JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Negeri » JALAN-JALAN KE PASAR KAMBING DI QATAR

JALAN-JALAN KE PASAR KAMBING DI QATAR


pasar kambing1Jelajah Qatar | Sugeng Bralink | Doha – Bagi sebagian orang mungkin malas pergi ke pasar kambing. Satu hal yang menjadi alasan tentu masalah bau. Sudah barang tentu yang namanya pasar kambing ya bau embek. Namanya aja nggak pernah mandi, ya bau lah.

Mengantar seorang teman yang akan mencari kambing aqiqah dua hari lalu, akhirnya setelah hampir 5 tahun di Qatar saya bisa menengok secara langsung suasana pasar kambing Qatar. Terdapat banyak sekali kandang yang berpagarkan kawat. Bau pun mulai menyengat hidung ketika laju kendaraan perlahan mendekat ke area pasar kambing.

Tak jauh dari pintu masuk terlihat bangunan lain yang berisikan tumpukan rumput dan karung pakan kambing. Di tengah lahan terbuka dan sengatan mentari yang mulai memanas, puluhan truk berjajar membawa rumput-rumput yang masih terlihat segar dan hijau.

Sesaat sebelum zuhur, kami memasuki area pembelian kambing resmi milik pemerintah. Teman saya yang sudah pernah kesini beberapa kali segera mengorientasikan tentang transaksi jual beli kambing di pasar kambing Qatar. Petugas berseragam coverall warna hijau pun mulai datang menghampiri. Mereka menawarkan barang dagangannya. Ada kambing Australia, india, Pakistan, Syria, sudan, dan kambing-kambing import lainnya. Harganya bervariasi. Dari yang 300 an real sampai ribuan real. Tinggal pilih sesuai kantong.

pasar kambing2Satu loket ada di ujung dekat pintu masuknya kambing ke ruang penyembelihan. Di loket ini kita membayar sejumlah uang atas kambing yang sudah kita pilih. Kemudian kita akan mendapatkan kupon yang selanjutnya kita serahkan ke petugas penyembelihan. Saat menyerahkan kita memberitahu keperluan penyembelihan kambing itu. Untuk sekedar makan biasa atau aqiqah.

Setelah kambing kita operkan ke petugas penyembelihan, sambil menunggu antrian penyembelihan, kita bisa melihat secara langsung suasana ruang penyembelihan kambing.

pasar kambing3Petugas di ruangan ini berseragam warna putih. Merah darah membasahi seragam para petugas. Diujung sebalah kanan ada 3 orang petugas, 1 petugas sedang memegang pisau dan 2 lainnya bersiap memegang kaki kambing yang akan disembelih. Hanya dalam waktu 3 detikan, kambing pun sudah tersembelih dengan sempurna. Begitu tajam pisau itu.

Kambing yang sudah tersembelih itupun bergeser kearah kiri ke bagian mengupas kulit kambing dan memotong kaki-kakinya. Setelah melewati pemotongan daging, maka daging kambing akan diperiksa oleh dokter hewan yang selalu standby. Kalau memang tidak sehat dan tidak layak konsumsi, maka kita sebagai pembeli berhak untuk mendapat ganti kambing hidup yang sehat tanpa membayar lagi.

Sebenarnya ongkos pemindahan kambing dari kandang ke ruang penyembelihan itu sudah sepaket dengan harga kambing, akan tetapi karena mungkin budaya baik hati, menjadi rahasia umum bahwa biaya angkat satu kambing sekitar 50 real. Selanjutnya untuk ongkos pemotongan sendiri seharga 15 real. Di saat mengangkat daging kambing yang sudah dipotong ke kendaraan, banyak diantara pembeli kambing disinipun memberikan uang tips sebagai ganti uang lelah memanggul.

pasar kambing5Oh ya, di pasar ini juga terdapat kandang-kandang kambing milik swasta. Kalau senang tawar menawar, maka kandang-kandang milik tengkulak ini cocok bagi anda. Disini kita bisa menawar sepuasnya kepada para penjual yang rata-rata dari Sudan, Bangladesh, Pakistan dan India. Kalau anda bisa berbahasa arab menjadi hal yang sangat bagus, karena rata-rata dari mereka pintar berbahasa arab. Bahasa inggris tak terlalu pintar. Bisa sih, tapi ya terbatas.

Ditengah hiruk pikuknya pasar kambing, waktu zuhur tiba. Kami pun bergegas mengambil air wudhu dan sholat zuhur berjamaah di sebuah masjid tengah pasar.

Seusai sholat, perut mulai keroncongan. Tepat disamping masjid terdapat sebuah restaurant. Tampilan dari luar Nampak lusuh. Maklum lah namanya aja padang pasir. Debu pun Nampak menempel disana sini. Mungkin sang pemilik warung tak sempat membersihkannya. Tapi kami tak peduli.

Warung makan itupun penuh pengunjung. Kembali bau kambing pun masih menempel di hidung. Pengunjung warung tersebut kebanyakan para pedagang pasar. Hanya kami yang berbeda dan sedikit berbau wangi, hehehe.

Nasi biryani 3 porsi, 2 ikan goreng, 1 porsi gulai kambing ala Bangladesh dan 3 kaleng minuman kelapa dalam kaleng kami pesan. Alhamdulillah rasa lapar pun sirna setelah lahap menyantap menu ala Bangladesh ini. Harga nya pun tak mahal. Dengan menu segitu, saya hanya merogoh kocek 39 real. Sangat murah dibanding makan di restoran Indonesia sekalipun.

Dukhan, 24 April 2013

Advertisements

4 Comments

  1. Irfannetwork says:

    heheh bagus pak keadaane bersih.. tapi kok sepi ya pak keliatane heheh :p

  2. iya mas irfan….pas kesana pasar sepi karena mau sholat zuhur. kalao paginya mungkin ramai.

  3. darissalam says:

    pak saya mau kerja di qatar, gmn ya?

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: