JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Motivasi » 13 Nasehat Kehidupan

13 Nasehat Kehidupan


Oleh M. Fuady bin Abdulloh

1. Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki
akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.
2. Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya,

3. Bukan gelar atau jabatan menjadikan orang mulia. Jika kualitas pribadi buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah.

4. Ciri seorang pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integrasi antara kata dan perbuatannya .

5. Jika kita belum bisa membagikan harta, atau
kalau kita tidak bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan.

6. Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri.

7. Pastikan kita sudah bersedekah hari ini, baik dengan materi, dengan ilmu, tenaga atau minimal
dengan senyuman yag tulus.
8. Para pembohong akan di penjara oleh kebohongannya sendiri, orang yang jujur akan menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.

9. Bila memiliki banyak harta, kita akan menjaga harta. Namun jika kita memiliki banyak ilmu, maka
ilmu lah yang menjaga kita.
10. Kalau hati kita bersih, tak ada waktu untuk berpikir licik, curang atau dengki sekalipun.

11. Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan berkerja ikhlas ialah bagian dari hati.

12. Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri.

13. Kita tidak akan pernah tahu kematian akan menjemput kita, tapi kita tau persis seberapa
banyak bekal yang kita miliki untuk menghadapinya,
yaitu Alloh Azza Wa Jalla.

Dari waktu kewaktu adalah pengurangan usia kita.Itu berarti kita semakin dekat dengan ajal yang sudah Allah tentukan.

Merenung dan mengaji diri adalah pijakan untuk mengadakan perubahan.Dalam diri kita harus ada perubahan dari waktu kewaktu…berubah menuju kepada hal yang lebih baik.

Keadaan yang serba temporal dan dinamis ini,harusnya memacu dan melecut kita agar lebih serius berbenah menghadapi kematian yang akan kita jelang.

Menterlantarkan diri dan terus menerus tanpa peningkatan amal kebajikan,itu berarti kita telah banyak melewatkan kesempatan sebagai anugerah-Nya…menyia-nyiakan ni’mat-Nya…

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: