JelajahQatar.com

Home » Articles posted by jelajahqatar.com

Author Archives: jelajahqatar.com

BUNGA MUSIM PANAS di QATAR

Ketika musim panas tiba, bermacam bunga pun bermekaran. Memberikan keindahan di tengah suhu udara yang sedang beranjak naik. Ada yang merah, kuning, putih, pink, dan lainnya.

1. Bunga Flamboyan.

2. Bunga Tengguli, bunga ini adalah bunga nasional Thailand. Disebut juga sebagai bunga hujan emas. Warnanya kuning cerah.

3. Bunga Kertas (Bougenvil). Warnanya bermacam-macam. Ada yang merah muda, putih, dan lainnya.

4. Bunga Kamboja, nama latinnya plumeira. Bunga ini tidak ada sangkut pautnya dengan negeri Kamboja. Kalau di Indonesia banyak kita jumpai di pemakaman. Tapi kalau di Bali, banyak di tanam di depan rumah atau bangunan.

5. Bunga ini saya belum tau namanya. Tapi mirip-mirip bunga kamboja. Ada yang putih, ada juga yang pink.

Inilah beberapa bunga yang bermekaran di bulan Mei. Bulan dimana suhu udara semakin panas. Bulan dimana waktu siang hari semakin panjang dibanding waktu malam hari.

Bulan Mei 2019 bertepatan dengan bulan ramadhan 1440 H. Waktu maghrib masuk sekitar jam 18:20 an, sementara waktu subuh masuk sekitar jam 03:20 an. Jadi waktu puasanya sekitar 15 jam.

Foto saya ambil menggunakan kamera iphone 7 plus. Semoga menginspirasi.

Dukhan, 27 Mei 2019

Selamat! Wisuda S2 HBKU 2019

Selamat untuk Wisuda S2 Mahasiswa Indonesia di Qatar. Mereka menerima beasiswa di Hamad Bin Khalifa University.

Dari kiri ke kanan :

1. Aqdi Rofiq Asnawi, Contemporary Quranic Studies

2. Tumin, Comparative Religion

3. Zaky Mumtaz Ali, Contemporary Quranic Studies

4. Abdul Syakur, Comparative Religion

Setelah mengikuti prosesi wisuda di universitas masing-masing beberapa hari lalu, malam tadi seluruh wisudawan dari 9 universitas yang berada di bawah naungan Qatar Foundation menghadiri acara convocation atau malam penghargaan.

Meskipun secara substansi acara ini tidak lebih penting dari acara sebelumnya, soal kemeriahan dan kemegahan acara ini jangan ditanya. Dekorasi panggung megah dan elegan, tata pencahayaan yang spektakuler membuat siapapun yang hadir merasakan atmosfir kemeriahan yang luar biasa.

Bukan tanpa sebab, selain disiarkan langsung oleh salah satu TV nasional Qatar, acara ini dihadiri langsung oleh orang nomor wahid di Qatar, Sang Emir (Raja) Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa dan sederat nama besar lainnya seperti sheikha Mooza bint Nasser founder Qatar Foundation, dan sheikha Hind bint Hamad selaku CEO Qatar Foundation.

Selain dihadiri pejabat tinggi negara Qatar, pejabat tinggi luar negeri juga turut diundang pada acara ini, di antaranya Bapak duta besar RI untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn.) M. Basri Sidehabi yang sempat kami ajak foto bersama selepas acara.

Jika pada saat acara wisuda satu persatu kami dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah secara simbolik, kali ini kami kembali dipanggil ke atas panggung untuk diberikan cincin perak murni berukir daun pohon Sidra oleh shaikha Hind sebagai simbol dan pengingat bahwa kami mempunyai memori ikatan persahabatan yang kuat di bawah satu komunitas yang sama, Qatar Foundation.

Dan uniknya, setelah itu satu persatu kami harus dengan sedikit merunduk melewati sebuah pintu yang disebut sebagai “Door to the Future” atau pintu menuju masa depan, sebagai simbol bahwa kami baru saja memasuki sebuah fase kehidupan yang baru setelah berhasil menyelesaikan satu jenjang pendidikan.

Sebuah acara yang dikemas indah dan penuh makna, membuat siapapun yang hadir dan terlibat enggan untuk melupa.

Ditulis oleh Zaky Mumtaz Ali

Doha, 07 Mei 2019.

News update, klik https://www.hbku.edu.qa/en/news/hbku-celebrates-class-2019

Foto credit by Zaky Mumtaz Ali

Buruan Daftar! Seminar Diaspora Bareng Bapak Dubes

Yuk kawan-kawan Diaspora Indonesia di Qatar segera daftar seminar yang akan diselenggarakan di Hotel Ritz Cartlon Doha. Pembicara utamanya Pak Dubes lho!

Seminar ini gratis! Selengkapnya ikuti petunjuk lengkap dalam flyer.

Sampai ketemu disana!

Kongkow Bareng di Tepi Pantai Dukhan

Kemarin sore sebelum azan ashar berkumandang sebagian warga Indonesia di Dukhan (biasa kita sebut Warga Dukhan) sudah mulai bersiap diri di pantai Dukhan. Menyiapkan segalanya untuk acara kongkow-kongkow warga. Pesta demokrasi tlah usai. Saatnya menikmati sore dan malam di tepi pantai.

Pantai Dukhan ini jaraknya hanya 2 Kilometer-an saja dari kampung kami tinggal. Kampung Dukhan namanya. Tak jauh.

Tiap akhir pekan (Jum’at dan Sabtu) biasanya dipenuhi warga dari berbagai penjuru Qatar. Dari Doha, Messaeed, Alkhor dan sekitarnya. Mereka datang ke pantai ini untuk melepas penat setelah seminggu bekerja.

Kami sebagai ‘anak kampung’ (begitu Pak Surya Syahputra menyebutnya), maka harus cepat-cepat ‘booking’ tempat. Telat sedikit bisa-bisa nggak kebagian tempat. Maka jangan heran ketika mentari belum lagi terbenam, kita mulai bersiap diri di pantai. Menyiapkan alat bakaran, memasang tenda, dan menggelar terpal. Terpal ini hasil pinjaman dari rekan-rekan kami di Zekreet, Pak Yusuf dan kawan-kawannya.

Acaranya super santai. Bapak-bapaknya bakar-bakar ikan dan ayam. Sementara ibu-ibunya menyiapkan menu khas Indonesia lainnya. Anak-anaknya bebas bermain menikmati dunianya.

Selepas maghrib, kami pun menyatu menikmati hasil bakaran dan masakan ibu-ibu. Menunya komplit. Ada sate ayam, ikan bakar, pecel khas madiun yang pedes, lalapan ijo yang segar, ayam goreng, dan aneka menu lainnya. Nikmat dan lahap.

Di sela-sela acara kami selingi dengan menyanyi seadanya. Gembira bersama.

Di komunitas kami ada pak Budi Wahono yang ahli memainkan terompet dan gitar. Sampe akhirnya beliu dikenal dengan sebutan Budi Terompet. Beliau ini sering tampil di berbagai event, diantaranya pernah beberapa kali diundang di Kbri Doha untuk tampil disana.

Ada juga Kang Hamdi yang ahli memainkan alat perkusi seadanya. Kemudian ada pak Ian Zaldian yang ahli memainkan gitarnya. Untuk urusan vokal, ada Wak Slamet Van Deglang yang memiliki suara emas. Dan para penikmat musik lainnya yang tak bisa saya sebut satu persatu. Inilah kami, Indonesia.

Jam 19:30 waktu isya telah masuk. Seorang diantara kami mengumandangkan azan, sementara yang lain menyiapkan wudhunya. Kamipun menunaikan sholat berjamaah. Diimami sahabat kami Pak Mochammad Toyib dari Jawa Timur.

Berbeda pilihan itu biasa. Bersatu dalam perbedaan itu luar biasa. Nikmati indahnya kebersamaan dimanapun kita berada.

Terima kasih untuk keguyuban dan kebersamaan warga dukhan, semoga momen ini menjadi agenda rutin kita di kemudian hari.

Dukhan, 20 April 2019.

@sugengbralink