JELAJAH QATAR

Home » 2012 » April

Monthly Archives: April 2012

Catatan Umrah Naik Bis #3: Perbatasan Qatar Menuju Perbatasan Saudi

menunggu pemotretan dan finger print di imigrasi saudi

Setelah melewati proses pengesahan dari kantor imigrasi Qatar dengan dicapnya semua paspor para jamaah umrah, Bis berwarna hijau ini segera meluncur menuju portal customs (bea cukai Qatar). Seorang petugas bea cukai berseragam Qatar Customs menaiki bis dan mengecek semua paspor jamaah. Sebelumnya semua jamaah sudah memastikan halaman paspor dibuka pada halaman yang ada cap persegi empat berwarna merah yang bertitelkan EXIT.

Proses pengecekan petugas bea cukai tak berlangsung lama. Bis pun kembali melaju dengan kisaran kecepatan 80 KM/Jam. 15 menit berlalu, akhirnya armada mercedes berkapasitas 50-an orang inipun memasuki lapangan parkir. Nampak 10 bis sudah terparkir dan berjajar rapi. Jarum jam tepat menunjukkan angka 19.23 waktu setempat. (more…)

Catatan Umrah Naik Bis #2: Dukhan Menuju Perbatasan Qatar

Sore ini suhu udara di kota Dukhan cenderung hangat. Suhu udara berkisar 25-27 derajat celcius. Serombongan jamaah umrah dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak sudah mulai berdatangan ke JRC. Sesuai jadwal, para jamaah harus berkumpul sebelum jam 3 sore waktu Qatar.

Semakin sore semakin banyak yang datang. Namun bis yang ditunggu belum juga datang. Kami pun segera mengambil air wudhu untuk segera menunaikan sholat jamaah ashar. Terlihat sebagian yang lain baru saja mengambil Umrah Kit yang terdiri dari tas jinjing dan sepasang pakaian ihrom. Nampak juga petugas resepsionis JRC sedang sibuk mengecek paspor para jamaah. Setiap jamaah harus mengisi 2 form yaitu form kedatangan (arrival form) dan form keberangkatan (departure form). Kedua form dimaksudkan untuk diberikan kepada petugas perbatasan negara Saudi Arabia saat memasuki dan keluar negeri tersebut. (more…)

Catatan Umrah Naik Bis #1: Persiapan Keberangkatan

Umrah menurut bahasa artinya berkunjung atau ziarah, sedangkan menurut agama ialahmengunjungi Baitullah dengan niat ibadah dengan cara tertentu dan dapat dikerjakan dalam waktu Haji maupun diluar musim Haji dan disebut Haji Kecil. Umrah dilakukan dengan ihram dari Miqat, kemudian Tawaf, Sa’i dan diakhiri dengan Tahallul (mencukur rambut) dan menghindari segala macam larangan-larangan Ihram.

Allah berfirman yang artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS Al Baqarah: 196) bagi yang mampu melakukan umroh berkali-kali itu lebih baik lagi, “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah s.a.w telah bersabda Umroh ke Umroh berikutnya adalah penebus dosa diantara keduanya(HR. Bukhari & Muslim)“.

Sepanjang hidupnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak 4 kali.Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : “Rasulullah mengerjakan umrah sebanyak empat kali. (Yaitu) umrah Hudaibiyah, umrah Qadha`, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (umrah) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau”.

Pembaca yang dirahmati Allah…

Demikian tadi sekilas tentang dasar hukum atau alasan mengapa kita sebagai umat islam perlu melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci Mekah. Tulisan ini akan berkisah tentang catatan perjalanan umrah saya menggunakan bis. Tulisan pertama ini akan mengungkap tentang tahap-tahap persiapan keberangkatan umrah.

Dua minggu sebelum keberangkatan, semua calon jamaah umrah diwajibkan mengumpulkan persyaratan perjalanan umrah, utamanya untuk pengurusan visa umrah di kedutaan besar Saudi Arabia yang berkantor di Qatar. Selain itu untuk memastikan jumlah peserta yang akan ikut, karena jumlahnya pun terbatas.

Persyaratan yang dibutuhkan diantaranya:

1. Foto copy paspor termasuk halaman residence permit (RP) untuk memperoleh ijin secara dini (early approval).

2. Paspor asli dengan validitas minimum 6 bulan masa berlaku dan validitas residence permit [ijin tinggal] sekurang-kurangnya 3 bulan.

3. Pas photo berwarna dengan latar belakang warna putih berukuran 4 X 6 cm (passport size) sebanyak 3 lembar.

4. Menandatangani surat pernyataan yang disiapkan oleh pihak pengelola yaitu Jinnan Recreation Center (JRC).

5. Membayar sejumlah 675 Qatar riyal (kalau 1 qatar riyal 2500 rupiah maka senilai 1.687.500 rupiah) untuk pengurusan visa, transportasi dan akomodasi. Bagi bayi atau anak dibawah umur 2 tahun cukup membayar 250 Qatar riyal (senilai 625.000 rupiah saja) namun tidak disediakan tempat duduk khusus.

6. Exit Permit (ijin keluar) dari perusahaan kita bekerja yang harus diurus oleh masing-masing calon jamaah umrah.

Umrah kali ini JRC bekerjasama dengan Hamla (Travel Agency) Al-Irfan Muathier, Doha. Seminggu setelah pengumpulan berkas-berkas diatas, visa umrah pun siap diambil di kantor resepsionis JRC.

Selain persyaratan diatas, saya coba mencari informasi dari beberapa teman yang pernah menunaikan ibadah umrah tahun-tahun sebelumnya. Dari berbagai sumber maka saya simpulkan beberapa barang yang perlu dibawa saat pergi ke Makkah untuk berumrah sebagai berikut:

1. Passport yang sudah berisi visa umrah dari kedutaan Saudi Arabia.

2. Pakaian ihram

3. Sabuk warna putih untuk mengencangkan pakaian ihram

4. Sandal jepit tanpa jahitan

5. Handphone sebagai alat komunikasi selama perjalanan

6. Kamera digital jika memang suka mengabadikan peristiwa selama travelling atau saat di Makkah dan Madinah.

7. Charger Handphone. Di Saudi menggunakan standar colokan listrik 2 lubang, maka perlu membawa ekstensi colokan listrik dari 2 colokan ke 3 lobang. Bisa juga ditambahkan dengan membawa charger HP yang biasa dipakai di kendaraan.

8. Charger kamera tentunya.

9. Makanan untuk makan malam di perjalanan hari pertama, jangan mengandalkan dibawain orang lain yaa J

10. Makanan ringan atau snacks untuk menemani perjalanan yang sangat lama didalam bis, walaupun katanya bis akan berhenti di beberapa tempat untuk istirahat. Tapi ada baiknya kita beli snacks jadi perjalanan tidak membosankan.

11. Air minum atau jus

12. Kalau perlu membawa mie rebus atau mie dalam kemasan, eeh siapa tahu nggak cocok dengan menu makanan india di Makkah atau Madinah.

13. Kalau perlu juga bawa termos perebus air untuk membuat mie rebus di kamar selama tinggal di hotel, siapa tahu menu nasi biryani atau masakan ala india yang banyak ditemui di Makkah tidak cocok dengan lidah Indonesia.

14. Kalau perlu bawa juga kaca mata hitam, karena suhu udara di siang hari semakin panas. Akhir april merupakan masa musim semi menuju ke musim panas. Jadi suhu udara di siang hari cenderung lebih dari 35 derajat.

15. Kalau perlu juga bawa masker, siapa tahu tiba-tiba ada badai pasir. Maklum lah peralihan musim di timur tengah biasanya disertai dengan badai pasir.

16. Bagus juga membawa gunting kecil untuk melakukan pemotongan rambut sesaat setelah ritual sya’i. Untuk menggundulnya bisa datang ke tukang cukur yang banyak berjajar di luar masjidil haram.

17. Bawa juga buku panduan umrah yang berisi do’a-do’a dan amalan lainnya.

18. Bawa baju ganti secukupnya tergantung dari lamanya perjalanan.

19. Perlengkapan mandi dan gosok gigi termasuk handuk, sabun, pasta gigi, sikat gigi, deodorant dan shampoo.

20. Alat cukur rambut (hair clipper) kalau memang mau cukur sendiri.

21. Bawa koper, ukuran sesuai kebutuhan. Jika berencana belanja oleh-oleh lumayan banyak, lebih baik membawa koper ukuran yang besar.

22. Bawa tas jinjing yang cukup untuk membawa pakaian ihram dan alat mandi. Barang-barang lainnya bisa dimasukkan ke koper.

bersambung…

Dukhan, 24 April 2012