JELAJAH QATAR

Home » 2016 » May

Monthly Archives: May 2016

NABIILA LUBAY MENERIMA ‘UNIVERSITY HONORS’ DARI VCU QATAR

image

Convocation 2016

Sebuah kebanggaan bagi saya ketika kemarin mendapatkan kesempatan menghadiri wisuda akbar 9 universitas dibawah manajemen Qatar Foundation. Total mahasiswa yang diwisuda berjumlah 629.

Seperti dirilis Harian ‘The Peninsula Qatar’ Wisuda Akbar yang bertemakan ‘Convocation 2016’ melibatkan 89 mahasiswa dari Carnegie Mellon University in Qatar (CMU-Q), 108 dari Texas A&M University at Qatar (TAMUQ), 41 dari Northwestern University-Qatar (NU-Q), 62 dari Virginia Commonwealth University Qatar (VCU-Q), 33 Weill Cornell Medicine–Qatar (WCM-Q), 68 Georgetown University School of Foreign Service in Qatar (GU-Q), 43 dari University College of London –Qatar (UCL-Q), 94 dari HEC Paris-Qatar dan 111 mahasiswa dari Hamad Bin Khalifa University (HBKU). 44 diantaranya adalah Qatari.

image

Nabiila Nisriina Lubay, seorang mahasiswa asal Indonesia turut membanggakan nama Bangsa Indonesia di Qatar. Nabiila, putri pasangan Brata Wijaksa dan Yusy Sriwindawati menempuh pendidikan Bachelor of Fine Arts in Graphic Design.

Selama masa studinya, Nabiila mampu mempertahankan indeks prestasinya diatas 3,5. Selain itu Nabiila termasuk mahasiswa yang masuk ranking diatas 10% diantara lulusan lainnya. Putri pertama Pak Brata dan Ibu Yusy ini juga memiliki kemampuan bahasa inggris dan portofolio yang luar biasa. Karenanya Nabiila menjadi 1 diantara 9 mahasiswa VCU-Q terpilih yang mendapatkan ‘University Honors’ dari Virginia Commonwealth University in Qatar.

Karenanya pula, Nabiila mendapatkan kesempatan mewakili kampusnya untuk hadir dalam graduation ceremony di Virginia, USA.

image

Dalam opening ceremony tersebut Sheikha Hind bint Hamad Al Thani (Vice Chairperson and CEO of Qatar Foundation) berpesan: “As you are passing today to ‘the gate of the future’, you are joining thousands of graduates who are contributing each with his competence and specialization in development of sustainable economy in Qatar or wherever they are employed (Ketika kalian melewati ‘Pintu Menuju Masa Depan’ kalian bergabung kedalam ribuan lulusan yang berkontribusi sesuai kompetensi dan spesialisasinya dalam pengembangan ketahanan ekonomi di Qatar atau dimanapun kalian kerja).

Acara berlangsung di Qatar National Convention Center, dihadiri ribuan tamu undangan. Wisuda Akbar tersebut dihadiri langsung oleh His Highness the father Amir Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani (Founder of Qatar Foundation) dan Her Highness Sheikha Moza bint Nasser (Co-Founder and Chairperson of Qatar Person).

Qatar, 5 Mei 2016
@sugengbralink

MERANTAU MENUMBUHKAN CINTA TANAH AIR

image

Safari Dakwah DDII

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”.

Demikian sepenggal mutiara kata Imam Syafi’i Rahimahullah. Untaian kata yang mengingatkan kita akan arti pentingnya merantau. Berhijrah dari negeri kelahiran ke negeri-negeri lain.

Merantau, menjelajah bangsa lain. Mencari makna hidup yang lebih luas. Tak hanya berkutat dengan rutinitas keseharian di kampung sendiri.

Artikel ini tak bermaksud sedikitpun untuk mengecilkan makna bagi siapa saja yang memilih tinggal di kampung sendiri. Artikel ini hanya berupaya melihat sisi lain akan pentingnya nilai merantau bagi kecintaan terhadap tanah air.

Merantau memang jauh dari keluarga. Jauh dari sanak saudara. Jauh dari kawan dan sahabat. Tapi dengan merantau kita akan dapatkan keluarga-keluarga baru se-Nusantara. Kawan-kawan baru se-Jagat Raya.

Apa maksudnya merantau kok malah
makin cinta tanah air? Mungkin ada diantara anda yang bertanya demikian.

Itu adalah pengalaman saya sendiri. Lebih dari tujuh tahun merantau ke negeri orang, disitulah makin besar rasa cinta saya kepada tanah kelahiran, Indonesia.

Negeri yang isinya lebih dari tujuh belas ribu pulau. Negeri yang penduduknya lebih dari dua ratus lima puluh juta. Negeri yang lautannya lebih luas dari daratannya. Negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Itulah negeri kita, Indonesia!

image

Jika sebelumnya (ketika saya tinggal di Indonesia), saya hanya mampu memandang tanah air sebagai negeri yang selalu ribet dengan birokrasinya. Negeri yang nyaman bagi para koruptor. Negeri yang selalu sibuk dengan hingar bingar politik. Kini, cara pandang itu berbeda!

Dengan berada di luar negeri, cara pandang kita akan lebih luas. Setiap negeri mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bersyukurlah kita sebagai warga negara Indonesia. Kita harus bangga dengan tanah air kita. Negeri demokrasi. Bebas berekspresi dan mengungkapkan pendapat. Semoga bukan demokrasi yang kebablasan.

Indonesia, kaya akan alam dan destinasi wisatanya. Indonesia, kaya akan budaya dan tradisinya.
Indonesia, kaya akan bumbu dan kuliner nusantaranya.
Indonesia, kaya akan bahasa dan sejarahnya.

Disisi lain, salah satu kenikmatan merantau di Qatar adalah seringnya kita dipertemukan dengan tokoh-tokoh nasional. Baik ulama maupun umara. Diantara yang pernah ketemu adalah Ustad Yusuf Mansur, Anggota Dewan yang terhormat, Staf Kementerian, Pak Umay, Ustad Ali Mustafa Yakub (Alloh Yarham), Ustad Yunahar Ilyas, Ustad Agus Setiawan, Ustad Fadlan Garamatan, dan ustad-ustad lainnya. Bahkan tahun lalu kami berkesempatan bertatap muka dengan Bapak Presiden Joko Widodo beserta jajaran Kementeriannya.

image

2 Mei 2016 lalu, baru saja kami dipertemukan dengan Ustad Abdul Wahid Alwi (Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia). Sebuah kesempatan istimewa dapat menimba ilmu dari beliau. Belajar tentang makna hidup dunia yang sementara untuk persiapan menuju kehidupan akhirat yang abadi. 4 fase kehidupan, itulah topik yang beliau sampaikan.

Itulah salah satu kenikmatan yang kami dapatkan ketika merantau. Bertemu dengan ulama besar. Menimba ilmu dan belajar. Jika tidak merantau, mungkin saya belum punya kesempatan bertemu dengan mereka. Itulah nikmatnya merantau!

Qatar, 5 Mei 2016
@sugengbralink