JelajahQatar.com

Home » 2015 » August

Monthly Archives: August 2015

Yuk Belajar Kepemimpinan Ala Rasulullah SAW

JelajahQatar.com | Yuk simak kajian tentang leadership Rasulullah SAW oleh Ustad Budi Ashari, Lc. Beliau menyampaikan paparannya dalam “Leadership (Kepemimpinan) Rasulullah” di Bank Indonesia Pekanbaru, Rabu (12 Agustus 2015).

Dari penggembalaan kambing menuju kepemimpinan umat (Prof. Dr. Mahmoud Muhammad Imarah).

Jadi kalau anak bapak kalau ingin jadi leadership yang kokoh, suruh gembala kambing (Budi Ashari).

CURHAT PERAWAT INDONESIA KE IBU MENTERI KESEHATAN

syaifoel hardy

JelajahQatar.com | Setelah publikasi SURAT TERBUKA untuk MTKI dari Bapak Syaifoel Hardy tentang STR, kali ini beliau kembali mengungkapkan isi hatinya tentang NIKMATNYA MENJADI PERAWAT INDONESIA kepada Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Berikut isi lengkap curahan hati beliau yang dituangkan di laman group facebook INDONESIAN NURSING TRAINERS yang beranggotakan 21.000 lebih. 
(more…)

MENGINTIP PROSES PEMBUATAN NURSING LICENSE DI QATAR

image

JelajahQatar.com | Nursing License bisa diibaratkan sebagai SIM (Surat Ijin Mengemudi) bagi pengendara kendaraan bermotor. Seorang Perawat hendaknya memiliki Nursing License untuk melaksanakan praktik keperawatan professional.

Nursing License di Indonesia saat ini dikenal dengan istilah Surat Tanda Registrasi (STR). Selembar surat yang oleh sebagian rekan-rekan profesi Perawat Indonesia susah didapatkannya dan menjadi kendala dalam mencari pekerjaan.

Saya, saat ini bekerja menjadi seorang Perawat di negeri Qatar. Saya merupakan satu dari total 63 perawat Indonesia yang saat ini mengais rejeki di negeri tuan rumah piala dunia 2022. Melalui media ini, saya mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang isu keperawatan di Qatar, khususnya tentang seluk beluk membuat Nursing License.

Sesuai dengan Qatar National Vision 2030 yang tertuang secara rinci dalam Qatar National Health Strategy 2011-2016, Pemerintah Qatar memiliki 7 strategi jitu yang ingin diraih, diantaranya:
1. A comprehensive world-class healthcare system whose services are accessible to the whole population (Sebuah sistem kesehatan berkelas dunia yang komprehensif, yang layanannya bisa diakses oleh seluruh penduduk) (more…)

Hari ini, 5 Tahun Ngeblog

JelajahQatar.com | Tanpa terasa, ternyata sudah 5 tahun berlalu. Meramaikan dunia maya melalui blogging.

Sebagai blogger pemula, masih banyak kekurangan disana sini. Mencoba terus membagi informasi bermanfaat buat sesama.

Semoga apa yang sudah saya tulisan bisa menjadi tambahan informasi dan inspirasi. Tak ada gading yang tak retak.

Jikalau masih banyak kurang disana sini, harap dimaklumi.

Jikalau ada yang menyinggung perasaan, mohon maaf.

Enjoy sharing through writing!

image

@EnjoyYourDay

Turut Serta Upacara HUT RI 70 di KBRI DOHA

Ceritanya nyusul, upload fotonya dulu ya…

image

image

image

image

@EnjoyYourDay

Euro Cycles, New Bike Shop in Barwa Complex

JelajahQatar.com | Bagi anda yang sedang mencari sepeda di Doha, bisa menuju ke Toko Euro Cycles yang berlokasi di Industrial Area. Tokonya tepat disamping Al Anshar Shopping Complex.

image

image

image

image

image

@EnjoyYourDay

70 Tahun Indonesia, Teruslah Berkibar!

image

JelajahQatar.com | Semakin tua dan menua. Semakin dewasa usianya. Jika manusia, uban pun tak lagi terbendung pertumbuhannya.

Ditengah berbagai macam isu politik di negeri Indonesia tercinta, harapan selalu ada. Harapan untuk maju dan berkompetisi dengan negara lain.

Jika masih banyak yang pesimis, yang optimis pun masih banyak.
Jika masih banyak yang susah, yang senang pun masih banyak.
Jika masih banyak yang korupsi, yang jujur pun masih banyak.

Selalu ada solusi ditengah permasalahan.

Setiap kita sebagai warga bangsa mempunyai tanggung jawab yang sama. Tanggung jawab untuk menjaga nama baik dan membangun bangsa sesuai porsinya.

Indonesia adalah Bangsa yang besar. Tak hanya besar ukuran wilayah dan sumber daya alamnya, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang luar biasa.

Yuk berbuat sesuatu untuk Indonesia.
Jikalau kita menyukai lingkungan yang bersih, Yuk jangan buang sampah sembarangan!

Jikalau kita menyukai udara yang segar, Yuk promosikan kegiatan Bike to School & Bike to Work!

Jikalau kita menyukai persaudaraan, Yuk saling menghargai dan bertoleransi!

Jikalau kita menyukai Indonesia maju, Yuk tetap optimis dan lawan korupsi dari diri sendiri!

Dukhan, 17 Agustus 2015
#Indonesia70Tahun
#HUTRI70

Photo courtesy by Kaleb Bin Yefune Malau

@EnjoyYourDay

PUISI KEMERDEKAAN

image

Karya : GUS MUS

Rasanya

Baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia.

Rasanya Baru kemarin.
Padahal sudah tujuh puluh tahun lamanya.

Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta

Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.

Petinggi-petinggi yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi.
Tanpa merasa risi

Rasanya baru kemarin
Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pejabat yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat dan dilaknat

Rasanya baru kemarin
Padahal sudah tujuh puluh tahun lamanya

Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan
yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh

Daging yang selama ini terus dimanjakan
kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya

Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan

Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.

Pahlawan-pahlawan idola bangsa
Seperti Pangeran Diponegoro
Imam Bonjol, dan Sisingamangraja
Sudah dikalahkan oleh Sin Chan, Baja Hitam
dan Kura-kura Ninja dan artis idola

Rasanya
Baru kemarin

Tokoh-tokoh angkatan empatlima
sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah
banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya
sudah banyak yang tak jelas maunya

Rasanya
Baru kemarin

Negeri zamrud katulistiwaku yang manis
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap krisis dan anarkis

Mereka yang kemarin menikmati pembangunan
Sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
Sudah meninggalkan utang
dan lari mencari selamat sendiri

Mereka yang kemarin
sudah terbiasa mendapat kemudahan
Banyak yang tak rela sendiri kesulitan

Rasanya baru kemarin
Ternyata sudah tujuh puluh tahun kita
Merdeka
Ingin rasanya
aku sekali menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa:

Merdeka!

@EnjoyYourDay

Congratz for Ahsan/Hendra, Owi/Butet & Lindaweny!

image

JelajahQatar.com | Gelaran Total BWF World Championships 2015 yang berlangsung di Jakarta usai sudah hari ini. Great Success for the organizers!

Memasuki HUT RI yang ke-70, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan memberikan kado istimewa dengan menjadi Juara Dunia Badminton dalam kelas Ganda Putra. Di kelas Ganda Campuran, Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir meraih medali perunggu  diikuti oleh Lindaweny Fanetri yang meraih medali perunggu di kelas Tunggal Putri.

Congratz untuk semua pemain yang sudah bermain terbaik. Sukses untuk para pelatih dan PBSI. Terima kasih kepada semua sponsor, hingga acara di negeri Indonesia bisa berjalan sukses.

image

image

image

image

@EnjoyYourDay

NO FLASH, PENONTON MASIH BANDEL JEPRAT JEPRET

image

JelajahQatar.com | Perebutan gelar juara dunia badminton di Jakarta memasuki hari terakhir. Event yang dinamai Total BWF World Championships 2015 ini digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Istora (Istana Olahraga) senayan yang berkapasitas 15.000 penonton, pun dipenuhi puluhan ribu penonton. Salah satu komentator pertandingan sempat berujar bahwa atmosfer istora senayan sungguh luar biasa. Penonton sangat antusias dan menggelorakan semangat para pemain yang datang.

Ditengah jumlah penonton yang banyak itu, seringkali saya mendengar pihak organizer yang mengingatkan penonton untuk tidak menggunakan flash kamera. Himbuan organizer itu disebabkan seringnya penonton menggunakan flash kamera saat pertandingan sedang berlangsung.

image

Sebuah LCD screen ukuran jumbo sebenarnya sudah terpasang di dalam stadium. Screen besar ini menampilkan logo besar, NO FLASH! Tapi, masih saja penonton membandel.

Di masa kemerdekaannya yang sehari lagi memasuki 70 tahun, masih saja banyak orang-orang yang maunya menang sendiri. Tak mau menghormati sebuah aturan.

Ada rasa malu sebagai bagian dari Bangsa Indonesia.

Memang, sebuah permainan badminton tak akan meriah tanpa ramainya penonton. Tapi, hendaknya para penonton mematuhi aturan indoor stadium. Kasihan para pemain yang terganggu oleh ulah penonton yang menggunakan flash kameranya.
Yuk bersikap lebih baik demi bangsa Indonesia yang lebih bermartabat di mata dunia. Mungkin urusan jeprat-jepret pakai flash ini dianggap sebagai urusan remeh temeh bagi sebagian orang, namun menurut saya pribadi, ini merupakan hal yang perlu mendapat perhatian.

Memang kita tak tau siapa yang memakai flash kamera itu, bisa jadi penonton berkewarganegaraan lain. Namun alangkah baiknya, kita sebagai warga bangsa harus menunjukkan sikap elegan dalam masalah ini.

Sikap santun kita di kancah internasional merupakan representasi bangsa di mata dunia.

Saya bukanlah manusia sempurna, namun melalui tulisan ini saya mengajak, Yuk jadikan momentum 70 tahun Indonesia Merdeka sebagai momen perubahan. Momen perubahan sikap pribadi menjadi lebih baik.

Lakukan hal-hal kecil di sekitar kita. Demi perubahan Indonesia yang lebih baik.

Dukhan, 16 Agustus 2015
@sugengbralink

@EnjoyYourDay

KOMITMEN TUK GAPAI TUJUAN

image

JelajahQatar.com | Setahun lalu, Saya memulai hobi baru, Bersepeda.

Sesama komunitas masyarakat Indonesia di kampung Dukhan, Saya termasuk orang kesekian yang mempunyai sepeda, di kalangan dewasa. Di kalangan anak-anak, sepertinya sudah banyak sekali yang punya sepeda.

Dari kesekian itu, Saya mempunyai sebuah mimpi agar suatu waktu nanti bisa terwujud sebuah komunitas sepeda dan mampu menjelajah gersangnya negeri nan tandus ini.

Seorang kawan sebenarnya sudah memiliki sepeda gunung sejak 2 tahun lalu. Dalam rentang waktu itu, tak banyak digunakan sepeda itu. Bukannya malang melintang gowes sana sini, malahan lebih banyak terparkir di dalam kamarnya. Maaf, bukan bermaksud menyalahkan kawan saya yang satu ini.

Berawal dari sepeda second-an, dari seorang kawan asal negara tetangga, akhirnya saya miliki sepeda gunung. Kegiatan jelajah gurun pun dimulai.

Akhir Maret 2014, musim dingin sudah hampir berakhir. Suhu udara masih lumayan bersahabat. Sama lah dengan adem anget suhu di Indonesia.

Bermula selepas subuh, kami berdua memulai kegiatan bersepeda di sebuah kampung yang jaraknya 80-an KM dari Ibukota Doha. Sejak hari itu, kami berdua mencoba menekuni hobi baru. Dan sejak saat itu saya bermimpi jika di kemudian hari komunitas sepeda ini akan terus bertambah jumlahnya, muncul di media dan kian banyak orang yang senang ikut serta.

Komitmen & Citizen Journalism

Waktu terus bergulir. Satu per satu, ‘virus bersepeda’ menjalar. Satu per satu bergabung ke komunitas gowes ini. Jumlahnya pun kian banyak. Walau tak sampai ratusan, namun kami semakin eksis.

Sebuah ajang balap sepeda gunung di ibukota pernah kami ikuti. Menjadi juara bukan tujuan utama. Namun keikutsertaan kami mampu memberikan semangat bagi kawan-kawan yang ingin bergabung.

Sebagai seorang jurnalis warga yang tak pernah sekolah di bidang media, saya memanfaatkan betul ketenaran sosial media. Hampir setiap kegiatan yang kami lakukan, sesi foto selalu ada. Yap, ini tak sekedar untuk selfie-selfie tak ada guna, namun inilah yang dinamakan the power of photography.

Setiap kegiatan yang kami lakukan, foto-foto itu kami unggah ke grup Komunitas Sepeda Indonesi di Timur Tengah (Indonesian FunBike Middle East).

Tak mudah memang untuk menggambarkan atau mengilustrasikan sebuah peristiwa ke dalam artikel. Tak banyak juga orang yang suka membaca sebuah artikel. Untuk mengatasi itu, maka saya memanfaatkan foto untuk publikasi dan menjaring peminat baru.

Kegiatan gowes padang pasir ini akhirnya terus muncul di media. Tidak hanya media sosial, namun sudah merambah media nasional. Tentu kita sebagai pelaku kegiatan, mempunyai peran besar agar kegiatan itu terpublikasi.

Walaupun kami terpencil di luar negeri dan jauh dari ibukota. Namun kami mampu menembus media nasional yang begitu jauh jaraknya.

Artikel kegiatan kami sudah pernah publikasi di detikTravel dan Kompasiana.Tak hanya itu, liputan gowes kami juga pernah tayang di acara #NET10 milik NET|Televisi Masa Kini.

image

Inilah the power of citizen journalism. Setiap kita bisa memberitakan. Setiap kita bisa menjadi jurnalis warga. Yang terpenting tetap komitmen untuk terus belajar.

Sekecil apapun rencana anda, memiliki komitmen untuk menggapainya adalah sebuah kekuatan besar. Kekuatan yang yang mampu mengeluarkan energi positif, untuk menggapai semua tujuan yang sudah direncanakan.

Dukhan, 15 Agustus 2015
#ThePowerofCitizenJournalism

@EnjoyYourDay