JELAJAH QATAR

Home » 2015 » December

Monthly Archives: December 2015

Ust. Subki: Karena Dianggap Bid’ah

image

Photo by subkialbughury.com

Karena dianggap bid’ah, peringatan hari besar islam ditiadakan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara hari besar ummat non-muslim, seperti paskah, kenaikan Yesus Kristus, dan lainnya.

Karena dianggap bid’ah, hari libur islami juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah hari libur non-muslim.

Karena dianggap bid’ah, acara peringatan hari besar ummat Islam di TV juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara peringatan hari besar dari gereja, pura, candi, kelenteng dan kuil di TV kita.

Karena dianggap bid’ah, spanduk-spanduk acara Maulid yang besar-besar diturunkan, dan yang tersisa hanyalah spanduk-spanduk acara kristen dan lainnya.

Karena dianggap bid’ah, segala bentuk keramaian yang berbau islam dihilangkan, seperti broadcast acara-acara di masjid, broadcast lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari speaker masjid, atau lainnya. Akhirnya yang tersisa adalah gema lonceng gereja dan broadcast nyanyian-nyanyian kristiani.

Karena dianggap bid’ah, pawai ummat islam juga ditiadakan. Akhirnya yang tersisa adalah pawai salib seperti yang terjadi di Solo beberapa waktu lalu.

Karena dianggap bid’ah, ummat Islam dihimbau agar tidak ikut pemilu. Akhirnya yang kita dapat adalah kepala daerah non-muslim di tengah mayoritas muslim.

Ini semua adalah sejumlah kemungkinan, dan dua hal terakhir (pawai salib dan kepala daerah non-muslim) sudah menjadi fakta di negeri kita ini.

Semoga semua contoh ini bisa membuka mata kita bahwa dalam menilai sesuatu, bahwa tidak selamanya sesuatu itu harus dilihat hanya dari sudut pandang bid’ah yang sempit, tapi juga harus menyertakan sudut pandang lainnya, seperti sudut pandang amar ma’ruf nahi munkar, sudut pandang syiar Islam, atau lainnya.

Kalau kita sudah bisa mengubah syiar Islam menjadi budaya yang berkembang di tengah masyarakat, maka sesungguhnya itu adalah satu poin kemenangan bagi ummat Islam di negeri kita ini.

Semoga kita termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bisa memahami, dan bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dan juga bisa bijaksana dalam menilai apa-apa yang ada di depan mata kita.

Aamin ya Robbal ‘aalamiin.

Follow Us @JelajahQatar

Muhasabah Diri Bersama Aa Gym

image

Photo by Google

Hadirin…

Mari kita menundukkan hati kita
Alloh maha dekat
dan Dia bersamamu dimanapun engkau berada
Marilah kita kenang hadirin
Hamba Allah yang menjadi jalan 
Kita lahir ada di dunia ini

Kenanglah dulu sembilan bulan kita di rahim ibu
Ibu bahagia walaupun mual muntah
Berjalan berat, berbaring sulit

Menjelang kita lahir ke dunia
Kenanglah bagaimana ibu meregang seperti sudut antara hidup dan mati

Bersimbah air mata
Bersimbah darah
Berkuah keringat
Itulah saat kita terlahir ke dunia

Tapi sesakit apapun
Melihat kita lahir selamat
Dipeluk diciumi didekap

Ayah membanting tulang sekuat tenaga agar kita jadi bayi yang sehat

Kenanglah dulu waktu kita bayi 
Berbaring tiada daya 
Siang malam ditunggu dan dijaga

Tidak rela orang tua kita satupun yang menyentuh kita

Ibu sedang enak makan tidak pernah jijik untuk membersihkan kotoran kita

Kalau kita sakit, apa saja dilakukan
Agar kita kembali sehat
Bahkan menukar nyawa sekalipun

Kenanglah waktu kita akan sekolah 
Ayah membanting tulang
Pinjam uang kesana sini 
Agar kita punya sepatu
Agar kita punya tas
Agar kita tidak dihina oleh anak-anak yang lain
Agar kita punya masa depan yang lebih baik

Hari berganti tahun
Kian lama ibu bapak kita kian sepuh
Akan ada saatnya kita berpisah

Bila saat perpisahan tiba dengan orangtua
Bila malaikat maut sudah menjemput
Bila orangtua kita sudah terbaring
Menjadi jenazah

Bila matanya sudah terpejam
Kita tidak akan lagi mendengarkan nasehatnya, sapaannya, gurauannya

Bila orangtua kita sudah dibungkus kain kafan
Kita tidak bisa lagi memijat kakinya
Mencium tangannya
Atau membawakan oleh-oleh
Yang tidak seberapa keinginannya

Kenanglah waktu orangtua kita diusung
Menuju pekuburan
Itulah saat terakhir kita melihat jasadnya dirumah

Kenanglah ketika orangtua kita masuk liang lahat
Tanah menimbunnya
Tinggal nisan yang bisa kita raba

Yaa Allah
pulang ke rumah kamarnya sudah kosong
Hanya tinggal foto yang tergantung
Dan yang tersisa adalah penyesalan kita
Mengapa ketika orangtua ada
Begitu kikir kita membahagiakannya
Kikir untuk menyapanya dengan hangat
Kikir untuk menyenangkannya

Padahal berbakti kepada orangtua adalah gerbang kepada surga.

Doha, 2 November 2015

Follow Us @JelajahQatar

Aa Gym: Mengatasi Masalah dengan Hanya Menggantungkan Harapan pada Allah

JelajahQatar.com | KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam ceramah di halaman KBRI Doha – Qatar, 2 November 2015. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara KBRI, IMSQA dan PERMIQA.

Bersepeda ke Gurun Zekreet

JelajahQatar.com | Sehari pasca Qatar National Day cuaca begitu bersahabat. Suhu udara pagi berkisar 14-16 derajat celcius.

Kami berempat, (saya, kamim, satibi dan wawan) sepakat untuk menikmati gowes sabtu pagi.

Tujuan kami adalah Zekreet Village. Namun sesampai disana berubah rencana. Cuaca yang begitu bagus membuat kami memutuskan untuk meneruskan gowes ke sebuah lokasi seni di tengah gurun.

Ada 4 tiang baja yang tinggi menjulang di tengah padang pasir. Sebuah karya seni dari seniman asal Amerika Serikat, Richard Serra.

Plat baja ini terjajar rapi. Tingginya 14,7 sampai 16.7 diatas permukaan tanah. Keempatnya merupakan salah satu aset penting Qatar Museum Authority.

Untuk menjangkau lokasi ini, silahkan cek Koordinat berikut!

The Qatar Museums Authority is has announced the unveiling of a major landscape commission, East-West/West-East, by American artist Richard Serra for the Brouq Nature Reserve, near Zekreet in western Qatar, approximately 60 kilometres from the capital Doha, GPS: N25o 31.019’E050o51.948’ This goes hand and hand with a huge survey of his work running from tomorrow until 6 July in Doha.

Richard Serra Unveils Major Desert Sculpture In Western Qatar

Alhamdulillah setelah menempuh jarak 21 KM, sampailah kami ke tempat yang dituju.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Follow Us @JelajahQatar

Budi Ashari Lc: Fathu Makkah & Arti Kemenangan

JelajahQatar.com | Kuliah Dhuha di Masjid Salman ITB tanggal 21 November 2015 dengan tema: Kemenangan Islam Cahaya untuk Dunia. Rekaman pengajian dilakukan oleh SalmanTV.

 

 

 

Indonesian Badminton Tournament | Alkhor 2015

JelajahQatar.com | Sekedar koleksi foto-foto team pemain dalam turnamen sehari badminton dalam rangka HUT RI ke-70 tahun 2015 di Alkhor minggu lalu.

image

image

image

Follow Us @JelajahQatar