JelajahQatar.com

Home » 2012 » November (Page 2)

Monthly Archives: November 2012

Camping & Crabing di Wakrah Mangrove Beach

Udara di Qatar kian dingin. Sore hari ditengah jalanan ibukota yang sangat padat lalu lintasnya, suhunya hanya 32 derajat. Itulah monitor suhu yang ada di kendaraan yang saya tumpangi ketika menuju ke sebuah kota yang tak jauh dari Kota Doha, yaitu Wakrah.

Memenuhi undangan seorang teman, saya bersama seorang teman bernama Ria Budi yang mempunyai nama panggilan Budi atau Riboed. Kendaraan yang kami tumpangi Dobel Gardan, begitu orang Indonesia menyebutnya. Dalam bahasa inggrisnya disebut Four Wheel Drive (4WD). Kami sengaja mengendarai 4WD karena lintasan yang akan kami lalui memang berpasir.

Selepas jamaah maghrib di Masjid dekat rumah teman saya di Wakrah, laju kendaraan segera kita pacu menuju Pantai Wakrah. Sebuah pantai yang katanya ditumbuhi pohon mangrove. Dan yang membikin tertarik adalah disana kita bisa menemukan banyak ikan dan kepiting. Khususnya ketika air laut sedang surut. Dengan air yang dangkal kita bisa asyik menangkap ikan dan kepiting. (more…)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Image

Foto dikutip dari http://louerchezsoi.wordpress.com

Dalam Al Quran surat Ar Rahman, ada ayat yang berbunyi sama dan diulang sampai 31 kali. Ayat itu berbunyi ”

, yang artinya Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dari sudut pandang orang awam, saya mencermati ayat ini sebagai sebuah peringatan dari Sang Maha Penggenggam setiap hati. Kita diingatkan betapa nikmat Allah itu begitu besar dan sangat sangat luar biasa.

Betapa nikmatnya mempunyai rambut yang lebat, sementara banyak orang yang saat ini sedang mencari berbagai macam cara agar rambutnya tumbuh kembali.

Betapa nikmatnya mempunyai mata yang bisa melihat, sementara banyak orang yang saat ini sedang menjalani pengobatan karena matanya tak lagi jelas untuk melihat.

Betapa nikmatnya mempunyai hidung yang mampu membaui, sementara banyak orang yang saat ini sedang berjuang melawan kanker nasofaring dan hidungnya tak lagi mampu membaui.

Betapa nikmatnya mempunyai gigi yang sehat, sementara saat ini banyak orang yang sedang menderita sakit gigi.

Betapa nikmatnya yang masih mampu bernafas secara normal, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini sedang dirawat dengan alat bantu pernafasan.

Betapa nikmatnya yang masih mampu makan dengan mulut, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini sedang dibantu makan dengan selang makanan.

Betapa nikmatnya yang masih mampu berjalan dengan kaki, sementara banyak saudara kita yang mungkin saat ini tidak mempunyai kaki lagi.

Betapa nikmatnya yang masih mampu mengetik dengan tangan, sementara banyak saudara kita yang tangannya tak lagi utuh. (more…)