JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Religi » Catatan Umrah Naik Bis #2: Dukhan Menuju Perbatasan Qatar

Catatan Umrah Naik Bis #2: Dukhan Menuju Perbatasan Qatar


Sore ini suhu udara di kota Dukhan cenderung hangat. Suhu udara berkisar 25-27 derajat celcius. Serombongan jamaah umrah dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak sudah mulai berdatangan ke JRC. Sesuai jadwal, para jamaah harus berkumpul sebelum jam 3 sore waktu Qatar.

Semakin sore semakin banyak yang datang. Namun bis yang ditunggu belum juga datang. Kami pun segera mengambil air wudhu untuk segera menunaikan sholat jamaah ashar. Terlihat sebagian yang lain baru saja mengambil Umrah Kit yang terdiri dari tas jinjing dan sepasang pakaian ihrom. Nampak juga petugas resepsionis JRC sedang sibuk mengecek paspor para jamaah. Setiap jamaah harus mengisi 2 form yaitu form kedatangan (arrival form) dan form keberangkatan (departure form). Kedua form dimaksudkan untuk diberikan kepada petugas perbatasan negara Saudi Arabia saat memasuki dan keluar negeri tersebut.

Seusai sholat berjamaah, 2 bis berukuran besar sudah terparkir di halaman JRC. Sebuah bis bermerk Jerman, Mercedes sudah siap mengantar para jamaah umrah menuju ke tanah suci. Satu bis berwarna putih dan satunya berwarna hijau tua. Kapasitas masing-masing bis sekitar 50-an tempat duduk. Jumlah pastinya saya memang nggak sempat ngitung.

Para penumpang yang kebanyakan berkewarganegaraan India berada di bis yang berwarna putih, sementara kebangsaan lainnya termasuk Indonesia, Pakistan, Sudan, Tunisia, Jordania berada di bis berwarna hijau.

Sesaat sebelum berangkat sebenarnya mau ada acara foto-foto, tapi nggak jadi. Nggak tahu kenapa, yang jelas cuma menyempatkan berfoto bersama sebagian jamaah.

Tepat pukul 16.20 waktu Dukhan, kedua bis pun segera melaju menuju ke perbatasan Qatar dan Saudi Arabia. Perbatasan antar kedua negara ini terletak di sebuah wilayah yaitu Abu Samra. Jarak antara Dukhan menuju Abu Samra sekitar 90 KM.

Sepanjang perjalanan dari Dukhan, kami pun menikmati pemandangan ladang minyak milik perusahaan pemerintah Qatar, Qatar Petroleum.  Aksi foto-foto sangat dilarang jika kita melewati area ini.

Di beberapa area nampak rerumputan yang nampak hijau. Rumput-rumput yang tumbuh karena beberapa hari yang lalu sempat turun hujan agak deras mengguyur kota Dukhan dan sekitarnya. Sesekali kita temui onta dan kambing gurun yang sedang digembala.

Tepat jam 17.20, kedua bis sampai di perbatasan Qatar, Abu Samra. Petugas dari Hamla Al Irfan yaitu Pak Faishal segera mengumpulkan semua paspor untuk dilakukan pengecapan dari petugas imigrasi. Karena waktu menjelang maghrib, kami pun segera bersiap untuk menunaikan ibadah sholat maghrib. Ada juga yang memanfaatkan untuk berbelanja kebutuhan yang masih kurang.

Di area perbatasan ini anda bisa temui sebuah grocery, cafe, ATM Doha Bank, Masjid, dan toilet pria wanita. Sambil menunggu waktu, kita pun bisa duduk-duduk santai di taman yang nampak asri dan hijau. Disisi pinggir taman nampak pohon kurma yang mulai berbunga.

Tepat jam 19.10 kedua bis segera meninggalkan imigrasi Qatar dan melewati bea cukai Qatar. Form kedatangan juga dikumpulkan untuk persiapan melewati pemeriksaan di perbatasan saudi arabia*

bersambung…

Dukhan, 24 April 2012

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: