image
Foto by @sugengbralink

Puluhan tahun yg lalu, nggak ada namanya psikotest ketika mau masuk kelas satu Sekolah Dasar.

Lain dulu lain sekarang, saat ini psikotest (diistilahkan lain dengan “obervasi”) menjadi bagian untuk mengkaji secara dini tumbuh kembang anak sebelum masuk ke bangku SD.

Hasil pengamatan secara langsung kemarin, beberapa hal yang dikaji diantaranya:

1. Anak diminta menuliskan sendiri namanya (nama panggilan).

2. Anak diminta menghitung gambar-gambar yang ada didalam kotak, kemudian mencocokkan dengan angka-angka yang ada disebelah kotak tersebut. Kemudian dihubungkan dengan garis.

3. Anak diminta mengamati dua buah kotak yang berisi gambar serupa, akan tetapi salah satunya masih belum lengkap. Selanjutnya anak diminta melengkapi gambar yang belum lengkap tersebut. Masih dalam lembar yang sama, anak ditanya, “gambar mana yang paling adik suka?”. Kemudian anak diminta menuliskan nama gambar tersebut dalam kolom yang tersedia di akhir halaman.

4. Anak diminta mencari beberapa titik perbedaan dalam dua gambar yang mirip (serupa tapi ada yang tak sama).

5. Anak diminta mendengarkan cerita pendek, diakhir cerita anak diminta menjawab beberapa pertanyaan dari cerita tersebut.

6. Anak ditanya tentang hafalan surat-surat pendek Alqur’an, selanjutnya membacanya. Satu surat saja cukup.

7. Bagian akhir, anak diberi ucapan terima kasih dan diberi hadiah alat tulis (pensil & penghapus). Senangnya anak ketika menerima hadiah ini:)

8. Tak ketinggalan, orangtua diminta menjawab beberapa pertanyaan yang ada dalam tiga lembar formulir.

SDIT Harapan Ummat (Harum) #BralinkCity, 14 Januari 2015