JelajahQatar.com

Home » Jelajah Negeri

Category Archives: Jelajah Negeri

Selamat Menempuh ‘Hidup Baru’

Pandemi belum usai. Terasa atau tidak terasa, tiga bulan tlah berlalu.
Masker – masker masih bertebaran dimana – mana. Di jalanan, di tempat perbelanjaan, apalagi di rumah – rumah sakit dan pusat layanan kesehatan.
Masker – masker itu masih menutup wajah – wajah anak manusia. Tanpa peduli apapun pangkat dan jabatannya.
Senyum – senyum ramah yang biasa nampak, kini harus bersembunyi dibalik masker beraneka rupa. Masker bedah, masker kain, maupun masker N sembilan lima.
Sukarela, ataupun terpaksa!
wahdaharches
Normal baru. Hidup baru. Apalah itu namanya. Setiap manusia di muka bumi, kini harus menghadapi kenyataan. Siap atau tidak siap.
Kenyataan ada di hadapan kita. Tak ada satupun yang tahu kapan bencana corona akan sirna. Kecuali Allah Azza wajala. Kita, manusia, memang makhluk tak berdaya. Hanya Tuhan Maha segalanya.
Cuci tangan, jaga jarak dan maskeran, kini menjadi rutinan. Dimana saja. Kapan saja. Yang dulu dianggap aneh, kinipun terbiasa.
Masker dan hand sanitizer menjadi barang yang paling dicari di jaman ini. Bahkan harganya pernah melambung tinggi. Pun, susah dicari!
Alhamdulillah, kini mulai mereda. Persediaan hand sanitizer, kini banyak kita temukan di apotik – apotik dan tempat – tempat belanja. Melimpah ruah. Tinggal pilih merk apa dan aroma apa.
Hidup baru. Ya ini kehidupan baru. Tapi bukan hidup baru ala penganten.
Kehidupan baru ala penganten, pinginnya berdekatan. Kehidupan baru ala corona, pinginnya berjauhan.
Kehidupan baru ala penganten, pinginnya cuci rambut terus. Kehidupan baru ala corona, pinginnya cuci tangan terus.
Kehidupan baru ala penganten, senyumnya merona. Kehidupan baru ala corona, senyumnya tak kasat mata.
Berdamai, beradaptasi, apalah itu namanya. Sekarang dan berbulan – bulan kedepan. New normal akan kita hadapi dan alami bersama. Rela atau terpaksa.
Memang berat terasa. Tapi apa mau dikata.
Penerbangan yang biasanya penuh 100 persen, kini harus rela 50 – 70 persen saja. Tentu demi kesehatan dan kemaslahatan bersama. Roda ekonomi harus terus berputar.
Sekolah – sekolah yang tadinya ramai di dunia nyata, kini harus ramai di dunia maya. Seminar – seminar online bertebaran dimana – mana. Tak berbayar, banyak pula.
Terima kasih untuk Mark Zuckerberg yang telah memfasilitasi kita semua di era pandemi melalui aplikasi whatsapp, facebook, dan instagram miliknya. Hari – hari kita seolah tak bisa lepas dari bermacam percakapan pribadi dan grup WA. Status, like dan komen di laman FB. Posting foto, like dan story di IG.
Terima kasih untuk Marc Yuan yang telah memfasilitasi kita semua melalui aplikasi zoom miliknya. Banyak sekali pengetahuan baru yang kita dapatkan melalui media ini. Seminar online menjamur. Pagi, siang, malam. Sampai susah untuk memilih dan mengikutinya.
Jarak bukan lagi penghalang. Siapa saja bisa ikutan. Yang penting baterai gadget penuh dan data internet lancar.
Normal baru akan menjadi peluang baru bagi orang – orang yang tahu. Selalu ada hikmah dibalik musibah. Percayalah!
Dukhan, 11 Juni 2020
Sugeng R. Bralink
Photo by Kareem El Dabbath (Al Wahda Arches- Doha).

ANDA DI QATAR? KENALI TIGA NOMOR INI!

Kondisi emergency (gawat darurat) bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa saja. Kondisi emergency yang bisa terjadi misalnya, kondisi kegawatdaruratan medis, kecelakaan jalan raya, kebakaran, dan kondisi-kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan bantuan segera.

Ketika kondisi emergency terjadi pada diri kita, keluarga kita, teman kita, atau orang di sekitar kita, lantas apa yang bisa kita lakukan?

Contoh kasus, ketika kita sedang asyik menonton TV bersama teman-teman di rumah, tiba-tiba seorang teman terkena sakit dada (kemungkinan serangan jantung). Ketika kita di Qatar, maka kita segera menelpon ke nomor emergency 999 untuk mendapatkan bantuan ambulance gawat darurat.

Salah satu hal yang sangat penting ketika memanggil nomor 999 adalah mengetahui dimana posisi kita berada saat itu. Hampir setiap rumah atau gedung di Qatar sudah dipasang plat berwarna biru yang bertuliskan nomor-nomor berwarna putih. Nomor-nomor tersebut adalah nomor gedung (building number), nomor wilayah (zone number), dan nomor jalan (street number).

Penting sekali bagi kita untuk mengetahui ketiga nomor tersebut. Ketika kita menelpon 999 untuk mendapatkan bantuan emergency (ambulance, pemadam kebakaran atau polisi), operator 999 akan menanyakan dimana kita berada. Nah! dengan menginformasikan ketiga nomor tersebut maka mereka akan mampu mengetahui dimana posisi kita berada saat itu.

Tak hanya untuk kepentingan saat emergency, nomor tersebut juga dimanfaatkan oleh restoran-restoran atau perusahaan makanan cepat saji (fast food) untuk melayani pengiriman makanan ke pelanggan.

Anda pun saat ini bisa melakukan crosscheck ke website GIS Qatar: http://geoportal.gisqatar.org.qa/myaddress/index.html. Masukkan nomor gedung, nomor wilayah dan nomor jalan kemudian klik enter.

BUNGA MUSIM PANAS di QATAR

Ketika musim panas tiba, bermacam bunga pun bermekaran. Memberikan keindahan di tengah suhu udara yang sedang beranjak naik. Ada yang merah, kuning, putih, pink, dan lainnya.

1. Bunga Flamboyan.

2. Bunga Tengguli, bunga ini adalah bunga nasional Thailand. Disebut juga sebagai bunga hujan emas. Warnanya kuning cerah.

3. Bunga Kertas (Bougenvil). Warnanya bermacam-macam. Ada yang merah muda, putih, dan lainnya.

4. Bunga Kamboja, nama latinnya plumeira. Bunga ini tidak ada sangkut pautnya dengan negeri Kamboja. Kalau di Indonesia banyak kita jumpai di pemakaman. Tapi kalau di Bali, banyak di tanam di depan rumah atau bangunan.

5. Bunga ini saya belum tau namanya. Tapi mirip-mirip bunga kamboja. Ada yang putih, ada juga yang pink.

Inilah beberapa bunga yang bermekaran di bulan Mei. Bulan dimana suhu udara semakin panas. Bulan dimana waktu siang hari semakin panjang dibanding waktu malam hari.

Bulan Mei 2019 bertepatan dengan bulan ramadhan 1440 H. Waktu maghrib masuk sekitar jam 18:20 an, sementara waktu subuh masuk sekitar jam 03:20 an. Jadi waktu puasanya sekitar 15 jam.

Foto saya ambil menggunakan kamera iphone 7 plus. Semoga menginspirasi.

Dukhan, 27 Mei 2019

Selamat! Wisuda S2 HBKU 2019

Selamat untuk Wisuda S2 Mahasiswa Indonesia di Qatar. Mereka menerima beasiswa di Hamad Bin Khalifa University.

Dari kiri ke kanan :

1. Aqdi Rofiq Asnawi, Contemporary Quranic Studies

2. Tumin, Comparative Religion

3. Zaky Mumtaz Ali, Contemporary Quranic Studies

4. Abdul Syakur, Comparative Religion

Setelah mengikuti prosesi wisuda di universitas masing-masing beberapa hari lalu, malam tadi seluruh wisudawan dari 9 universitas yang berada di bawah naungan Qatar Foundation menghadiri acara convocation atau malam penghargaan.

Meskipun secara substansi acara ini tidak lebih penting dari acara sebelumnya, soal kemeriahan dan kemegahan acara ini jangan ditanya. Dekorasi panggung megah dan elegan, tata pencahayaan yang spektakuler membuat siapapun yang hadir merasakan atmosfir kemeriahan yang luar biasa.

Bukan tanpa sebab, selain disiarkan langsung oleh salah satu TV nasional Qatar, acara ini dihadiri langsung oleh orang nomor wahid di Qatar, Sang Emir (Raja) Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa dan sederat nama besar lainnya seperti sheikha Mooza bint Nasser founder Qatar Foundation, dan sheikha Hind bint Hamad selaku CEO Qatar Foundation.

Selain dihadiri pejabat tinggi negara Qatar, pejabat tinggi luar negeri juga turut diundang pada acara ini, di antaranya Bapak duta besar RI untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn.) M. Basri Sidehabi yang sempat kami ajak foto bersama selepas acara.

Jika pada saat acara wisuda satu persatu kami dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah secara simbolik, kali ini kami kembali dipanggil ke atas panggung untuk diberikan cincin perak murni berukir daun pohon Sidra oleh shaikha Hind sebagai simbol dan pengingat bahwa kami mempunyai memori ikatan persahabatan yang kuat di bawah satu komunitas yang sama, Qatar Foundation.

Dan uniknya, setelah itu satu persatu kami harus dengan sedikit merunduk melewati sebuah pintu yang disebut sebagai “Door to the Future” atau pintu menuju masa depan, sebagai simbol bahwa kami baru saja memasuki sebuah fase kehidupan yang baru setelah berhasil menyelesaikan satu jenjang pendidikan.

Sebuah acara yang dikemas indah dan penuh makna, membuat siapapun yang hadir dan terlibat enggan untuk melupa.

Ditulis oleh Zaky Mumtaz Ali

Doha, 07 Mei 2019.

News update, klik https://www.hbku.edu.qa/en/news/hbku-celebrates-class-2019

Foto credit by Zaky Mumtaz Ali

Buruan Daftar! Seminar Diaspora Bareng Bapak Dubes

Yuk kawan-kawan Diaspora Indonesia di Qatar segera daftar seminar yang akan diselenggarakan di Hotel Ritz Cartlon Doha. Pembicara utamanya Pak Dubes lho!

Seminar ini gratis! Selengkapnya ikuti petunjuk lengkap dalam flyer.

Sampai ketemu disana!

Kongkow Bareng di Tepi Pantai Dukhan

Kemarin sore sebelum azan ashar berkumandang sebagian warga Indonesia di Dukhan (biasa kita sebut Warga Dukhan) sudah mulai bersiap diri di pantai Dukhan. Menyiapkan segalanya untuk acara kongkow-kongkow warga. Pesta demokrasi tlah usai. Saatnya menikmati sore dan malam di tepi pantai.

Pantai Dukhan ini jaraknya hanya 2 Kilometer-an saja dari kampung kami tinggal. Kampung Dukhan namanya. Tak jauh.

Tiap akhir pekan (Jum’at dan Sabtu) biasanya dipenuhi warga dari berbagai penjuru Qatar. Dari Doha, Messaeed, Alkhor dan sekitarnya. Mereka datang ke pantai ini untuk melepas penat setelah seminggu bekerja.

Kami sebagai ‘anak kampung’ (begitu Pak Surya Syahputra menyebutnya), maka harus cepat-cepat ‘booking’ tempat. Telat sedikit bisa-bisa nggak kebagian tempat. Maka jangan heran ketika mentari belum lagi terbenam, kita mulai bersiap diri di pantai. Menyiapkan alat bakaran, memasang tenda, dan menggelar terpal. Terpal ini hasil pinjaman dari rekan-rekan kami di Zekreet, Pak Yusuf dan kawan-kawannya.

Acaranya super santai. Bapak-bapaknya bakar-bakar ikan dan ayam. Sementara ibu-ibunya menyiapkan menu khas Indonesia lainnya. Anak-anaknya bebas bermain menikmati dunianya.

Selepas maghrib, kami pun menyatu menikmati hasil bakaran dan masakan ibu-ibu. Menunya komplit. Ada sate ayam, ikan bakar, pecel khas madiun yang pedes, lalapan ijo yang segar, ayam goreng, dan aneka menu lainnya. Nikmat dan lahap.

Di sela-sela acara kami selingi dengan menyanyi seadanya. Gembira bersama.

Di komunitas kami ada pak Budi Wahono yang ahli memainkan terompet dan gitar. Sampe akhirnya beliu dikenal dengan sebutan Budi Terompet. Beliau ini sering tampil di berbagai event, diantaranya pernah beberapa kali diundang di Kbri Doha untuk tampil disana.

Ada juga Kang Hamdi yang ahli memainkan alat perkusi seadanya. Kemudian ada pak Ian Zaldian yang ahli memainkan gitarnya. Untuk urusan vokal, ada Wak Slamet Van Deglang yang memiliki suara emas. Dan para penikmat musik lainnya yang tak bisa saya sebut satu persatu. Inilah kami, Indonesia.

Jam 19:30 waktu isya telah masuk. Seorang diantara kami mengumandangkan azan, sementara yang lain menyiapkan wudhunya. Kamipun menunaikan sholat berjamaah. Diimami sahabat kami Pak Mochammad Toyib dari Jawa Timur.

Berbeda pilihan itu biasa. Bersatu dalam perbedaan itu luar biasa. Nikmati indahnya kebersamaan dimanapun kita berada.

Terima kasih untuk keguyuban dan kebersamaan warga dukhan, semoga momen ini menjadi agenda rutin kita di kemudian hari.

Dukhan, 20 April 2019.

@sugengbralink

AYO DATANG di PENGHITUNGAN SUARA!

Yang Terhomat Seluruh Warga Negara Indonesia di Qatar.

Seiring dengan terlaksananya Pemungutan Suara Pemilu 2019 pada tanggal 12 April 2019 yang telah berjalan dengan aman, tertib dan lancar, PPLN Doha akan melakukan penghitungan surat suara secara serentak pada tanggal 17 April 2019. Penghitungan suara akan dimulai pukul 09.00 WQ sampai dengan selesai, bertempat di InterContinental Doha – The City.

Penghitungan Suara dilakukan untuk semua jenis metode pemilihan yaitu surat suara Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) dan Kotak Suara Keliling (KSK). PPLN Doha membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia di Qatar untuk turut serta menyaksikan jalannya penghitungan surat suara tersebut dalam rangka menyukseskan Pemilu Yang Jujur, Bebas, dan Adil.

Untuk tertib administrasi silahkan untuk mengisi kehadiran di link dibawah ini:

https://forms.gle/4Viovc11BoKHQZAY7

Salam

-PPLN Doha-

FREE VISA BAGI WNI YANG INGIN KE QATAR

Indonesia adalah satu dari 46 negara yang mendapatkan fasilitas BEBAS VISA ke Qatar. Kebijakan ini berlaku sejak Agustus 2017 lalu. Lantas dengan tidak perlunya visa, persyaratan apa yang harus dipenuhi?

Ada 3 syarat utama bagi WNI yang ingin merencanakan jalan-jalan ke Qatar. Yang pertama adalah memiliki Paspor yang masih berlaku minimum 6 bulan. Kedua, memiliki tiket Pergi Pulang (PP) Indonesia – Qatar – Indonesia. Yang terakhir adalah bukti akomodasi selama berada di Qatar.

Untuk persyaratan ketiga, bisa dibuktikan dengan bukti booking hotel di Qatar, maupun dengan menunjukkan nama, nomor kontak dan alamat saudara atau teman yang akan dikunjungi dan tinggal selama di Qatar.

Ketiga persyaratan tersebut akan dikonfirmasi oleh petugas check in maupun petugas imigrasi di Soekarno Hatta International Airport Cengkareng, maupun setibanya di Hamad International Airport Doha. Free Visa bagi WNI berlaku untuk masa 30 hari sejak disetujui atau setibanya di Qatar.

Visa ini bisa diperpanjang untuk masa 30 hari berikutnya. Nah, untuk memperpanjang visa ini harus diproses sebelum masa visa habis.

Sebagai contoh, jika tiba di Qatar tanggal 1, maka perpanjangan visa harus diproses setidak-tidaknya pada tanggal 29 di bulan yang sama. Karena pada tanggal 30 di bulan yang sama, masa berlaku free visa sudah habis.

Untuk mengurus perpanjangan atau extensi visa bisa dilakukan secara online melalui website https://portal.moi.gov.qa/wps/portal/MOIInternet/services/inquiries/visaservices/visitvisaextension Semoga informasi ini bermanfaat.

Info seputar Free Visa ke Qatar dan Visa on Arrival ke Qatar bisa dibaca pada website berikut:

• 1. Visit Qatar https://www.visitqatar.qa/plan/visas-requirements.html

• 2. Doha Hamad Airport https://dohahamadairport.com/airport-guide/at-the-airport/visas-immigration

• 3. Qatar Airways https://www.qatarairways.com/en-qa/visa-free-arrival.html

• 4. The Peninsula Qatar https://thepeninsulaqatar.com/article/09/08/2017/Citizens-of-80-countries-can-now-enter-Qatar-visa-free

2 ANAK INDONESIA JUARA di QATAR

“Alhamdulillah wakil Indonesia, an. Muhamad Ramadhan ( asal Bogor) dan Muhamad Zainudin ( asal Jepara) juara pada Musabaqah Al Quran Tijan An Nur International yg diselenggarakan Bein Channel.”

Foto dan berita: Pak Yusuf Atase Naker KBRI Doha

MENU INDONESIA DI RESTO MAMA ROZI

Kemarin siang selepas bersepeda sejauh 48KM dalam event Ride of Champions 2019 saya berkesempatan mencicipi menu Indonesia di sebuah restoran di kawasan Muntazah, Doha. Restoran Mama Rozi namanya.

Restoran ini tak hanya menyajikan menu Indonesia. Disini ada juga menu Malaysia dan Filipina. Menu dan harganya bervariasi menyesuaikan selera lidah dan isi kantong. Menunya harus dipesan dulu (tidak siap saji ala warung tegal).

Menu yang kita coba kemarin, nasi goreng kampung dengan ikan bilis serta nasi ayam penyet. Rasanya mantab. Selera khas Nusantara.

O ya, bagi anda yang tinggal di Qatar bisa memesan makanan dari restoran Mama Rozi via aplikasi Talabat. Bisa diunduh di playstore dan applestore.

Tempatnya bersih dan nyaman. Tersedia meja makan di lantai dasar dan lantai atas. Pelayannya ramah dan murah senyum. Super helpful. Jika anda perlu urusan perut mulas atau kandung kencing penuh, disini ada juga WC yang bersih dan nyaman.

Dinding di restoran ini dipenuhi asesoris yang menarik untuk dipandang. Jadi suasanya very hommy. Very relaxing. Yang masih penasaran, datang aja langsung ke Muntazah.

Doha, 16 Maret 2019

Nonton MotoGP (lagi)

Beberapa tahun lalu saya pernah nonton MotoGP di Losail. Kesan yang saya dapat, nonton GP di sirkuit itu ya sensasinya bisa mendengar langsung suara motor besar yang digeber kencang dan keras. Sudah itu, kita bisa melihat betapa bernyalinya para pembalap dalam melajukan kendaraannya. Seolah tanpa takut untuk jatuh dan terlempar dari sepeda motor yang mereka tumpangi.

Tahun ini saya berkesempatan nonton lagi. Walau tadinya nggak punya niat mau nonton, tapi karena ada 4 teman mau nonton dan kebetulan masih ada seat kosong, akhirnya berangkat juga.

Malam itu (Ahad, 10 Maret 2019) kita beli tiket langsung di main entrance.

Beberapa tahun lalu masih bayar 100 Qatar riyals. Malam itu sudah naik menjadi 225 Qatar riyals per orang. Dengan kurs berkisar 3900 Rupiah per 1 QAR, maka tiket malam itu seharga 877,500 IDR. Ini harga tiket nonton di Grand Stand. Masih banyak kursi lowong malam itu. Maka tak heran walau beli tiket langsung di Hari H (bahkan satu jam sebelum balapan) kita masih dapat tiket dengan mudah.

Lama nggak nonton langsung, tetap aja nonton langsung memang spektakuler. Kerasa sekali deru suara MotoGP.

Setelah 22 lap berlalu, Dovisiozo juaranya! Disusul Marquez dan Crutchlow. Mereka bertiga berhasil naik podium di Losail International Circuit di balapan pembuka tahun ini. Sementara The Doctor (VR46) hanya mampu menempati urutan ke-5.

Doha, 11 Maret 2019