JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Negeri » Menikmati Guyuran Hujan di Padang Pasir

Menikmati Guyuran Hujan di Padang Pasir


Mendung di Dukhan

Jelajah Qatar | Sugeng Riyadi | Doha – Hujan merupakan barang langka di kawasan teluk. Jangankan hujan, lha wong sekedar gerimis saja jarang sekali turun.

Selama lebih dari empat tahun saya di Qatar, paling banyak seminggu dalam setahun turun hujannya. Hujannya pun bukan hujan yang lebat. Bukan pula hujan yang bisa menjadi banjir seperti di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Hujannya hanya rintik-rintik atau hujan gerimis.

Tanah padang pasir beda dengan kontur tanah negara-negara tropis seperti Indonesia. Ketika turun hujan disini, tanah tak langsung bisa menyerap air dengan cepat. Guyuran hujan gerimis sebentar saja bisa membuat genangan air.

Bukan karena drainase yang nggak bagus. Tapi memang daya serap tanah disini beda.

Kita bisa temukan genangan air di lubang-lubang galian di pinggir jalan. Air menggenang di cekungan tanah di padang pasir. Terkadang hujannya sudah berhenti sampai seminggu, airnya masih menggenang.

Walaupun hujan jarang turun disini, tapi bukan menjadikan negeri ini gersang tanpa tanaman. Pemerintah negeri yang kaya minyak dan gas ini senantiasa berupaya menjadikan Qatar menjadi negeri yang hijau.

Di sepanjang jalanan banyak kita temui pepohonan kurma dan sidra yang hijau. Mekarnya bunga-bunga warna warni menjadi pemandangan yang indah disepanjang jalanan ibukota. Khususnya ketika musim dingin tiba.

Kran penyiram taman dan tanaman siap menyemburkan airnya di jam-jam tertentu. Menyirami dan menyejukkan hehijauan. Baik di musim panas menyengat atau musim dingin yang menusuk tulang. Hujan yang jarang turun bukanlah penghalang negeri ini sebagai alasan untuk krisis air.

Air suling menjadi sumber kedua sumber air bersih dan banyak digunakan selain air tanah. Dengan teknologi modern yang tidak mungkinpun menjadi mungkin. Air laut teluk persia menjadi pasokan utama air suling yang diproduksi untuk mensuplai kebutuhan air bersih.

Walaupun air bersih bisa dipenuhi dengan pasokan air suling, senantiasa dihimbau agar menggunakan air dengan bijak. Gunakan air seperlunya untuk generasi masa depan.

Dukhan, 1 Feb 2013

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: