JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Motivasi » Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?


Image

Foto dikutip dari http://louerchezsoi.wordpress.com

Dalam Al Quran surat Ar Rahman, ada ayat yang berbunyi sama dan diulang sampai 31 kali. Ayat itu berbunyi ”

, yang artinya Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dari sudut pandang orang awam, saya mencermati ayat ini sebagai sebuah peringatan dari Sang Maha Penggenggam setiap hati. Kita diingatkan betapa nikmat Allah itu begitu besar dan sangat sangat luar biasa.

Betapa nikmatnya mempunyai rambut yang lebat, sementara banyak orang yang saat ini sedang mencari berbagai macam cara agar rambutnya tumbuh kembali.

Betapa nikmatnya mempunyai mata yang bisa melihat, sementara banyak orang yang saat ini sedang menjalani pengobatan karena matanya tak lagi jelas untuk melihat.

Betapa nikmatnya mempunyai hidung yang mampu membaui, sementara banyak orang yang saat ini sedang berjuang melawan kanker nasofaring dan hidungnya tak lagi mampu membaui.

Betapa nikmatnya mempunyai gigi yang sehat, sementara saat ini banyak orang yang sedang menderita sakit gigi.

Betapa nikmatnya yang masih mampu bernafas secara normal, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini sedang dirawat dengan alat bantu pernafasan.

Betapa nikmatnya yang masih mampu makan dengan mulut, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini sedang dibantu makan dengan selang makanan.

Betapa nikmatnya yang masih mampu berjalan dengan kaki, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini tidak mempunyai kaki lagi.

Betapa nikmatnya yang masih mampu mengetik dengan tangan, sementara banyak saudara kita yang tangannya tak lagi utuh.

Betapa nikmatnya yang masih bisa bekerja, sementara begitu banyak orang yang menganggur.

Betapa nikmatnya yang masih bisa makan, sementara begitu banyak orang yang kelaparan.

Betapa nikmatnya yang punya rumah, sementara begitu banyak orang yang gelandangan.

Betapa nikmatnya yang punya keluarga, sementara begitu banyak orang yang keluarganya mati karena negerinya dilanda perang.

Betapa nikmatnya yang punya anak, sementara masih banyak pasangan menikah yang menantikan hadirnya buah hatinya.

Betapa nikmatnya yang punya sepeda, sementara yang lain hanya jalan kaki.

Betapa nikmatnya yang punya mobil, sementara yang lain hanya naik sepeda.

Betapa nikmatnya yang punya pesawat pribadi, sementara yang lain hanya naik mobil pribadi.

Betapa nikmatnya sehat itu, sementara banyak orang yang saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit.

Betapa nikmatnya kaya itu, sementara banyak orang yang saat ini masih miskin.

Betapa nikmatnya waktu lapang itu, sementara banyak orang yang saat ini sempit sekali waktunya.

Betapa nikmatnya muda itu, sementara banyak orang yang saat ini sudah menjadi tua.

Betapa nikmatnya hidup itu, sementara banyak orang yang saat ini sudah terbujur kaku ditimbun tanah kuburan.

Rasulullah s.a.w bersabda yang artinya : ” Rebutlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Pertama : masa sehat sebelum sakit. Kedua : masa kaya sebelum datangnya masa sempit (miskin). Ketiga : masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Keempat: masa mudamu sebelum datang masa tua dan kelima masa hidup sebelum tiba masa mati.” (Hadits Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).

Nikmat Allah memang tiada terhingga. Andaikan air laut itu dijadikan tinta, maka sampai habis pun tak akan mampu menuliskan limpahan nikmatNya. Nikmat Allah itu bagi siapa saja. Yang lengkap tubuhnya maupun yang kurang. Yang kaya maupun yang miskin. Yang tinggi badannya maupun yang pendek. Yang besar badannya maupun yang kurus. Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl: 18 yang artinya “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

Yang lengkap anggota tubuhnya bisa berkarya dan berprestasi. Tapi apakah yang cacat nggak bisa? Jawabannya BISA! Yang nggak lengkap pun masih bisa berkarya dan menunjukkan prestasinya. Pernahkah anda mendengar nama Nicholas James Vujicic atau biasa dipanggil Nick?

Nick Vujicic adalah seorang berkebangsaan Serbia. Dia lahir pada tanggal 4 Desember 1982 di Brisbane, Australia. Nick dilahirkan dalam kondisi cacat tubuh, tanpa kedua tangan, tanpa kedua kaki tapi masih ada kedua telapak kaki dengan dua jempolnya saja. Cacat ini dikenal dengan istilah tetra-amelia syndrome. Tentu bukan kondisi yang mudah baginya untuk bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya yang normal anggota tubuhnya. Akan tetapi dengan segala kekurangan fisiknya tidak membuat Nick minder.

Dengan segala kekurangannya, Nick mampu bangkit dan tetap percaya diri. Nick mampu menyelesaikan kuliahnya hingga dua bidang studi sekaligus, akuntansi dan perencanaan keuangan di Griffith University. Walau sempat ada upaya bunuh diri di usianya yang kedepalan, saat ini mampu menjadi seorang motivator ulung. Disamping itu, di tahun 2010 bukunya yang pertama pun diterbitkan dengan judul Life Without Limits: Inspiration for a Ridiculously Good Life. Saat ini Nick mempunyai organisasi non profit yang dinamainya Life without Limbs. Vujicic juga pernah menjadi pembicara di acara World Economic Forum 2011 dengan topiknya yang berjudul “Inspired for a Lifetime” di Switzerland.

Mungkin kita pernah membaca kisah tentang seorang tukang becak di Jogja yang mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus menjadi dokter. Suyatno adalah seorang tukang becak dengan pendapatan 20 sampai 30 ribu per hari. Dengan pendapatannya yang pas-pas an tersebut, anaknya yang cerdas mampu lolos di UGM Jogja. Hingga akhirnya mampu mengantarkannya hingga lulus menjadi dokter. Bahkan Suyatno pernah diundang secara khusus oleh pihak UGM pada saat pertemuan dengan orangtua para mahasiswa pada tahun ajaran 2011/2012. Suyatno dijadikan contoh figur yang mampu memotivasi orangtua yang lain agar tetap semangat dan penuh motivasi ditengah segala kekurangannya.

Habibi, ini bukan Pak B.J. Habibie teknokrat itu. Ini juga bukan Pak Habibie Sang Mantan Presiden itu. Tapi ini adalah Habibi Afsyah. Seorang yang mengalami kecacatan “Muscular Dystrophy tipe Becker”. Hampir semua anggota tubuhnya lumpuh. Penyakit yang diidapnya semenjak masih anak-anak menjadikan pertumbuhan fisiknya terganggu. Atas inisiatif ibunya yang menyekolahkan Habibie ke sekolah internet marketer di tahun 2007, menjadikan Habibie saat ini mampu mendapatkan penghasilan yang sangat lumayan. Habibie mampu menghasilkan uang rata-rata 500US$ sampai 10,000 US$ per bulan.

Nick yang nggak punya tangan dan kaki, bisa berprestasi dan menjadi mativator ulung. Suyatno yang tukang becak, bisa menyekolahkan anaknya menjadi dokter. Habibi yang lumpuh tubuhnya, bisa berpenghasilan tinggi. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita punya, tidaklah menjadi penghalang untuk terus berkarya. Semangat ketiganya yang luar biasa, semoga mampu menggugah semangat kita yang mungkin saat ini sedang mengendor dan menurun.

Keterbatasan bukanlah penghalang untuk maju dan berprestasi. Keterbatasan bukanlah alasan untuk terbelakang dan miskin. Karena nikmat Allah itu begitu besarnya. Semua yang ada di jagad raya ini adalah kepunyaan dan rahasia Allah. Semua mahluk di muka bumi ini sudah mempunyai rezekinya masing-masing. Teruslah berusaha dan berdoa agar kasih sayang Allah senantiasa bersama kita. Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus, begitu kata Ustadz Yusuf Mansur.

Dukhan, 1 Oktober 2012

riyadi.sugeng@gmail.com

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: