JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Kuliner » Menikmati Kuliner Turki di Al Nasr Street

Menikmati Kuliner Turki di Al Nasr Street


image

Tak jauh dari tengah kota Doha, ada namanya An Nasr Street. Sepanjang jalanan ini banyak kita temui restaurant. Satu diantaranya Central Turkish Reataurant.

Pertengahan Januari lalu disaat musim dingin lagi dingin-dinginnya, kami bertiga menyusuri kota Doha. Tak lain tak bukan hanya sekedar mencari buah tangan untuk dibawa cuti bulan depan.

Coklat dan korma menjadi 2 oleh-oleh yang tak pernah dilewatkan untuk dibeli. Ngga tau darimana awalnya, dua makanan ini menjadi oleh-oleh favorit para pekerja migran di Timur Tengah.

Selepas sholat zuhur, perut pun kian keroncongan. Suara usus pun kian kencang menanti asupan kuliner yang gurih dan mengenyangkan.

Hasil diskusi kami putuskan untuk menikmati kuliner ala turki. Ada anekdot, jauh-jauh ke luar negeri masa makannya menu Indonesia lagi Indonesia lagi. Mbok cari yang lain.

Bukan kami tak cinta makanan Indonesia. Bukan pula lidah kami telah berubah. Tapi kami berpikir, inilah saatnya kita nikmati berbagai macam kuliner.

Tiba di depan pintu restaurant, kami terperangah. Wow! Rame nian ini restaurant. Terbayang sudah, berapa besar omsetnya.

Terlihat jejeran parcel siap antar di meja panjang tepat didepan pintu masuk. Pelanggan pun datang silih berganti. Sementara pelayan restaurant nampak sangat sibuk mencatat pesanan, menyiapkan pesanan, dan menerima bayaran tentunya.

Satu hal yang menarik, seorang dengan seragam kaos putih dan bertopi putih ala koki, sedang membakar roti turki dalam tungku yang sangat besar.

Roti atau biasa disebut khobus dalam bahasa arabnya, menjadi menu pokok di sebagian tanah arab dan orang-orang arab. Tidak hanya kenyang tapi juga nyaman di perut.

Ada banyak pilihan menu di restaurant ini. Dari ayam, kambing atau beef. Semua terserah kita.

Siang itu kami memesan lamb chops, lamb kofta dan chicken kofta. Ditemani masing-masing satu gelas jumbo jus alpokat.

Menunggu hampir setengah jam, akhirnya pesanan kami datang juga. Rasanya tak sabar untuk segera menyantap. Tiga piring berisi pesanan kami dan satu piring besar berisi irisan khobus turki.

Kami pun lahap dan menyantap semua hampir tanpa sisa. Ternyata kuliner turki memang beda. Meski tanpa nasi tapi tetap bergizi.

Dukhan, 2 Februari 2013

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: