JELAJAH QATAR

Home » 2016 » October

Monthly Archives: October 2016

PESAN IMAM SHAMSI ALI UNTUK AKSI DAMAI 4 NOVEMBER 2016

Imam Shamsi Ali, Putra Asli Indonesia yang saat ini berdomisili di New York sebagai salah satu Imam Besar di Amerika Serikat. Menyikapi rencana aksi damai 4 November 2016 di Jakarta, beliau menuliskan beberapa pesan berikut:

NASEHAT UNTUK BANGSA!

Imam Shamsi Ali*
Saya baca di berbagai sumber informasi bahwa umat Islam Indonesia akan melakukan aksi atau rally besar pada tanggal 4 Nopember ini. Tujuan utama dari aksi ini adalah memastikan bahwa “supremasi hukum” di negara ini tetap dihormati dan bahwa hukum ada di atas semua pihak, termasuk pejabat dan mereka yang dekat dengan pejabat.

Saya melihat gerakan ini perlu diapresiasi dan didukung. Tentu karena beberapa alasan:

Pertama: negara kita adalah negara demokrasi. Dan ekspresi kebebasan itu menjadi bagian alami dari demokrasi. Ole karenanya aksi 4 Nopember adalah terjemahan dekat dari demokrasi yang subur di negara ini.

Kedua: Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Kenyataan bahwa respon kepada sebuah pernyataan pejabat, non Muslim dari kalangan ras minoritas, dilakukan dengan cara demokrasi (demo) adalah ajib (mengagumkan). Bayangkan jika pelecehan terhadap agama itu dilakukan di negara-negara Muslim lainnya, seperti Timur Tengah atau Pakistan. Kita mungkin tidak bisa membayangkan konsekwensi apa yang telah/akan terjadi.

Ketiga: aksi ini bukan anti agama atau anti etnik dan ras lain. Melainkan respon terhadap pelecehan agama. Dan saya kira sebagai negara Pancasila yang menjunjung tinggi agama, semua warga negara yang sadar harus bersatu menentangnya. Pelecehan kepada sebuah agama adalah pelecehan kepada semua agama. Dan ini juga perlu disadari oleh umat Islam.

Keempat: aksi ini seharusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan rakyat Indonesia. Alasannya sederhana tapi jelas dan tegas. Bahwa aksi ini dibangun di atas asas nasionalisme dan kecintaan kepada NKRI.

Kelima: bahwa aksi ini bisa digandengi oleh kepentingan politik mungkin wajar. Tapi hendaknya dilihat dengan pandangan dan “wider sense of judgment” (dihakimi dengan pandangan yang luwes). Aksi ini adalah kepedulian kepada kepentingan negara dan bangsa, NKRI dan Pancasila, serta nilai-nilai luhur kebangsaan. Yaitu penghormatan kepada “keagaman” (diversity) dengan menghormati sensitifitas semua kelompok, termasuk agama.

Keenam: aksi ini bukan aksi kelompok atau organisasi tertentu. Tapi aksi bersama umat, bahkan seharusnya aksi bersama bangsa. Oleh karenanya semua kelompok/golongan hendaknya mengambil partisipasi sebagai bagian dari kontribusi  positif kepada bangsa dan agama.

Ketujuh: aksi ini juga merupakan komitmen anak-anak bangsa kepada supremasi hukum di negara ini. Bahwa semua, dari presiden hingga ke rakyat biasa sama di hadapan hukum. Oleh karenanya semua yang melanggar hukum harus diproses secara adil dan sungguh-sungguh. Menganak emaskan orang tertentu di hadapan hukum menjadi preseden yang sangat buruk masa depan bangsa. Kekhawatiran terburuk yang bisa terjadi adalah hilangnya kepercayaan masyatakat terhadap penegak hukum, dan menjadikan mereka bermain hakim sendiri.

Untuk maksud itu saya sangat mengharap sekaligus menasehatkan kepada semua pihak agar:

1. Tetap mengedepankan tujuan utama dari aksi ini. Yaitu untuk kepentingan bersama dalam membangun dan membesarkan bangsa dan negara. Oleh karenanya sucikan hati dan jiwa dari segala tendensi kepentingan pribadi/golongan.

2. Karena aksi ini bertujuan membela negara dan bangsa, hendaknya pihak pengamanan memberikan pengamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan aksi. Bukan justeru sebaliknya mengeluarkan pernyataan yang menggelitik sensitifitas sebagian orang. Apalagi dengan ancaman dan intimidasi.

3. Menghindari sebesar mungkin dari kemungkinan melakukan aksi apa saja yang dianggap melanggar aturan dan kepentingan umum. Apalagi aksi yang bersifat destruktif atau merusak. Pegangi bahwa tujuan aksi ini adalah untuk kebaikan dan hanya akan terapai dengan cara yang baik.

4. Antisipasi dan awasi kemungkinan adanya provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Koordinasi dekat  dengan pihak pengamanan perlu dilakukan terus. Keamanan dan kenyamanan aksi ini adalah kewajiban bersama semua pihak.

5. Agar bernilai tambah di mata Allah maupun di mata manusia, aksi 4 Nopember ini wajib dibangun di atas asas “akhlaqul karimah” Islamiyah yang solid dan indah. Hindari hal-hal yang mengganggu orang lain, apalagi yang bersifat menghina, merendahkan, apalagi mengancam. Ingat, kita tersinggung karena hinaan dan pelecehan orang lain. Berhati-hati untuk terjatuh ke dalam perangkap yang sama.

6. Yakin dengan kekuatan langit di atas kekuatan bumi. Selama aksi jangan lupa berdzikir, berdoa, dan tawakkal sepenuhnya kepada Allah. Aksi ini bukan pesta, apalagi pamer kekuatan. Tapi “result oriented antion” (aksi yang beriorientasi hasil). Dan akhir yang terbaik itu tetap ada di tangan Pemilik langit dan bumi.

Wallahu al-Muwaffiq ilaa kulli khaer!

Jakarta, 31 Oktober 2016

* President Nusantara Foundation

Jamaica Muslim Center New York

Advertisements

#06 Ayat-ayat Al-Quran Sering Dibaca Imam Sholat

Ayat berikut ini sering disebut dengan Ayat Kursi. Disambung dengan 2 ayat berikutnya, yaitu Albaqarah 255-257.

اللَّـهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚلَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (255)

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّـهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّـهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ﴿٢٥٦

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (256)

اللَّـهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿٢٥٧

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (257)

 

​35 Pesepeda Indonesia Ikut Ride of Champions Doha 2016

Winter tahun ini belum terasa banget hawa dinginnya. Sejak 9 Oktober lalu, sedang berlangsung Kejuaraan bersepeda bertaraf Internasional, UCI World Championships. Sebuah kejuaraan tahunan yang biasa digelar di negara-negara Eropa sana. 

Hari ini, Panitia #UCIDoha2016 menggelar sepeda gembira bertemakan Ride of Champions. Kegiatan sepeda untuk ‘Para Juara’. 

950 pesepeda dari berbagai negara turut meramaikan acara ini. 35 diantaranya berasal dari Diaspora Indonesia yang berdomisili di Qatar. Mereka berasal dari Kota Doha, Alkhor, Messaeed dan Dukhan. 

Ride of Champions merupakan momen istimewa bagi para pecinta sepeda di Qatar tahun ini. Betapa tidak, event ini digelar secara gratis. Tiap peserta cukup mendaftar online dan tak dipungut biaya sepeserpun. Sudah begitu, tiap peserta mendapatkan jersey sepeda made in Italia. Berikut botol minumnya cantik menawan.

Target minimum yang harus dicapai cuma berjarak 15 KM. Target maksimumnya 75 KM. Bagi pesepeda yang menyelesaikan minimum 15 KM maka dia akan mendapatkan Medali Istimewa Ride of Champions berikut special T-Shirt dari event organizer sambil menikmati rehat di arena Fun Zone. 

