JELAJAH QATAR

Home » 2015 » February

Monthly Archives: February 2015

Indonesia Melibas Nepal 4:2 di Qatar

Doha, Qatar | Ditengah persepakbolaan nasional yang sedang lesu, masyarakat Indonesia patut berbangga. Bertempat di Al Arabi Sports Club-Doha, Timnas sepakbola Komunitas Indonesia di Qatar (Garuda Qatar) mampu melibas Timnas Komunitas Nepal dengan skor akhir 4:2. Kedua tim bermain sangat ketat selama 2 kali 25 menit. Ditengah cuaca angin kencang, pertandingan sore itu mampu menyedot perhatian 4000-an pasang mata. Sorak sorai penonton terus bergema sepanjang pertandingan berlangsung diiringi dengan dentuman alat musik penggelora semangat kedua tim.

garudaqatar

Foto by IFQ

Tim asuhan Coach Rahmat Sobekti ini bermaterikan para pemain muda. Mereka direkrut dari komunitas-komunitas masyarakat Indonesia di Qatar yang tersebar di berbagai kota; Dukhan, Doha, Alkhor, Wakrah dan Messaeed. Supporter Nepal sore itu sangat luar biasa! Seperti dikabarkan oleh salah seorang penonton, Komunitas Nepal mengerahkan 50-an bus dan puluhan bus kecil lainnya. Hal ini berbeda dengan supporter Indonesia yang hanya 100-an orang saja. Hal ini bisa dipahami, karena disaat yang sama banyak acara-acara komunitas lainnya. Tapi sedikitnya supporter Indonesia tak membuat semangat kendor. Yel-yel Indonesia terus menggema di Al Arabi Sport Stadium selama pertandingan bergulir.  (more…)

Advertisements

Makna Dibalik Cublek-Cublek Suweng

Oleh Anonym

Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yang sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup

Cublak-cublak suweng,
artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.
Suwenge teng gelenter,
Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia. (more…)

13 Nasehat Kehidupan

Oleh M. Fuady bin Abdulloh

1. Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki
akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.
2. Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya,

3. Bukan gelar atau jabatan menjadikan orang mulia. Jika kualitas pribadi buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah.

4. Ciri seorang pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integrasi antara kata dan perbuatannya .

5. Jika kita belum bisa membagikan harta, atau
kalau kita tidak bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan.

6. Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri. (more…)

Koleksi Video Citizen Journalist #NET10 dari Qatar

Doha – Qatar | Pembaca Blog Jelajah Qatar yang berbahagia, senang rasanya jika kita bisa berbagi untuk sesama. Berbagi tak melulu dalam bentuk materi. Berbagi bisa juga dalam bentuk informasi.

Informasi yang kita bagi bisa kita wujudkan dalam bentuk tulisan, gambar atau video. Tak melulu info-info yang sifatnya serius, info seputar travelling, gaya hidup, kuliner bisa menjadi hal yang menarik untuk dibagi.

Muhammad Kamalludin, warga negara Indonesia yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan besar di Qatar memiliki hobby citizen jurnalist. Karya-karyanya dituangkan dalam bentuk video. Hasil karyanya sering kali tayang di Televisi yang mengusung slogan Televisi Masa Kini.

Karya citizen jurnalist Muhammad Kamalludin tayang di program NET10. Program televisi yang menayangkan karya-karya citizen jurnalist dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia.

Berikut ini karya-karya Muhammad Kamalludin dan saya sendiri, yang bisa kita nikmati kembali, khususnya bagi anda yang belum sempat menonton secara LIVE di NET TV. Selamat menikmati sambil minum kopi.

OFFROAD ADVENTURE DI GURUN QATAR #NET10

BUGATTI TAMPILKAN MOBIL TERCEPAT DI DUNIA DALAM AJANG QATAR MOTOR SHOW 2015 #NET10

Taman Aspire di Qatar penuh dengan keindahan – NET10

(more…)

Benahi Diri dengan Shalat Tepat Waktu

Dipublikasi atas rangkuman dari berbagai sumber

Seorang Bapak berbincang dengan penjaga keamanan.

Penanya : “Kerja disini digaji pak?”

Satpam : “Iya dong pak.”

Penanya : “Alhamdulillah ya, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yang nggak punya pekerjaan apalagi digaji”

Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, Saya bosan Pak, sudah 7 tahun begini terus … jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.”

Penanya : “Ooo begitu ya Pak. Ohya, sudah sholat Pak?”

Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.”

Penanya : “Wah, sekarang jam 3-an, waktunya Ashar. Kalau Bapak sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam. Kalau satu hari ada 5 waktu sholat, rata-rata Bapak menunda 5 x 2 jam = 10 jam. Artinya Satu minggu Bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam. Satu tahun Bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun Bapak telah menunda sholat selama 7 x 3360 jam = 23.520 jam atau sama dengan 3 tahun. Nah, jadi dari 7 tahun yang Bapak merasa bosan itu, Bapak telah kehilangan 3 tahun menunda sholat.”

Satpam : “Wah, iya-ya Pak. Banyak banget ya.” (more…)

SAHABAT ABU HURAIROH RODHIYALLÒHU ‘ANHU WA ARDHÒHU

Oleh Mochammad Fuady bin Abdullah

Nama sahabat mulia ini adalah Abdurrahman bin Shokhr Ad-Dausy…berasal dari Yaman.

Ibunya bernama Umaimah binti shufaih bin Harits,juga dari Ad-Dausy,Yaman.

Abu Hurairah RA berkata:”Rosulullah SAW memanggilku Abu Hirr,sedangkan para sahabat memanggilku Abu Hurairah”.(HR.Alhakim 3/506 dan Ibnu Asakir 67/313).

Abu Hirr artinya bapaknya kucing.Sedangkan Abu Hurairah artinya bapaknya kucing cilik/(tashghir).

Abdullah bin Rofi’ RA bertanya kepada Abu Hurairah RA,bagaimana engkau bisa dipanggil Abu Hurairah?.Kemudian dijawab bahwa aku adalah pengembala kambing dari salah seorang keluargaku,aku punya kucing kecil.Kalau malam menjelang,aku taruh kucing itu diatas pohon dan ketika pagi tiba,aku ambil dia dan ku ajak main bersamaku.Maka mereka menyebutku Abu Hurairah”.(HR.At-Tirmidzi 3840,Ibnu Sa’d 4/329 dan Ibnu Asakir 67/312-313). (more…)