anda ingin menggunakan jasa bis umum, anda bisa menaiki bis Karwa nomor 76. Maka anda akan turun disebuah pemberhentian bis [bus stop] tepat diluar main gate [pintu gerbang utama] museum. Tak usah khawatir, karena anda hanya akan berjalan sekitar 100 meter saja untuk bisa menikmati keindahan dan kemegahan MIA. Sambil berjalan menuju MIA, anda bisa menikmati landscape view kota Doha dan mengambil gambar tentunya. Di halaman museum terdapat juga tanaman zaitun. Bagi anda yang belum pernah tahu kaya apa sih pohon zaitun, maka anda bisa melihat dari dekat pohon zaitun yang disebutkan dalam kitab suci alquran.

Bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi, maka anda akan harus memarkir kendaraan di lapangan parkir yang sangat luas. Lahan parkirnya mampu menampung 400-an kendaraan. Selamat berwisata sambil belajar di Museum of Islamic Art, Doha-Qatar.

Bagi anda yang membutuhkan info koordinat lokasi MIA, silahkan salin koordinat ini: 25.295341 N, 51.539226 E.

Museum of Islamic Art Qatar Map

Silahkan lihat video saat peresmian Museum of Islamic Art oleh Emir Qatar Shaikh Hamad bin Khalifa Al Thani.

Dukhan, 8 Februari 2012-02-08 by Sugeng Riyadi [Bralink] for JQ

referensi:

http://www.halcrow.com/Our-projects/Project-details/Museum-of-Islamic-Art-Qatar/

http://www.arcspace.com/architects/freed/mia/mia.html

http://www.mia.org.qa/english/#about/arch

http://en.wikipedia.org/wiki/Museum_of_Islamic_Art,_Doha

http://www.qatarvisitor.com/index.php?cID=415&pID=1281

http://www.gulf-times.com/site/topics/article.asp?cu_no=2&item_no=479045&version=1&template_id=36&parent_id=16

Bagusnya Penataan Masjid di Qatar (bag.2)

Tulisan ini adalah tulisan kedua tentang penataan masjid-masjid di Qatar yang bisa kita ambil pelajaran. Dalam tulisan ini akan diungkap mengenai penataan interior masjid-masjid di Qatar.

3. Tempat wudhu

Tempat pertama yang dicari sebelum masuk masjid adalah tempat wudhu, khususnya bagi para jamaah yang belum mempunyai wudhu. Pengaturan tempat wudhu didalam masjid-masjid di Qatar rata-rata didesain dengan adanya tempat duduk didepan kran air. Tempat duduk ini memang didesain untuk para jamaah yang akan mengambil air wudhu untuk bersuci sambil duduk. Memang dalam prakteknya banyak juga yang berwudhu sambil berdiri.

tempat wudhu

Untuk menghemat air, menggunakan kran-kran air yang bisa berhenti sendiri setelah beberapa detik air mengalir. Pengguna air tinggal menekan tombol kran air dan mengambil air wudhu, setelah beberapa saat air akan berhenti sendiri. Untuk melanjutkan mengambil air wudhu, kita tinggal menekan tombol kran air itu lagi dan air akan mengalir kembali dan akan berhenti sendiri setelah beberapa detik. Begitulah seterusnya demi penghematan air.

4. Toilet dan tempat sabun

Layaknya tempat umum yang baik pasti ada toiletnya. Tak terkecuali masjid-masjid di qatar. Tidak hanya toilet yang bersih, tersedia juga kotak-kotak sabun cair yang senantiasa dirawat dan diisi ulang. Tersedia dia juga mesin pengering otomatis dan kertas tissue gulung. Tentu saja ini semua sangat bermanfaat dan sehat. Dengan adanya kotak-kotak sabun cair ini, maka sangat tepat bagi para jamaah sehabis berhadast baik kecil maupun hadast besar, kemudian mencuci tangannya. Dari dalam toilet pun, sudah mengajarkan kedisiplinan dalam hal kebersihan dan kesucian.

5. Lantai [karpet] masjid

Ketika kita memasuki masjid-masjid di Qatar, hampir semuanya ditutupi oleh karpet-karpet halus dan bagus. Warna merah dan hijau banyak mendominasi. Karpet-karpet ini memang didesain khusus untuk melapisi lantai-lantai tempat bersujud didalam masjid. Bedanya dengan karpet-karpet yang sering kita jumpai di masjid-masjid di negeri kita adalah tidak adanya garis pembatas kanan kiri, layaknya satu ukuran sajadah. Karpet-karpet didalam masjid di Qatar hanya bergaris lurus [diposisi kaki] untuk mengatur lurusnya shaf-shaf shalat, sehingga sangat mudah bagi para jamaah meluruskan shaf serta merapatkan barisannya.

interior masjid

Dengan desain karpet masjid yang seperti ini, maka barisan jamaah shalat pun akan sangat lurus dan rapat. Hal inilah yang menarik perhatian saya, kenapa karpet-karpet masjid di Indonesia kok kebanyakan bermotif layaknya sajadah berukuran besar yang akibatnya jamaah satu sama lain terkadang akan menganggap bahwa posisi berdirinya menyesuaikan garis pembatas yang satu ukuran sajadah. Hal ini mengakibatkan shaf-shaf shalat pun akan renggang satu sama lain. Dari sini kita bisa belajar bahwa ajaran tentang pentingnya shaf shalat yang lurus dan rapat, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat.

6. Rak Kitab

Didalam masjid-masjid di Qatar, kita bisa jumpai susunan kitab-kitab suci al qur’an yang sangat rapi. Kitab nya pun seragam warna dan bentuknya. Tapi ada berbagai macam ukuran tentunya. Kitab-kitab suci ini memang sengaja disuplai langsung oleh AWQAF.

Rak-rak kitab tampak rapi berisikan kitab-kitab yang berjajar dan tertata cantik. Tidak hanya rapi dan cantik untuk dilihat namun kitab-kitab suci ini pun banyak dibaca oleh para jamaah di waktu-waktu menunggu shalat berjamaah setelah azan dikumandangkan. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan mengagumkan. Subhanallah.

Insha allah bersambung…

Dukhan, 5 Februari 2012

Sugeng Riyadi [Bralink] for JQ

riyadi.sugeng@gmail.com

Dubes LBBP RI diterima Emir Qatar

Dubes RI Meets Emir Qatar

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Negara Qatar (Dubes LBBP RI), Deddy Saiful Hadi, diterima secara resmi oleh Emir Negara Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, di komplek Istana Emir, DiwanAmiri, Qatar, Rabu, 1 Februari 2012.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI yang didampingi oleh Pejabat Diplomatik KBRI Doha menyampaikan surat-surat kepercayaan Presiden RI (credentials) kepada Emir Qatar yang didampingi oleh 6 orang pejabat tinggi dari Diwan Amiri maupun Kementerian Luar Negeri Qatar.

Dubes RI dalam kesempatan dimaksud menyampaikan salam hangat dari Presiden RI kepada Emir dan seluruh warga Qatar, serta mengharapkan peningkatan kualitas hubungan bilateral antara kedua negara yang saat ini sudah berjalan dengan sangat baik.Disampaikan pula perkembangan pembangunan terkini yang dicapai oleh Indoensia di berbagai bidang, serta peran Indonesia dalam berbagai forum internasional. Dubes RI secara khusus juga menggaris bawahi kesuksesan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011. Dubes RI berharap, peningkatan kerjasama dalam bidang-bidang strategis antara Indonesia dan Qatar, baik di bidang ekonomi maupun sosial budaya, dapat dilaksanakan di masa yang akan datang dan bermanfaat bagi masyarakat kedua negara.

Menanggapi hal tersebut, Emir Qatar mengucapkan terima kasih dan menyampaikan hal yang sama kepada Presiden RI, serta mengucapkan selamat datang kepada Dubes RI di Qatar. Disampaikan pula bahwa Qatar sangat menghormati Indonesia sebagai negara sahabat dan ingin bersama-sama dengan Indonesia untuk mencapai kemajuan dalam berbagai bidang. Emir Qatar menyambut baik berbagai inisiatif kerjasama yang dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara termasuk di bidang ekonomi dan sosial budaya serta beberapa bidang lainnya.

Emir Qatar menerima Dubes RI dalam suasana yang sangat hangat dan bersahabat. Tawa lepas pemimpin Negara Qatar sesekali terdengar menanggapi hal-hal ringan yang disampaikan oleh Dubes RI di sela-sela pertemuan yang juga dihadiri oleh salah seorang putri Emir. Disampaikan pula perasaan bahagia Emir Qatar yang telah mengunjungi Indonesia pada tahun 2009 dan akan sangat senang jika dapat mengunjungi kembali Indonesia di masa yang akan datang.

Kehangatan suasana penyerahan credentials dan pembicaraan dalam format yang begitu cair selama lebih dari 25 menit cukup berbeda dengan skenario yang tercantum dalam pemberitahuan dan pedoman resmi pihak protokol Kemlu Qatar dan Diwan Amiri kepada KBRI Doha. Dengan suasana yang begitu hangat tersebut, diharapkan menjadi awal yang baik dalam rangka peningkatan kerjasama bilateral antara kedua negara.

Ketentuan protokoler penyerahan credentials dimulai dari penjemputan di kediaman resmi Dubes RI, disertai iring-iringan patroli pengawalan dari pihak Kepolisian dan Protkol Kemlu Qatar dan Diwan Emiri. Selanjutnya, Dubes RI didampingi oleh Komandan Pasukan Kehormatan Negara Qatar menginspeksi pasukan di halaman depan komplek Istana Emir seusai mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan yang diikuti oleh lagu kebangsaan Negara Qatar, As Salam Al Amiri. Selanjutnya Dubes RI beserta seluruh pejabat diplomatik KBRI Doha ditemani oleh Kepala Protokol Istana menuju ruang kerja Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.

Menjelang berakhirnya pertemuan, Dubes RI kembali menyampaikan harapan peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara dan Emir Qatar menanggapi secara positif hal tersebut, serta mengucapkan selamat menikmati negara Qatar kepada Dubes LBBP RI.

Dengan telah terlaksananya penyerahan credentials kepada Emir Qatar, Dubes RI selanjutnya secara resmi dapat melaksanakan tugas-tugas kenegaraan mewakili Pemerintah RI di Negara Qatar.

source:KBRI DOHA