by Sugeng Bralink

Tulisan ini bukan bermaksud pamer atau menyombongkan diri. Tulisan ini hanya ingin memberitahu kepada dunia tentang sekelumit kehidupan dan kiprah para perawat Indonesia di Qatar. Ditengah panasnya musim panas, tulisan ini mencoba untuk bisa menyejukkan suasana.

Perawat Indonesia pertama kali menjejakkan kaki di Qatar sejak tahun 2001. Sebut saja namanya Budi Setiawan. Seorang perawat lulusan AKPER Depkes Semarang yang sebelumnya telah merantau jauh sampai ke bumi Papua. Dari pijakkan kakinya lah, sejarah dan kiprah perawat Indonesia dimulai di Qatar.

Satu, dua, tiga hingga sekarang telah mencapai angka 69 perawat Indonesia yang bekerja dan sekaligus tinggal di Qatar. Sejumlah perawat Indonesia ini, kebanyakan bekerja di sektor oil & gas. Bukan menjadi pekerja minyak sih, tapi bekerja di perusahaan minyak dan gas. Sebagian yang lain bekerja di perusahaan fertilizer (pupuk) dan petrochemical (petrokimia). Sebagian lainnya lagi bekerja di Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Swasta dan Klinik Swasta.

Pembaca yang baik hatinya…

Akhir tahun 2008, tepatnya bulan September tahun itu. Saya sendiri baru 3 bulan merasakan suasana kerja dan kehidupan di Qatar. Para perawat Indonesia di Qatar, untuk pertama kalinya mengadakan Musyawarah Besar Bersama (MUBESMA). Musyawarah ini diadakan sebagai awal lahirnya Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau Indonesian National Nurses Association in Qatar yang biasa disingkat menjadi INNAQ. Keberadaan organisasi ini tentu tidak asal dibentuk. Kepanitian MUBESMA juga melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Qatar dan Pengurus PPNI Pusat. Alhamdulillah, Almarhum Pak Rozy Munir (DUBES RI di Qatar waktu itu), meresmikan kepengurusan INNAQ I periode 2008-2010 dengan Presiden (Ketua) Pak Daben Suhendi dan Sekretaris Jendral (Sekjen) Pak Zaenal Mutaqin. Komunikasi intensif pun kita lakukan dengan PPNI Pusat yang waktu itu diketuai oleh Ibu Achir Yani.

INNAQ II periode kepengurusan 2010-2012 diketuai oleh Pak Joko Winarno dan Sekretaris Jendral Pak Imron Fauzi. Empat tahun eksis di Qatar, apa sih kiprah para perawat Indonesia di Qatar? Apakah mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat Indonesia di Qatar? Atau mereka ‘mengurung diri’ seperti katak dalam tempurung?

Sejak dibentuknya INNAQ, para perawat Indonesia di Qatar makin eksis di masyarakat baik yang bersifat sosial maupun internal organisasi. Berbagai macam kegiatan pun diikuti. Menjadi First Aider di kegiatan olahraga masyarakat Indonesia, berpartisipasi dalam kegiatan perlombaan masyarakat Indonesia, berpartisipasi menjadi first aid trainer dalam training first aid untuk komunitas Indonesia, melakukan pengobatan gratis untuk Tenaga Kerja Wanita yang bermasalah bekerja sama dengan Dokter Indonesia di Qatar serta KBRI Doha.

Dalam kegiatan internal organisasi, para perawat Indonesia juga melakukan kegiatan pendidikan profesional berkelanjutan. 5 orang melakukan pendidikan jarak jauh, dan alhamdulillah di tahun 2010, 1 orang telah lulus di University of Queensland di Bachelor Science if Nursing dan 1 lagi di Master of Emergency Management. Di tahun berikutnya, 2 orang lulus S1 dari University of West Scotland di Bachelor Science of Nursing juga. Satu nya saat ini sedang mengambil Post Graduate di bidang Public Health.

Di tahun 2012 baru-baru ini, beberapa rekan kita juga baru lulus program Diploma III Keperawatan. Dan Insha Allah, akhir bulan Agustus 2012 sejumlah 20 perawat Indonesia lainnya akan menyelesaikan Program Sarjana Keperawatan. Selain di bidang keperawatan, ada juga yang tertarik melanjutkan studi di Sarjana Ekonomi dan Nebosh Diploma di bidang Occupational Health and Safety.

Tidak hanya itu, para perawat Indonesia juga mengikuti berbagai kegiatan training seperti Cardio-Pulmonary Resuscitation-Automated External Defibrilator (CPR-AED), Immediate Life Support (ILS), Advanced Life Support (ALS), International Trauma Life Support (ITLS), Major Incident Medical Management & Support (MIMMS), Pediatric Advanced Life Support (PALS) di Hamad International Training Center. Disamping itu, kita juga aktif mengikuti E-Learning yang ditawarkan gratis oleh ict-Qatar. Sebulan dua kali, kita juga mengikuti kegiatan inhouse lecture sesama perawat bersama rekan kerja dari negara lain.

Pembaca yang budiman….

Disamping kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dan pengembangan diri, ada banyak macam kreativitas perawat Indonesia di Qatar. Diantaranya adalah dengan dikembangkannya forum diskusi perawat dan lembaga pelatihan online, Indonesian Nursing Trainers (INT) dengan CEO nya, Pak Syaifoel Hardy. Forum diskusi INT memanfaatkan media sosial Facebook dan mempunyai website resmi di http://www.indonesiannursingtrainers.com. Di forum ini, banyak perawat Indonesia yang bisa mengambil manfaat dengan saling berbagi informasi dan pengalaman.

Kreativitas lainnya adalah membuat komunitas online di Indonesia Qatar Broadcast (IQB). IQB lahir atas ‘penemuan’ dari Pak Nurudin Bin Syarif. Perawat Indonesia di Qatar yang sudah lebih dari lima tahun menikmati hidup di negeri Oryx ini. Dengan komunitas ‘Push To Talk’ dari software ZELLO ini, dimanfaatkan sebagai media layaknya radio untuk berbagi informasi-informasi terkini di seputar Qatar. Bahkan memasuki bulan ramadan, IQB mengadakan Tadarus Online yang dipandu Ustadz dari Indonesia yang juga bekerja di Qatar. Di setiap pagi pun, IQB menyelenggarakan Tausiyah yang dipandu oleh Ustadz Saharuddin El Sasaky. Kunjungi websitenya di http://www.indonesiaqatarbroadcast.weebly.com.

Ada yang senang dunia training, forum, radio, ada juga yang senang photography. Satu lagi warga perawat INNAQ, Pak Sobur Setiaman. Beliau ini juga aktif dalam komunitas photography yang diberi nama Mat Kocak. Dari sini mereka saling berdiskusi dan berbagi tentang photography, baik untuk sekedar hobbi ataupun profesionalisme.

Satu lagi yang menarik, Kang Asep Hermawan. Demi melestarikan salah satu akar budaya Indonesia, Kang Asep sejak beberapa bulan lalu memperkenalkan Silat Harimau Siliwangi. Disamping sering tampil di Hotel dan KBRI, Kang Asep juga melakukan latihan rutin mingguan di Wakrah, Qatar. Bagi yang masih penasaran dengan kegiatan Kang Asep, bisa mengunjungi blognya di http://www.harimausiliwangi.wordpress.com.

Dibidang sosial, warga INNAQ, Pak Nurhadi bersama rekan-rekannya mendirikan Panti Asuhan SYIFA. Sebuah wujud kepedulian kepada yang kurang beruntung. Saling berbagi terhadap sesama. Silahkan kunjungi websitenya di http://www.syifa.org.

Demikian sekelumit kiprah Perawat Indonesia di Qatar. Mungkin masih banyak yang lainnya, tapi saya harapkan tulisan ini bisa memberikan informasi sekilas kepada dunia luar tentang keberadaan perawat Indonesia di Qatar. Yang jelas bahwa selalu ada cara untuk berkarya dan berkreativitas dengan segala keterbatasan. Kalau mau berkarya tidak harus menunggu kesempurnaan.

Dukhan, 23 Juli 2012
Ramadan Kareem