JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Negeri » Muhasabah Diri Bersama Aa Gym

Muhasabah Diri Bersama Aa Gym


image

Photo by Google

Hadirin…

Mari kita menundukkan hati kita
Alloh maha dekat
dan Dia bersamamu dimanapun engkau berada
Marilah kita kenang hadirin
Hamba Allah yang menjadi jalan 
Kita lahir ada di dunia ini

Kenanglah dulu sembilan bulan kita di rahim ibu
Ibu bahagia walaupun mual muntah
Berjalan berat, berbaring sulit

Menjelang kita lahir ke dunia
Kenanglah bagaimana ibu meregang seperti sudut antara hidup dan mati

Bersimbah air mata
Bersimbah darah
Berkuah keringat
Itulah saat kita terlahir ke dunia

Tapi sesakit apapun
Melihat kita lahir selamat
Dipeluk diciumi didekap

Ayah membanting tulang sekuat tenaga agar kita jadi bayi yang sehat

Kenanglah dulu waktu kita bayi 
Berbaring tiada daya 
Siang malam ditunggu dan dijaga

Tidak rela orang tua kita satupun yang menyentuh kita

Ibu sedang enak makan tidak pernah jijik untuk membersihkan kotoran kita

Kalau kita sakit, apa saja dilakukan
Agar kita kembali sehat
Bahkan menukar nyawa sekalipun

Kenanglah waktu kita akan sekolah 
Ayah membanting tulang
Pinjam uang kesana sini 
Agar kita punya sepatu
Agar kita punya tas
Agar kita tidak dihina oleh anak-anak yang lain
Agar kita punya masa depan yang lebih baik

Hari berganti tahun
Kian lama ibu bapak kita kian sepuh
Akan ada saatnya kita berpisah

Bila saat perpisahan tiba dengan orangtua
Bila malaikat maut sudah menjemput
Bila orangtua kita sudah terbaring
Menjadi jenazah

Bila matanya sudah terpejam
Kita tidak akan lagi mendengarkan nasehatnya, sapaannya, gurauannya

Bila orangtua kita sudah dibungkus kain kafan
Kita tidak bisa lagi memijat kakinya
Mencium tangannya
Atau membawakan oleh-oleh
Yang tidak seberapa keinginannya

Kenanglah waktu orangtua kita diusung
Menuju pekuburan
Itulah saat terakhir kita melihat jasadnya dirumah

Kenanglah ketika orangtua kita masuk liang lahat
Tanah menimbunnya
Tinggal nisan yang bisa kita raba

Yaa Allah
pulang ke rumah kamarnya sudah kosong
Hanya tinggal foto yang tergantung
Dan yang tersisa adalah penyesalan kita
Mengapa ketika orangtua ada
Begitu kikir kita membahagiakannya
Kikir untuk menyapanya dengan hangat
Kikir untuk menyenangkannya

Padahal berbakti kepada orangtua adalah gerbang kepada surga.

Doha, 2 November 2015

Follow Us @JelajahQatar

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: