JELAJAH QATAR

Home » Jelajah Kuliner

Category Archives: Jelajah Kuliner

Koleksi Video Citizen Journalist #NET10 dari Qatar

Doha – Qatar | Pembaca Blog Jelajah Qatar yang berbahagia, senang rasanya jika kita bisa berbagi untuk sesama. Berbagi tak melulu dalam bentuk materi. Berbagi bisa juga dalam bentuk informasi.

Informasi yang kita bagi bisa kita wujudkan dalam bentuk tulisan, gambar atau video. Tak melulu info-info yang sifatnya serius, info seputar travelling, gaya hidup, kuliner bisa menjadi hal yang menarik untuk dibagi.

Muhammad Kamalludin, warga negara Indonesia yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan besar di Qatar memiliki hobby citizen jurnalist. Karya-karyanya dituangkan dalam bentuk video. Hasil karyanya sering kali tayang di Televisi yang mengusung slogan Televisi Masa Kini.

Karya citizen jurnalist Muhammad Kamalludin tayang di program NET10. Program televisi yang menayangkan karya-karya citizen jurnalist dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia.

Berikut ini karya-karya Muhammad Kamalludin dan saya sendiri, yang bisa kita nikmati kembali, khususnya bagi anda yang belum sempat menonton secara LIVE di NET TV. Selamat menikmati sambil minum kopi.

OFFROAD ADVENTURE DI GURUN QATAR #NET10

BUGATTI TAMPILKAN MOBIL TERCEPAT DI DUNIA DALAM AJANG QATAR MOTOR SHOW 2015 #NET10

Taman Aspire di Qatar penuh dengan keindahan – NET10

(more…)

Advertisements

Menikmati Kuliner Turki di Al Nasr Street

image

Tak jauh dari tengah kota Doha, ada namanya An Nasr Street. Sepanjang jalanan ini banyak kita temui restaurant. Satu diantaranya Central Turkish Reataurant.

Pertengahan Januari lalu disaat musim dingin lagi dingin-dinginnya, kami bertiga menyusuri kota Doha. Tak lain tak bukan hanya sekedar mencari buah tangan untuk dibawa cuti bulan depan.

Coklat dan korma menjadi 2 oleh-oleh yang tak pernah dilewatkan untuk dibeli. Ngga tau darimana awalnya, dua makanan ini menjadi oleh-oleh favorit para pekerja migran di Timur Tengah.

Selepas sholat zuhur, perut pun kian keroncongan. Suara usus pun kian kencang menanti asupan kuliner yang gurih dan mengenyangkan.

Hasil diskusi kami putuskan untuk menikmati kuliner ala turki. Ada anekdot, jauh-jauh ke luar negeri masa makannya menu Indonesia lagi Indonesia lagi. Mbok cari yang lain.

Bukan kami tak cinta makanan Indonesia. Bukan pula lidah kami telah berubah. Tapi kami berpikir, inilah saatnya kita nikmati berbagai macam kuliner.

Tiba di depan pintu restaurant, kami terperangah. Wow! Rame nian ini restaurant. Terbayang sudah, berapa besar omsetnya.

Terlihat jejeran parcel siap antar di meja panjang tepat didepan pintu masuk. Pelanggan pun datang silih berganti. Sementara pelayan restaurant nampak sangat sibuk mencatat pesanan, menyiapkan pesanan, dan menerima bayaran tentunya.

Satu hal yang menarik, seorang dengan seragam kaos putih dan bertopi putih ala koki, sedang membakar roti turki dalam tungku yang sangat besar.

Roti atau biasa disebut khobus dalam bahasa arabnya, menjadi menu pokok di sebagian tanah arab dan orang-orang arab. Tidak hanya kenyang tapi juga nyaman di perut.

Ada banyak pilihan menu di restaurant ini. Dari ayam, kambing atau beef. Semua terserah kita.

Siang itu kami memesan lamb chops, lamb kofta dan chicken kofta. Ditemani masing-masing satu gelas jumbo jus alpokat.

Menunggu hampir setengah jam, akhirnya pesanan kami datang juga. Rasanya tak sabar untuk segera menyantap. Tiga piring berisi pesanan kami dan satu piring besar berisi irisan khobus turki.

