JelajahQatar.com

Home » Posts tagged 'majlis padang pasir'

Tag Archives: majlis padang pasir

PARA BUDAK YANG DIMERDEKAKAN SAYYIDINÀ ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ RODHOYALLÒHU ‘ANHU

Oleh Mochammad Fuady bin Abdullah

Sebagaimana diketahui bahwa Abu Bakar RA adalah seorang sahabat yang paling tinggi imannya kepada Allah dan Rosulullah SAW.Seluruh harta bendanya digunakan untuk perjuangan agama dan membantu sesama.

Dikenal mempunyai jiwa yang sangat lembut.Hingga Nabi SAW mengatakan bahwa hati Abu Bakar RA lebih lembut daripada susu.Ilustrasi yang menggambarkan bagaimana subur dan bercahayanya hati sahabat mulia ini.

Kepekaan sosialnya tinggi.Ringan tangan membantu mereka yang membutuhkan.Kesantunan akhlak dan prilakunya membuat orang-orang disekitarnya menaruh hormat dan cinta.Abu Bakar RA sangat menyayangi orang2 lemah,fuqoro dan masakìn.Sikap seperti ini memang sudah ada sejak beliau belum mengenal Rosulullah SAW,dan ketika sudah beriman kepada Allah dan Rosul-Nya,sifat2 terpuji sahabat mulia ini semakin nampak dan mengkristal,sesempurna iman yang Allah anugerahkan kepada beliau Rodhiyallòhu ‘anhu wa ardhóhu. (more…)

MASALAH AT-TARKU (الترك) /SESUATU YANG DITINGGALKAN ATAU TIDAK DILAKUKAN

Oleh: Mochammad Fuady Abdullah.

Kita sering mendengar kalimat yang acap kali dilontarkan individu atau kelompok yang mengatakan bahwa “setiap sesuatu yang tidak dilakukan dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW adalah bid’ah/sesat”.

Sebuah kaidah “baru” sebagai justifikasi dan penopang pendapat mereka untuk menyesatkan siapa saja kaum muslimin yang berbeda pendapat dengan mereka.Di sebut “baru” karena para ulama ushul sebelumnya tidak ada satupun yang membentuk kaidah tersebut.Kaidah itu berbunyi الترك يقتضى التحريم “meninggalkan atau tidak melakukan sesuatu menunjukkan haramnya sesuatu tersebut dilakukan”.

Kaidah “aneh” ini benar-benar menjadi pijakan dan legalitas untuk menghantam siapa saja yang berseberangan pendapat dengan mereka.

Padahal dalam ushul fiqh kaidah yang ada adalah swbagai berikut: النهي يقتضى التحريم “Larangan menunjukkan haram”.Status hukum haramnya larangan tersebut jika terlepas dari qorinah atau berbagai indikasi yang bisa mengeluarkan dari hukum asalnya tersebut.

Kaidah inipun dikalangan ulama ushul sendiri terjadi kontroversi bahkan tidak adanya kesepakatan mereka.

Sebagian ulama ushul membuat kaidah bahwa النهى يقتضى الكراهة  “larangan menunjukkan kemakruhan” kecuali ada bukti indikasi pengharamannya.
(more…)