JelajahQatar.com

Home » Jelajah Negeri » Kongkow Bareng di Tepi Pantai Dukhan

Kongkow Bareng di Tepi Pantai Dukhan


Kemarin sore sebelum azan ashar berkumandang sebagian warga Indonesia di Dukhan (biasa kita sebut Warga Dukhan) sudah mulai bersiap diri di pantai Dukhan. Menyiapkan segalanya untuk acara kongkow-kongkow warga. Pesta demokrasi tlah usai. Saatnya menikmati sore dan malam di tepi pantai.

Pantai Dukhan ini jaraknya hanya 2 Kilometer-an saja dari kampung kami tinggal. Kampung Dukhan namanya. Tak jauh.

Tiap akhir pekan (Jum’at dan Sabtu) biasanya dipenuhi warga dari berbagai penjuru Qatar. Dari Doha, Messaeed, Alkhor dan sekitarnya. Mereka datang ke pantai ini untuk melepas penat setelah seminggu bekerja.

Kami sebagai ‘anak kampung’ (begitu Pak Surya Syahputra menyebutnya), maka harus cepat-cepat ‘booking’ tempat. Telat sedikit bisa-bisa nggak kebagian tempat. Maka jangan heran ketika mentari belum lagi terbenam, kita mulai bersiap diri di pantai. Menyiapkan alat bakaran, memasang tenda, dan menggelar terpal. Terpal ini hasil pinjaman dari rekan-rekan kami di Zekreet, Pak Yusuf dan kawan-kawannya.

Acaranya super santai. Bapak-bapaknya bakar-bakar ikan dan ayam. Sementara ibu-ibunya menyiapkan menu khas Indonesia lainnya. Anak-anaknya bebas bermain menikmati dunianya.

Selepas maghrib, kami pun menyatu menikmati hasil bakaran dan masakan ibu-ibu. Menunya komplit. Ada sate ayam, ikan bakar, pecel khas madiun yang pedes, lalapan ijo yang segar, ayam goreng, dan aneka menu lainnya. Nikmat dan lahap.

Di sela-sela acara kami selingi dengan menyanyi seadanya. Gembira bersama.

Di komunitas kami ada pak Budi Wahono yang ahli memainkan terompet dan gitar. Sampe akhirnya beliu dikenal dengan sebutan Budi Terompet. Beliau ini sering tampil di berbagai event, diantaranya pernah beberapa kali diundang di Kbri Doha untuk tampil disana.

Ada juga Kang Hamdi yang ahli memainkan alat perkusi seadanya. Kemudian ada pak Ian Zaldian yang ahli memainkan gitarnya. Untuk urusan vokal, ada Wak Slamet Van Deglang yang memiliki suara emas. Dan para penikmat musik lainnya yang tak bisa saya sebut satu persatu. Inilah kami, Indonesia.

Jam 19:30 waktu isya telah masuk. Seorang diantara kami mengumandangkan azan, sementara yang lain menyiapkan wudhunya. Kamipun menunaikan sholat berjamaah. Diimami sahabat kami Pak Mochammad Toyib dari Jawa Timur.

Berbeda pilihan itu biasa. Bersatu dalam perbedaan itu luar biasa. Nikmati indahnya kebersamaan dimanapun kita berada.

Terima kasih untuk keguyuban dan kebersamaan warga dukhan, semoga momen ini menjadi agenda rutin kita di kemudian hari.

Dukhan, 20 April 2019.

@sugengbralink


Please Leave Your Comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: