JELAJAH QATAR

Home » 2013 » February

Monthly Archives: February 2013

Menikmati Kuliner Turki di Al Nasr Street

image

Tak jauh dari tengah kota Doha, ada namanya An Nasr Street. Sepanjang jalanan ini banyak kita temui restaurant. Satu diantaranya Central Turkish Reataurant.

Pertengahan Januari lalu disaat musim dingin lagi dingin-dinginnya, kami bertiga menyusuri kota Doha. Tak lain tak bukan hanya sekedar mencari buah tangan untuk dibawa cuti bulan depan.

Coklat dan korma menjadi 2 oleh-oleh yang tak pernah dilewatkan untuk dibeli. Ngga tau darimana awalnya, dua makanan ini menjadi oleh-oleh favorit para pekerja migran di Timur Tengah.

Selepas sholat zuhur, perut pun kian keroncongan. Suara usus pun kian kencang menanti asupan kuliner yang gurih dan mengenyangkan.

Hasil diskusi kami putuskan untuk menikmati kuliner ala turki. Ada anekdot, jauh-jauh ke luar negeri masa makannya menu Indonesia lagi Indonesia lagi. Mbok cari yang lain.

Bukan kami tak cinta makanan Indonesia. Bukan pula lidah kami telah berubah. Tapi kami berpikir, inilah saatnya kita nikmati berbagai macam kuliner.

Tiba di depan pintu restaurant, kami terperangah. Wow! Rame nian ini restaurant. Terbayang sudah, berapa besar omsetnya.

Terlihat jejeran parcel siap antar di meja panjang tepat didepan pintu masuk. Pelanggan pun datang silih berganti. Sementara pelayan restaurant nampak sangat sibuk mencatat pesanan, menyiapkan pesanan, dan menerima bayaran tentunya.

Satu hal yang menarik, seorang dengan seragam kaos putih dan bertopi putih ala koki, sedang membakar roti turki dalam tungku yang sangat besar.

Roti atau biasa disebut khobus dalam bahasa arabnya, menjadi menu pokok di sebagian tanah arab dan orang-orang arab. Tidak hanya kenyang tapi juga nyaman di perut.

Ada banyak pilihan menu di restaurant ini. Dari ayam, kambing atau beef. Semua terserah kita.

Siang itu kami memesan lamb chops, lamb kofta dan chicken kofta. Ditemani masing-masing satu gelas jumbo jus alpokat.

Menunggu hampir setengah jam, akhirnya pesanan kami datang juga. Rasanya tak sabar untuk segera menyantap. Tiga piring berisi pesanan kami dan satu piring besar berisi irisan khobus turki.

Kami pun lahap dan menyantap semua hampir tanpa sisa. Ternyata kuliner turki memang beda. Meski tanpa nasi tapi tetap bergizi.

Dukhan, 2 Februari 2013

Advertisements

Menikmati Guyuran Hujan di Padang Pasir

Mendung di Dukhan

Jelajah Qatar | Sugeng Riyadi | Doha – Hujan merupakan barang langka di kawasan teluk. Jangankan hujan, lha wong sekedar gerimis saja jarang sekali turun.

Selama lebih dari empat tahun saya di Qatar, paling banyak seminggu dalam setahun turun hujannya. Hujannya pun bukan hujan yang lebat. Bukan pula hujan yang bisa menjadi banjir seperti di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Hujannya hanya rintik-rintik atau hujan gerimis.

Tanah padang pasir beda dengan kontur tanah negara-negara tropis seperti Indonesia. Ketika turun hujan disini, tanah tak langsung bisa menyerap air dengan cepat. Guyuran hujan gerimis sebentar saja bisa membuat genangan air.

Bukan karena drainase yang nggak bagus. Tapi memang daya serap tanah disini beda.

Kita bisa temukan genangan air di lubang-lubang galian di pinggir jalan. Air menggenang di cekungan tanah di padang pasir. Terkadang hujannya sudah berhenti sampai seminggu, airnya masih menggenang.

Walaupun hujan jarang turun disini, tapi bukan menjadikan negeri ini gersang tanpa tanaman. Pemerintah negeri yang kaya minyak dan gas ini senantiasa berupaya menjadikan Qatar menjadi negeri yang hijau.

Di sepanjang jalanan banyak kita temui pepohonan kurma dan sidra yang hijau. Mekarnya bunga-bunga warna warni menjadi pemandangan yang indah disepanjang jalanan ibukota. Khususnya ketika musim dingin tiba.

Kran penyiram taman dan tanaman siap menyemburkan airnya di jam-jam tertentu. Menyirami dan menyejukkan hehijauan. Baik di musim panas menyengat atau musim dingin yang menusuk tulang. Hujan yang jarang turun bukanlah penghalang negeri ini sebagai alasan untuk krisis air.

Air suling menjadi sumber kedua sumber air bersih dan banyak digunakan selain air tanah. Dengan teknologi modern yang tidak mungkinpun menjadi mungkin. Air laut teluk persia menjadi pasokan utama air suling yang diproduksi untuk mensuplai kebutuhan air bersih.

Walaupun air bersih bisa dipenuhi dengan pasokan air suling, senantiasa dihimbau agar menggunakan air dengan bijak. Gunakan air seperlunya untuk generasi masa depan.

Dukhan, 1 Feb 2013