Jalur Start di Doha Exhibition Center kemudian menyusuri jalan raya Doha menuju kawasan eksklusif pulau buatan Pearl Island. 

Sepanjang jalur sepeda yang dilalui, dijaga ketat oleh para Volunteer, Marshal dan Polisi. 

Suhu udara dan angin yang sangat bersahabat menjadikan Ride of Champions sangat menyenangkan dan memggembirakan hati. Suasana Pearl Island yang ditempati oleh Para Milyarder, kini bisa dinikmati dari dekat. Menikmati indahnya bangunan-bangunan megah nan futuristik ala Kota Venice di Italia.

Doha, 15 Oktober 2016

riyadi.sugeng@gmail.com

KYAI MUSTOFA BISRI: SELAMAT TAHUN BARU KAWAN

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Kawan, sudah tahun baru lagi
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk, memandang diri sendiri
Bercermin Firman Tuhan sebelum kita dihisabNya

Kawan, siapakah kita ini sebenarnya
Muslimin kah?
Mukminin?
Muttaqin?
kholifah Alloh?

Ummat Muhammad kah kita?
Khoiro ummatin kah kita?
Atau kita sama saja dengan makhluk lain?
Atau bahkan lebih rendah lagi
Hanya budak-budak perut dan kelamin

Iman kita pada Alloh dan yang gaib rasanya lebih tipis daripada uang kertas ribuan
Lebih pipih dari rok perempuan
Betapa pun tersiksa, kita khusuk di depan massa
Dan tiba-tiba buas dan binal justru di saat sendiri bersamaNya

Syahadat kita rasanya seperti perut bedug
Atau pernyataan setia pegawai rendah aja, kosong tak berdaya

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam Ibu-ibu
Lebih cepat dari menghirup kopi panas
Dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak muda

Doa kita sesudahnya justru lebih serius kita memohon hidup enak di dunia dan bahagia di sorga

Puasa kita rasanya sekedar mengubah jadwal makan minum dan saat istirahat
Tanpa menggeser acara buat sahwat
Ketika datang lapar atau haus kita pun manggut-manggut Oo beginikah rasanya
Dan kita merasa sudah memikirkan saudara-saudara kita yang melarat

Zakat kita jauh lebih dari berat terasa
di banding tukang becak melepas penghasilannya untuk kupon undian yang sia-sia

Kalau pun terkeluarkan harapan pun tanpa ukuran
Upaya-upaya Tuhan menggantinya berlipat ganda

Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri
Mencari pengalaman spiritual dan matrial
Membuang uang kecil dan dosa besar
Lalu pulang membawa label suci asli made in Saudi, Haji

Kawan, lalu bagaimana, bilamana dan berapa lama kita bersamaNya
Atau kita justru sibuk menjalankan tugas mengatur bumi seisinya
Mensiasati dunia sebagai khalifahNya

Kawan, tak terasa kita memang semakin pintar
Mungkin kedudukan kita sebagai kholifah mempercepat proses kematangan kita
Paling tidak kita semakin pintar berdalih
Kita perkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan
Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran
Melaco dan menipu demi keselamatan
Memamerkan kekayaan demi mensyukuri kenikmatan
Memukul dan mencaci demi pendidikan
Berbuat semaunya demi kemerdekaan
Tidak berbuat apa-apa demi ketentraman
Membiarkan kemungkaran demi kedamaian

Pendek kata demi semua yang baik halallah semua sampai pun yang paling tidak baik

Lalu bagaimana dengan cendekiawan dan seniman
Para mubaligh dan kyai
Penyambung lidah Nabi
Jangan ganggu mereka

Para cendekiawan sedang memikirkan segalanya
Para seniman sedang merenungkan apa saja
Para mubaligh sedang sibuk berteriak kemana-mana
Para kyai sedang sibuk berfatwa dan berdoa
Para pemimpin sedang mengatur semuanya
Biarkan mereka diatas sana
Menikmati dan meratapi nasip dan persoalan mereka sendiri

Kawan, selamat tahun baru
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk, memandang diri sendiri