Kami pun lahap dan menyantap semua hampir tanpa sisa. Ternyata kuliner turki memang beda. Meski tanpa nasi tapi tetap bergizi.

Dukhan, 2 Februari 2013

Indonesian Restaurants in Qatar

by Sugeng Bralink

Dari tahun ke tahun, restauran Indonesia di Qatar terus bertambah jumlahnya. Tahun 2008 ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Qatar, baru ada 4 Restoran Indonesia yaitu Restoran Minang, Restoran Qatindo (yang sekarang sudah tutup), Restoran Jakarta dan Restoran Central.

Seiring bertambahnya populasi masyarakat Indonesia di Qatar, hal ini dimanfaatkan oleh para penggiat dunia usaha untuk membuka restoran-restoran baru.

Hadirnya restoran Indonesia di Qatar, juga menjadikan semakin banyaknya pilihan bagi masyarakat Indonesia di Qatar yang kangen dengan menu masakan Indonesia. Soal harga memang cenderung lebih mahal dibanding restoran-restoran India atau restoran ala arab, gak tahu kenapa alasannya. Tapi yang jelas, restoran-restoran ini mampu mengobati rasa rindu kampung halaman di Indonesia.

Berikut ini daftar lengkap restoran-restoran Indonesia di Qatar yang meliputi nama restoran, nomor kontak, koordinat lokasi dan foto pendukung. (more…)

Ini Bukan Sembarang Tempe!

foto: koleksi pribadi

by Sugeng Riyadi [Bralink]

Mungkin banyak dari kita yang tak pernah berpikir tentang bagaimana caranya membuat tempe atau tahu.” Buat apa pingin tau, beli aja gampang kok!” “Mau yang mentah banyak”. “Mau yang sudah matang juga tinggal santap!”. Ungkapan-ungkapan itu mungkin yang selalu ada di benak kita.

Di Indonesia, yang namanya tempe tak lepas dari daftar lauk sehari-hari bagi kebanyakan keluarga. Bahkan mungkin ada diantara kita yang pernah berpikir, tempe lagi…tempe lagi! Apa nggak ada yang lain! Bosah Ahh!

Dalam dunia musik pop, kita tahu ada “King of Pop”, Michael Jackson. Dalam dunia musik dangdut, juga ada “King of Dangdut”, Rhoma Irama. Trus soal urusan tempe, apa ya ada King of Tempe? Jangan berburuk sangka dulu, dalam dunia per-tempe-an, ada namanya Rustono, “King of Tempe”. (more…)

Wisata Kuliner Indonesia di Qatar: Central Restaurant

Central Restaurant Qatar

Walaupun sudah jauh di negeri orang, kangen kampung halaman menjadi hal yang terelakkan. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di negeri Qatar, satu dari sekian banyak pertanyaan yang menggelayut di hati adalah ada nggak ya restoran Indonesia di Qatar?

Tulisan seputar wisata masakan atau kuliner Indonesia di Qatar edisi perdana ini akan menjelajah makananan Indonesia dari sebuah restoran Indonesia yang selalu rame dikunjungi penikmat kuliner. Sebuah restoran makanan Indonesia yang berlokasi tak jauh dari Doha International Airport. Memang lokasinya dekat airport, tapi bagi yang nggak tahu lika-liku jalanan ibukota akan sulit menemukannya.

Central Restaurant, demikianlah nama restoran Indonesia ini. Kalau di-bahasa indonesiakan menjadi restoran sentral atau restoran pusat. Memang tepat sekali namanya karena memang restoran ini berada di tengah kota Doha dan berada di tengah kepadatan pemukiman di kawasan dekat bandara.

Bicara soal menu, central restaurant menyajikan masakan berasa Indonesia asli. Menu makanan selalu disajikan dalam kondisi hangat. Pokoknya menu masakannya membikin susah untuk menahan air liur.

Pilihan Menu Central Resto

Ada banyak sekali pilihan menu masakan. Diawali dari menu utama wong Indonesia, nasi. Nasi yang disajikan sengaja dipilih nasi yang mempunyai kemiripan dengan nasi Indonesia. Untuk bisa mendapatkan nasi berasa Indonesia, gampang saja. Beli saja nasi impor dari Thailand.

Memang kenapa dengan nasi-nasi yang biasa dikonsumsi orang arab? Kebanyakan orang-orang di timur tengah, biasa mengkonsumsi yang namanya nasi basmati. Nasi yang cenderung pera [bahasa jawa, artinya keras], sangat cocok dibuat nasi goreng.

Tentu saja makan menjadi tak lengkap kalau hanya makan nasi doang. Menu-menu pendampingpun berjajar memberikan banyak macam pilihan bagi para pengunjung restoran ini. Ada beraneka macam sayuran. Ada sayur oseng kangkung, oseng kacang panjang, oseng buncis, sayur terong, kering tempe, sayur lodeh, sayur asem, sop ayam, rendang daging, tahu oseng, ikan goreng, ayam goreng, ikan asam manis, dan berbagai pilihan sayuran lainnya. Tak ketinggalan ada juga bakwan dan tempe goreng. Yang tak kalah menarik adalah sambal hijau yang cukup pedas dan membangkitkan selera makan.

Menu Central Resto

Para pengunjung resto yang super sibuk di jam makan siang ini, juga bisa memesan minuman khas Indonesia, Es Teh Manis. Bagi yang tak suka dingin, tinggal pesan saja the hangat, mau yang manis atau yang tawar saja. Minuman bening ala botol, tersedia buanyak baik yang dingin atau biasa-biasa saja. Tentu saja air mineral produknya bangsa arab. Nggak ada lah yang namanya Aqua dan sejenisnya di Qatar.

Untuk tarif sekali makan per orang, anda cukup merogoh kocek sekitar 20 sampai 30 qatar riyal. Kalau dibanding dengan restoran india memang cenderung mahal. Tapi menjadi tidak mahal ketika kita sudah merasakan nikmatnya aroma dan cita rasa masakan Indonesia. Memang kalau bisa lebih murah atau sama murahnya dengan harga masakan di restoran India, pasti banyak orang akan susah untuk menolaknya.

Untuk menuju lokasi restaurant yang berada di Saeed bin Al Aas Street ini, sebenarnya mudah saja bagi yang sudah pernah kesana. Bagi yang belum pernah, akan saya coba tuliskan petunjuk menuju ke resto central. Jika anda mengendarai mobil dari arah keberangkatan doha international airport, anda cukup lurus menuju ke Toyota Traffic Signal. Dari situ teruskan laju kendaraan dan berbelok kanan pada belokan pertama menuju sebuah tanah lapang. Ketemu pertigaan kecil, anda berbelok kiri sampai ketemu roundabout. Kemudian belokkan laju kendaraan ke arah kanan sampai ketemu roundabout berikutnya dan berbelok kiri sampai pertigaan berikutnya. Nah disitulah restoran sentral berada. Dengan tulisan berwarna putih dan berlatar belakang merah.

Restoran ini buka setiap hari setiap jam 09 pagi dan akan tutup jam 03 sore. Kalau mau kesini, mesti lebih awal. Siapa yang datang lebih awal akan mempunyai banyak pilihan menu. Nomer telponnya 4437-1699.

Bagi anda yang mempunyai GPS atau membutuhkan info koordinat resto central, catat data ini 25.27948 N, 51.54757 E.

Resto central map

Mengenai tempat parkir memang agak susah. Maklum lah namanya juga berada di lokasi pemukiman super padat. Pintar-pintarlah mencari tempat parkir dan selamat menikmati kuliner asli Indonesia di negeri Qatar.

Dukhan, 26 Februari 2012

Sugeng Riyadi [Bralink] for Jelajah Qatar
Enroll | Explore | Enjoy

“Jangan Sembarangan” Makan COTO Makassar!

Ilustrasi: Coto Makassar

Datangnya 1 Syawal atau hari pertama lebaran adalah saatnya manusia dilarang untuk berpuasa. Lebaran adalah tiba waktunya untuk berbuka. Inilah saatnya menikmati makanan dan minuman di siang hari setelah sebulan penuh menahan lapar, dahaga serta mengekang hawa nafsu.

Tahun ini menjadi kali kedua saya menikmati lebaran di negeri orang, Qatar. Selepas salat eidl fitri, kami yang tinggal dalam sebuah komplek perumahan karyawan perusahaan mengadakan acara silaturrahim dan halal bihalal. Dengan penuh rasa kebersamaan dalam keberagaman, dengan keihklasan masing-masing keluarga menyiapkan makanan semenjak malam untuk dinikmati keesokan harinya selepas salat eid.

Opor ayam menjadi menu spesial lebaran kali ini. Saya sendiri semenjak hari terakhir ramadan kemarin sudah disuguhi opor ayam saat berbuka, kemudian malam harinya diantari seorang teman juga opor ayam. Keesokan harinya, diacara halal bihalal menunya ya opor ayam. Opor day pokoknya.

Seharian saya nikmati menu opor ayam spesial lebaran. Malam harinya, ada lagi undangan dari seorang teman. Saya berharap semoga menunya bukan opor ayam lagi. Ehh diundang kok ngarep? Nggak boleh lho! Hehehe…

Tapi pucuk dicinta ulam pun tiba! Menunya ternyata berbeda, mau tau apa menunya? Menunya adalah COTO Makassar. Kebetulan istri temen saya adalah orang asli Sulawesi Selatan. Coto Makassar merupakan kuliner khas dari Kota yang disebut juga sebagai Kota Ujung Pandang.

Selepas jamaah salat isha di masjid dekat rumah, ada sekitar 6 keluarga yang berkumpul di rumah teman saya ini termasuk istri-istri dan anak-anaknya. Walaupun gak komplit sih. Saya pun sudah tak sabar mencicipi menu khas makassar yang menggoda selera ini. Eeiit tunggu dulu! Lho kok, kenapa?

13150221021718179418

Foto Bareng di Rumah Arief

Temen saya mengingatkan saya dan juga beberapa tamu acara kumpul-kumpul lebaran ini. Sebut saja temen saya ini, Dayat. Dengan gaya khas nya bak seorang “Profesor”, Dayat menjelaskan step by step cara menyiapkan Coto Makassar sebelum menyantapnya.

Di meja hidangan sudah tersedia 1 baskom isi irisan daging dan lidah sapi, 1 nampan isi irisan kupat, 1 mangkok irisan daun bawang, 1 toples isi bawang goreng, 1 cawan isi irisan jeruk nipis, 1 botol kecap asli Indonesia, 1 mangkok kecil isi garam, 1 mangkok kecil isi sambal berwarna merah dan nampak sangat pedas dan 1 panci sedang isi kuah coto.

Pertama kali adalah ambil beberapa iris daging sapi, tambahkan sambal, daun bawang dan bawang goreng. Kemudian tambahkan kuah coto, tambahkan garam, kecap sesuai selera dan irisan jeruknipis, aduk sampe rata. Selanjutnya adalah cicipi campuran tadi, kalau sudah pas rasanya baru ditambahi irisan kupat nya. Dan ternyata Uenak dan Yummmy!

Dayat menambahkan bahwa kalau makan Coto Makassar, minimal harus makan 3 mangkok. Makanya jangan ambil banyak-banyak. Sedikit-sedikit saja, dan rasakan nikmatnya bumbu spesial kuliner asli Makassar ini. Dijamin anda akan ketagihan jika sudah merasakan menu spesial buatan teman saya ini. Saya sampai bilang, Wah suatu saat bisa di franchise kan nih!

Jadi kalau mau makan coto makassar harus dicampur secara bertahap. Jangan makan coto makassar sembarangan. Nanti bisa jadi cotonya nggak enak rasanya. Kuah coto makassar berbeda dengan soto-soto yang dijual di pulau jawa. Kuah coto makassar masih belum  begitu asin, maka sampai sampai disediakan 1 mangkok kecil isi garam.

Coto Makassar bisa menjadi alternatif kuliner disaat lebaran. Pokoknya Coto Makassar dijamin Mak Nyuzz! Kaya Bondan Winarno saja ya. Met Lebaran, Maaf lahir batin.

Dukhan, 3 September 2011

Sugeng Riyadi [Bralink]

riyadi.sugeng@gmail.com