JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Negeri » BERBAGI KEBAIKAN

BERBAGI KEBAIKAN


image

Foto by sugengbralink

Tak beda dengan di Indonesia, ketika ramadhan tiba di Qatar, mulailah orang-orang berlomba-lomba berbagi kebaikan. Salah satunya adalah berbagi makan dengan memberikan makan bagi orang-orang yang berpuasa. Sebuah upaya manusia untuk meraih pahala dan ridho dariNya.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga,” (H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)”.

Qatar memiliki luas 11.571 KM persegi, kurang lebih seukuran dua kali Pulau Bali. Keseluruhannya merupakan daratan. Tak ada sungai dan danau. Saudi Arabia merupakan satu-satunya negara yang berbatas langsung di daratan, sementara Bahrain dan Iran berbatas di laut.

Jumlah penduduk lokalnya memang tak banyak. Sekitar 300 ribu saja. Kalah jauh dengan penduduk pendatangnya yang lebih dari satu setengah juta jiwa.

Suatu sore, saya sedang bertugas di tempat kerja. Tiba-tiba pesawat telepon berdering kencang. Di seberang sana terdengar seorang lokal berbicara dengan bahasa arabnya. Beliau mengajak kami berdua yang bertugas sore itu untuk menghadiri undangan berbuka puasa bersamanya. Di kantor pemadam kebakaran wilayah Ummbab. Gedungnya bersebelahan dengan gedung kami bertugas. Kampung ini berjarak sekitar 27 KM dari komplek kami tinggal di Luar Negeri.

Sebenarnya kami sudah memesan menu buka puasa dari kantin. Namun rasanya tak pantas bagi kami untuk menolak undangan tersebut. Karena kami yakin bahwa yang mengundang berkeinginan berbagi kebaikan dan meraih balasan pahala dari orang yang berpuasa, tentu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

Menunya luar biasa! Menunya akan membuat WOW bagi orang yang baru pertama kali melihatnya. Bagaimana tidak, dalam sebuah wadah yang besar terdapat nasi bukhori yang harum baunya dengan racikan daging ayam diatasnya. Sewadah makaroni masak. Sewadah sup khas arab. Korma, yoghurt, laban dan air mineral melengkapi menu berbuka.

Jika mau diukur sesuai ukuran perut orang Indonesia, nasi sebanyak itu mungkin cukup untuk dua puluh orang.

Kegiatan buka bersama tak hanya di tempat kerja, masjid-masjid di Qatar rata-rata mengadakan buka bersama tiap hari. Menunya secara umum sederhana saja. Air mineral, laban dan kurma. Terkadang ada juga beberapa masjid yang menyajikan goreng-gorengan khas India. Tetapi ada juga yang menyajikan menu makan lengkap, nasi dan lauknya.

Untuk memberikan keleluasan menikmati berbuka, maka jarak setelah azan hingga waktu iqomat diperpanjang. Di hari-hari di luar bulan ramadhan, jaraknya 5 menit, maka ketika ramadhan berubah menjadi 15 menit.

Saya yang tinggal di sebuah komplek yang berisi multi nationality, suasana buka bersama menjadi makin khidmat. Apalagi ada sajian goreng-gorengan ala Indonesia, seperti bakwan, pisang goreng, tahu isi, risoles, cireng dan aneka panganan Nusantara lainnya. Tentu tak semuanya tersedia di satu waktu, satu hari satu menu. Kegiatan itu merupakan kegiatan rutin tiap ramadhan. Ketua Komunitas Indonesia di daerah kami sudah membuat jadwal khusus untuk ibu-ibu membuat makanan untuk berbuka di masjid.

Di tingkat nasional, sekali selama ramadhan diadakan kegiatan buka bersama secara besar di ibukota. Acara tersebut melibatkan komunitas-komunitas muslim antar negara. Tahun 2016, kegiatan buka bersama Diaspora Indonesia di Qatar berlangsung di Aspire Park, Doha. Kegiatan ini merupakan kerjasama pihak Pemerintah Qatar dengan perwakilan organisasi kemasyarakatan WNI di Qatar.

Jika di Indonesia ada istilah kegiatan safari ramadhan. Keliling dari satu masjid ke masjid lainnya. Disinipun tak berbeda. Sebagain jamaah berpindah dari satu masjid ke masjid lain di malam hari. Disisi lain, ada juga yang kepingin mencari masjid yang jamaah tarawihnya paling express. Semakin express bacaannya, maka disitulah shof-shof masjidnya lebih banyak. Ternyata, tak beda jauh dengan di Indonesia. Hehehe..

Kegiatan safari ramadhan komunitas Indonesia diisi dengan kegiatan pengajian. Didatangkan ustadz-ustadz dari Indonesia untuk memberikan ceramah ramadhan dari satu kampung ke kampung lainnya. Tentunya kampung-kampung yang memiliki komunitas WNI. Karena ceramahnya dalam bahasa Indonesia.

Ceramah diberikan di berbagai waktu berbeda. Ada yang sebelum maghrib, setelah buka puasa, sebelum subuh dan ceramah dhuha.

Ramadhan kareem, Ramadhan mubarak. Semoga sehat dan umur kita dihantarkan hingga penghujung ramadhan tahun ini. Dan dipertemukan dengan ramadhan-ramadhan tahun berikutnya agar bisa berbagi kebaikan dan pahala dengan sesama.

Dukhan, 12 Juni 2016
@sugengbralink
#RamadhanDiQatar

Advertisements

Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: